Menara Babel, Simbol Keangkuhan Umat Manusia

Menara Babel yang menjadi icon Mesopotamia, hingga saat ini terus menjadi pembahasan di kalangan ahli dan pemerhati sejarah.

LONTARNEWS.COM. Misteri Menara Babel yang menjadi icon Mesopotamia, hingga saat ini terus menjadi pembahasan di kalangan ahli dan pemerhati sejarah.

Banyak yang meragukan atas keberadaan menara itu, benar-benar ada atau hanya legenda semata yang tidak pernah ada wujudnya.

Bacaan Lainnya

Namun ada juga yang mempercayai, bahwa bangunan legendaris tersebut benar adanya. Hanya saja, sebelum bangunan itu selesai tuntas, orang Babilonia Kuno yang membuat bangunan tersebut tercerai berai akibat dari sikap congkak yang ingin menandingi kehendak Tuhan.

Menara Babel merupakan salah satu bangunan Babilonia Kuno yang paling menonjol. Herodotus, bapak sejarah dunia mengakui, bahwa bangunan itu tidaklah hanya sebatas legenda atau mitos, tapi benar-benar ada.

Bahkan arkeolog asal Jerman, Robert Koldevey, yang pernah melakukan penggalian di bekas bangunan Babilonia purba itu, menduga, bangunan asli menara yang tingginya lebih dari 90 meter tersebut, sudah hancur sebelum era Raja Hammurabi.

Setelah hancur, beberapa abad berikutnya didirikan bangunan baru sebagai pengganti untuk mengenang bangunan pertama yang telah hancur.

Bagian dasar atau alas dari menara yang dibuat Namrud itu, menurut Koldewey, berbentuk bujur sangkar dengan masing-masing sisinya berukuran 90 meter.

Sedang pada bagian puncak dari bangunan menara yang tingginya lebih dari 90 meter, itu dipercaya sebagai tempat suci dewa Marduk.

Menurut legenda, Menara Babel yang dikatakan sebagai tiang penyangga menuju surga, itu dibangun oleh Nimrod atau Namrud putera Kana’an putera Kush putera Ham putera Nuh, bersama anak keturunan Nuh lainnya setelah peristiwa banjir bah yang menenggelamkan hampir seluruh permukaan bumi.

Pembuatan menara itu dimaksudkan sebagai tempat persembunyian jika ada banjir besar sebagaimana sudah pernah terjadi sebelumnya.

Pos terkait