Kategori
Infrastruktur

Demi Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jalan Tim TJL Bekerja Sepekan Penuh

Perbaikan jalan di Jalan Kutai oleh Tim 1 (TJL) Korwil Jember Kota, Jumat (07/02/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Tim Tutup Jalan Lubang (TJL), yang dibentuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember, adalah Tim Reaksi Cepat, yang bertugas melakukan perbaikan jalan rusak (berlobang). Dalam menjalankan tugasnya, tim ini berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Tugas yang dijalankan, yakni melakukan perbaikan jalan karena adanya laporan, pengguna jalan jatuh akibat kerusakan jalan. “Kami harus menindaklanjuti laporan masyarakat itu,” ujar Suratno, koordinator Tim 1 (TJL) Korwil Jember Kota, di sela-sela perbaikan jalan tak jauh dari SMP Negeri 9 Jember di Jalan Kutai, Jumat (07/02/2020).

Fokus kerja tim ini adalah memprioritaskan kondisi darurat, yaitu jalan yang rusak berat. Terlebih membahayakan pengguna jalan. “Jalan yang sering terjadi kecelakaan bisa langsung ditangani,” ungkapnya.

Dalam setiap hari, dari Senin hingga Sabtu, tim TJL ini membawa 75 sak material untuk bahan perbaikan jalan. “Untuk satu meter persegi bisa menghabiskan 3 sak, tergantung ketebalan kerusakan. Untuk kualitas ketebalan diutamakan, sedang untuk luasnya berbeda-beda,” terangnya.

Sementara mengenai perbaikan yang dilakukan di Jalan Kutai, dikatakannya, untuk memberikan kenyamanan kepada pelajar SMP Negeri 9 Jember untuk berangkat maupun pulang sekolah. Karena jalan itu merupakan akses utama menuju SMP Negeri 9 Jember.

Perbaikan di jalan ini dilaksanakan oleh Tim 1 TJL Korwil Jember Kota. “Sekitar sepuluh persen jalan di sini mengalami kerusakan,” ungkap Suratno.

Kerusakan yang diidentifikasi pada jalan itu menunjukkan kedalaman 2 hingga 5 sentimeter. Sementara lebar kerusakan bisa mencapai satu meter. Beberapa diantaranya bahkan ada yang lebih dari satu meter.

Kondisi lalulintas di sepanjang Jalan Kutai yang mencapai 1,5 kilometer, lumayan padat. Hal itu terutama saat pelajar berangkat dan pulang sekolah. Karena itu pengerjaan perbaikan jalan dipercepat.

“Kami berharap hasil kerja kami ini mampu mendukung tumbuhnya generasi bangsa yang berkualitas,” harapnya.(*).

Kategori
Infrastruktur

Renovasi Kantor Camat Bukan Hanya Agar Terlihat Bagus, Tetapi Pelayanan Juga Harus Lebih Baik

Penggutingan pita oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menandai diresmikannya gedung baru kantor Kecamatan Ambulu, Rabu (22/1/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Program renovasi sejumlah gedung kantor kecamatan, sudah selesai dan siap ditempati kembali. Perbaikan kantor kecamatan ini dimaksudkan, agar pelayanan kepada publik lebih baik.

“Kali ini harus dibenahi agar lebih baik, karena tujuan direnovasinya kantor camat ini bukan hanya untuk kantor yang bagus, tetapi agar pelayanan lebih bagus lagi,” ujar Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara peresmian dan tasyakuran kantor Kecamatan Ambulu, Rabu (22/1/2020).

Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Jember merenovasi sejumlah gedung kantor kecamatan. Termasuk kantor Kecamatan Ambulu yang telah siap ditempati kembali.

Karena gedung baru, pelayanan kepada publik harus meningkat. “Dengan adanya kantor baru, yang ber-AC, wifi, dan fasilitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya, harus diimbangi bersyukur dengan wujud aktivitas yang lebih baik juga. Seperti pelayanan publik, semangat kerjanya, dan kegiatan administrasi lainnya,” kata Wabup Muqit Arief.

Peresmian kantor Kecamatan Ambulu baru yang dikemas dalam acara tasyakuran ini, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat. “Ini merupakan sesuatu hal yang bagus untuk dilakukan, mensyukuri adanya kantor baru. Acara syukuran kantor Camat Ambulu ini menjadi yang pertama kali digelar,” ungkapnya.

Wabup menjelaskan, anggaran renovasi seluruh kantor kecamatan di Jember ini bersumber dari APBD Kabupaten Jember tahun 2019. Karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak,
wabup menekankan agar melakukan perbaikan terhadap pelayanan yang selama ini dinilai kurang baik.

“Jika kebersamaan semakin dipererat, maka Ambulu menjadi salah satu kecamatan yang lebih maju di sektor pembangunan, maupun kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Sementara Camat Ambulu, Drs. Sutarman, M.Si, dalam laporannya, menyampaikan, bahwa renovasi kantor Kecamatan Ambulu terhitung mulai tanggal 25 Juli 2019. Renovasi hingga selesai ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember tahun 2019.

“Alhamdulillah seluruh ruangan dilengkapi AC, dan fasilitas lainnya diganti dengan yang baru. Renovasi berjalan lancar,” pungkasnya.(*)

 

Kategori
Infrastruktur

Moeldoko Upayakan Percepatan Pengembangan Bandara Noto Hadinegoro

Bersama Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dan Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief di Kantor KSP, Jakarta.

