Pompeii, Kota Maksiat Zaman Romawi Musnah Hanya Dalam Hitungan Menit

Pompeii sebuah kota zaman Romawi kuno, dekat kota Napoli, sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 24 Agustus 79 Masehi. Penduduk dan seluruh bangunan yang ada di kota Pompeii musnah terkubur

“Tujuan dari pekerjaan ini adalah mengembangkan model untuk mencoba memahami dan mengukur dampak aliran piroklastik di daerah yang dihuni Pompeii, sekitar 10 kilometer dari Vesuvius,”ungkap Roberto Isaia, peneliti senior dari Vesuvius Observatory di INGV sebagaimana dikutip Nationalgeographic.co.id dari The Guardian.

Berdasarkan studi tersebut, ketika bencana terjadi, penduduk Pompeii tidak dapat melarikan diri. Sebagian besar dari mereka banyak yang mati lemas di rumah dan di tempat tidur mereka, bahkan di jalan-jalan dan pusat keramaian kota.

Bacaan Lainnya

Isaia dan rekan-rekannya memperkirakan gas, abu, dan partikel vulkanik menyelimuti kota itu selama antara 10 dan 20 menit.

“Kemungkinan puluhan orang tewas akibat hujan lapili yang jatuh di Pompeii setelah letusan, tetapi kebanyakan dari mereka meninggal karena sesak napas,” kata Isaia.

Aliran piroklastik yang terdiri atas gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan, menurut Isaia mencapai Pompeii hanya dalam hitungan beberapa menit setelah ledakan.

“15 menit di dalam awan neraka itu pasti tak ada habisnya. Penduduknya tidak bisa membayangkan apa yang sedang terjadi. Orang Pompeii hidup dengan gempa bumi, tetapi tidak dengan letusan, jadi mereka dikejutkan dan tersapu oleh awan abu pijar itu,” tambahnya.

Saat ditemukan, di Pompeii banyak ditemukan praktik prostitusi dan perilaku seks menyimpang. Temuan ini sangat membantu mengungkap kehidupan sehari-hari yang dijalani masyarakat Pompeii sebelum musnah dihancurkan Gunung Vesusius.

Tidak hanya karya arsitektur menakjubkan saja yang ditemukan, tapi kebiasaan masyarakat Pompeii yang suka pamer kemewahan dan bermaksiat juga bisa diketahui.

Banyak artefak yang secara gamblang, tegas, dan berterus terang menggambarkan kehidupan mereka. Baik dalam bentuk lukisan, patung, peralatan rumah tangga, dan relief pada dinding ataupun jalanan.

Kekaisaran Romawi Kuno memang melegalkan praktik prostitusi di seluruh wilayah kekuasaanya, tetapi Pompeii menawarkan sesatu yang lebih.

Pos terkait