Nenek Moyangku Orang Pelaut! Pelaut Jawa Sudah Mendarat di Tasmania Jauh Sebelum Orang Eropa

Sejarawan Portugis, Ludovico di Varthema (1470–1517), dalam buku Itinerario de Ludouico de Varthema Bolognese, menyebutkan, bahwa orang Jawa sudah berlayar ke suatu "negeri jauh di selatan". Tempat tersebut 900 mil laut (1666 km) selatan dari titik paling selatan, yaitu Tasmania (negara bagian Australia)

LONTARNEWS.COM. Kemampuan orang Nusantara (Jawa) dalam mengarungi lautan ternyata jauh lebih dahulu dibanding orang-orang Portugis mapun Spanyol.

Pengetahuan orang Nusantara (Austronesia) dalam berlayar, ketika itu sudah menggunakan sistem navigasi yang jauh lebih maju dibanding orang Eropa.

Bacaan Lainnya

Orientasi di laut dilakukan menggunakan berbagai tanda alam yang berbeda-beda, memakai suatu teknik perbintangan yang sangat khas, dinamakan navigasi jalur bintang (star path navigation).

Para navigator menentukan haluan kapal ke pulau-pulau yang dikenali dengan menggunakan posisi terbit dan terbenamnya bintang-bintang tertentu di atas cakrawala.

Bahkan pada jaman Majapahit, penggunaan kompas dan magnet dalam pelayaran telah digunakan. Kala itu ilmu pemetaan (kartografi) juga sudah berkembang.

Ini bisa dilihat dari pemberian peta dan catatan sensus penduduk oleh Raden Wijaya kepada pasukan Mongol dari Dinasti Yuan pada tahun 1293.

Apa yang dilakukan Raden Wijaya kepada pasukan Mongol itu menunjukkan, bahwa pembuatan peta pada waktu itu sudah menjadi bagian formal dari urusan pemerintahan di Jawa.

Pos terkait