Kisah Srikandi Jember, Lolos dari Patroli Belanda Setelah Sembunyi di Atas ‘Pogo Pawon’

TABUR BUNGA DI MAKAM SRIKANDI JEMBER; Miftahul Rahman SE, dari Pembina Kader Bela Negara (PKBN) dan dua orang temannya serta beberapa veteran pejuang kemerdekaan melakukan tabur bunga di makam Srikandi Jember, Hj.RA.Sri Suli Sulastri, di Pemakaman Umum Jalan PB Sudirman Tanggul.

LONTARNEWS.COM. Kisah seorang Srikandi Jember yang lolos dari pantauan Patroli Belanda karena sembunyi di atas ‘Pogo Pawon’.

Kisah ini terjadi di masa perang kemerdekaan, menjelang penyerahan kedaulatan Indonesia oleh pemerintah Belanda.

Bacaan Lainnya

Dari buku “Letkol Moch Sroedji, Jember Masa Perang Kemerdekaan”, dikisahkan, pascagugurnya Letkol Moch Sroedji yang tertembak saat melakukan wingate action dan macht vertoon, pasukan Brigade III Damarwoelan tetap melanjutkan perjalanannya seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.

Perintah unjuk kekuatan (macht vertoon) sebagaimana disampaikan Komandan Brigade III Damarwulan, Letkol Moch Sroedji, saat berada di Penanggal, akan tetap dilanjutkan sekalipun yang mengeluarkan perintah sudah tidak ada, gugur akibat ditembak tentara Belanda di Desa Karang Kedawung.

Tongkat komando Brigade III Damarwoelan setelah gugurnya Letkol Moch Sroedji dilanjutkan kepada Letkol Abd Rivai, mantan Komadan Batalyon Macan Putih/Komandan Brigade IV/Mobiel di Malang

Pengambilalihan tongkat kepemimpinan di kesatuan Brigade III Damarwulan oleh Letkol Abd Rivai, ini berdasarkan perintah radiogram Panglima Divisi I, Kolonel Sungkono.

Namun karena Abd Rivai tinggal di Banyuwangi, maka untuk tugas keseharian dijalankan oleh Staf Brigade III Damarwulan, Mayor Imam Soekarto.

Kepemimpinan Letkol Abd Rivai sebagai Komandan Brigade III Damarwulan, yang menggantikan Letkol Moch Sroedji, karena gugur dalam pertempuran di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, tidak berlangsung lama, sebab setelah itu ia bersama sejumlah perwira ditangkap Belanda.

Pos terkait