Nenek Moyangku Orang Pelaut! Pelaut Jawa Sudah Mendarat di Tasmania Jauh Sebelum Orang Eropa

Sejarawan Portugis, Ludovico di Varthema (1470–1517), dalam buku Itinerario de Ludouico de Varthema Bolognese, menyebutkan, bahwa orang Jawa sudah berlayar ke suatu "negeri jauh di selatan". Tempat tersebut 900 mil laut (1666 km) selatan dari titik paling selatan, yaitu Tasmania (negara bagian Australia)

Sejarawan Portugis, Ludovico di Varthema (1470–1517), dalam
bukunya Itinerario de Ludouico de Varthema Bolognese, menyatakan, bahwa orang Jawa sudah berlayar ke suatu “negeri jauh di selatan”.

Hingga mereka tiba di sebuah pulau, di mana satu hari hanya berlangsung selama empat jam dan “lebih dingin daripada di bagian dunia mana pun”.

Bacaan Lainnya

Penelitian modern telah menentukan bahwa tempat tersebut terletak setidaknya 900 mil laut (1666 km) selatan dari titik paling selatan, yaitu Tasmania (negara bagian Australia)

Orang Eropa yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah ini adalah Abel Janszoon Tasman. Ia adalah orang Belanda kelahiran Lutjegast, Groningen, pada tahun 1603, dan menghabiskan sisa hidupnya di Batavia (sekarang Jakarta, Indonesia), meninggal pada 10 Oktober 1659.

Abel Tasman adalah penjelajah dan pedagang berkebangsaan Belanda yang terkenal dengan perjalanannya untuk VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

Ia diketahui sebagai orang Eropa pertama yang mencapai kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) dan Selandia Baru serta melihat kepulauan Fiji pada tahun 1643.

Abel Tasman dan awak kapalnya juga berhasil memetakan cukup banyak bagian Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan di Pasifik yang mereka temui.(*).

Pos terkait