Desa Bedander, Saksi Sejarah Kesetiaan Seorang Prajurit

Bedander merupakan nama sebuah desa yang cukup terkenal dan melegenda. Desa ini pernah digunakan oleh Gajah Mada untuk menyembunyikan Raja Majapahit kedua, Jayanegara, dari ancaman pembunuhan pemberontak.

LONTARNEWS.COM. Bedander adalah nama sebuah desa yang sampai saat ini masih belum jelas, dimana letak daerah yang tercatat dalam naskah Jawa kuno itu.

Sebagian sejarawan memperkirakan lokasi Desa Badander berada di wilayah Dander, Bojonegoro. Namun sebagian yang lain menyatakan lokasi Desa Badander yang sesungguhnya adalah di daerah Kabuh, Jombang.

Bacaan Lainnya

Tapi terlepas adanya dua versi mengenai letak Desa Bedander yang sebenarnya, yang pasti nama desa itu cukup terkenal dan melegenda.

Nama Bedander tercatat dalam naskah kuno sebagai tempat persembunyian seorang raja dari kerajaan besar bernama Majapahit.

Dikisahkan, sebuah naskah kuno, Serat Pararaton mencatat, Bedander pernah dijadikan tempat oleh Gajah Mada untuk menyembunyikan Raja Jayanegara dari ancaman pemberontak.

Awal kisahnya, suatu malam, Gajah Mada sebagai Bekel Bhayangkara, membawa lari Raja Sri Jayanegara keluar meninggalkan istana Wilwatikta (Majapahit)

Bersama 14 pasukannya, Gajah Mada membawa lari raja kedua Majapahit, setelah Sanggrama Wijaya (Raden Wijaya), itu keluar dari istana karena keselamatannya terancam.

Ia terancam akan dihabisi oleh pasukannya sendiri yang memberontak dan sudah menguasai istana. Orang-orang pilihan yang pernah menjadi garda terdepan saat Raden Wijaya mendirikan Majapahit tidak menghendaki Jayanegara menjadi penerus tahta Majapahit.

Kaum pemberontak yang sudah menguasai istana Majapahit, ini merupakan pasukan pilihan yang pernah ikut berperang melawan Jayakatwang saat merampas kekuasaan Kertanegara dan meruntuhkan Kerajaan Singasari pada tahun 1292.

Pos terkait