Waketum NasDem; “Indonesia Negeri Kaya yang Hanya Dinikmati Kelompok Minoritas”

Dari kiri, Waketum NasDem, Ahmad Ali, KH Luthfi Ahmad (Pengasuh Ponpes Madinatul Ulum), Capres Anies Rasyid Baswedan, KH Badri, Sudiyanto (Ketua DPD PKS Jember), KH Baiquni Purnomo (ponpes Al Ghofilin), H Marsuki AG (Ketua DPD NasDem Jember), dan H Charles Meikiansyah (anggota DPR RI Fraksi NasDem) dalam kegiatan lanjutan di Hotel Bandung Permai usai Jalan Santai Bersarungan, di GOR PKPSO, Kaliwates Jember, Minggu (29/10/2024).

LONTARNEWS.COM. Waketum NasDem, Ahmad Ali, menilai, meski Indonesia merupakan sebuah negeri yang kaya, tapi rakyatnya tidak sejahtera.

Penilaian seperti ini tidak hanya datang dari seorang Ahmad Ali saja. Banyak penilaian lain yang bernada sama dengan apa yang disampaikan Ahmad Ali.

Bacaan Lainnya

Mereka menilai, terjadinya kondisi yang seperti sekarang ini, karena ada yang salah dalam pengelolaannys. Akibatnya, meski sumber daya alam (SDA) yang dimiliki sangat melimpah, namun tidak mampu menjadikan masyarakatnya sejahtera.

Pengelolaan negara yang sudah dilakukan selama ini masih jauh dari yang diharapkan para pendiri bangsa, “memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Kondisi yang seperti ini, kata Wakil Ketua Partai NasDem, Ahmad Ali, tidak bisa lagi dibiarkan, tapi harus segera diakhiri.

“Negeri ini harus dikembalikan kepada pewarisnya, harus dipimpin orang-orang baik,” ujar Ahmad Ali, dalam orasi politiknya pada acara Jalan Santai Bersarungan bersama Capres Anies Rasyid Baswedan dan Cawapres Abdul Muhaimin Iskandar, di GOR PKPSO Kaliwates, Jember, Minggu (29/10/2023).

Salah satu penyebab belum sejahteranya kehidupan rakyat Indonesia yang sudah 78 tahun merdeka, ini sebagaimana diamanatkan UUD 1945, karena ada kesalahan dalam pengelolaannya.

Sehingga yang menikmati hanya kalangan tertentu saja. Sementara rakyat kebanyakan hidup dalam kondisi yang masih jauh dari kata sejahtera.

“Indonesia negeri yang kaya, tapi tidak dinikmati oleh rakyatnya. Justru yang menikmati adalah kelompok minoritas,” ungkap Ahmad Ali, berapi-api.

Sebab itu, lanjut dia, dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki kemampuan memadai untuk mengelola negeri yang sangat kaya raya ini.

Seorang pemimpin yang bisa melindungi, mengayomi, dan menyejahterakan rakyatnya. “Kita ingin pemimpin mengayomi masyarakat yang lain. Kita butuh pemimpin yang bisa mengayomi seluruh elemen masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama dan adat istiadat,” tambahnya.(*).

Pos terkait