LONTARNEWS.COM. I. Jakarta – Keinginan masyarakat Jember untuk memiliki bandara sebagai embarkasi haji, agaknya bakal segera kesampaian. Ini setelah, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, menyatakan akan mengupayakan percepatan pengembangan Bandara Noto Hadinegoro, Jember, agar bisa didarati pesawat besar.

“Kita diskusi sangat konstruktif dengan Bupati Jember dan rekan-rekan dari pemerintah daerah untuk membicarakan pengembangan bandara dan perpanjangan landasan pacu,” jelas Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Dengan pengembangan landasan pacu (run way), lanjut Moeldoko, yang semula 1700 bisa menjadi 2250, bahkan 2500 meter, sehingga bisa didarati pesawat yang lebih besar. “Harapan yang lebih jauh lagi, Jember bisa menjadi alternatif sebagai embarkasi,” ujarnya.

Pengembangan bandara Noto Hadinegoro, dipandang perlu, karena bandara ini berada di daerah dengan potensi yang sangat besar. Berbagai kegiatan festival di Jember mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

“Bahkan dua puluh negara yang sering datang ke Jember, untuk berpartisipasi. Ini sebuah market yang harus ditangkap,” tandasnya.

Karena itu, kehadiran Bupati Jember di KSP, dalam rangka untuk mencari solusi bagi pengembangan Bandara Noto Hadinegoro. “Kehadiran Bupati Jember di sini (KSP), kita mencoba mencari solusi agar semuanya bisa berjalan dengan cepat,” ungkap Moeldoko.

Moeldoko menyatakan, akan mengkomunikasikan rencana pengembangan Bandara Noto Hadinegoro itu dengan berbagai pihak. Selain dengan Angkasa Pura, juga dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), karena berkaitan dengan tanah yang harus dialihfungsikan.

“Dari tanahnya PTP ke Angkasa Pura, untuk digunakan sebagai bandara. Ini perlu proses, kita akan cara terbaik agar proses itu bisa berjalan dengan cepat,” imbuhnya. (*).

Kategori
Infrastruktur

Bupati Faida Berharap, RT dan RW Membantu Pemerintah Berkomunikasi dengan Masyarakat Agar Pembangunan Berjalan Baik

Acara tumpengan sebagai wujud syukur atas selesainya pengaspalan jalan dan pembangunan plengsengan sumber air oleh Pemerintah Kabupaten Jember di RT. 02, RW. 01 Lingkungan Krajan, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Minggu (5/2/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Masyarakat RT. 02, RW. 01 Lingkungan Krajan, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, menggelar tasyakuran atas terlaksananya pengaspalan jalan serta pembangunan plengsengan sumber air oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Bagi Bupati Jember, dr. Faida, MMR., kegiatan yang menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT  ini patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. “Saya menginginkan masyarakat Jember pandai bersyukur, karena ini sesuai ajaran agama,” terangnya.

Lebih jauh, bupati berharap masyarakat Jember mendapatkan keberkahan hidup dari Allah SWT dengan mengungkapkan rasa syukur itu. “Bukan soal mengundang bupati,” ungkap bupati di lokasi tasyakuran, Minggu, 05 Januari 2020.

Selain bupati, dalam tasyakuran tersebut juga hadir suami bupati, drg. Abdul Raochim, Camat Kaliwates Asrah Joyo Widono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gatot Triyono, Lurah Sempusari Hariyanto.

Bupati mengaku sering mencandai masyarakat penerima manfaat program pemerintah. “Saya candain, kalau sudah jadi kok nggak ada yang WA bupati,” ucapnya. Candaan ini lebih mengarah pada ajakan untuk lebih bersyukur kepada Allah SWT.

Selain itu, bupati menyampaikan harapannya agar pengurus RT dan RW membantu pemerintah untuk berkomunikasi dengan masyarakat supaya pembangunan berjalan dengan baik.

“Komunikasi pemerintah sangat terbantu dengan adanya RT dan RW yang sungguh-sungguh mengomunikasikan kebutuhan dan keinginan masyarakatnya,” tutur bupati.

Pengurus RT dan RW diharapkan bersinergi baik dengan lurah dan camat, yang kemudian meneruskan komunikasi itu dengan bupati. “Sehingga keinginan warga bisa terselesaikan dengan baik,” ujarnya. Komunikasi berjenjang ini harus dijalankan.

Orang nomor satu di Jember ini menandaskan, RT dan RW memiliki peran penting dalam pembangunan karena mengetahui persis kebutuhan dan keinginan masyarakat.

“Saya sampaikan, RT dan RW itu saluran resmi pemerintah. Mereka punya akses untuk menyampaikan kebutuhan dan keluhan warga,” tegasnya.

Dengan berjalannya peran penting RT dan RW ini membuat masyarakat akhirnya menyadari bahwa RT dan RW bukan hanya tempat mencurahkan keluhan. “Tetapi untuk mendapatkan program dari pemerintah,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua RT 01, Budi, mengaku tasyakuran digelar warga setelah pembangunan jalan aspal dan plengsengan sunber air.

Ketua RT 02, Budi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada bupati atas terlaksananya pembangunan jalan aspal dan plengsengan sumber air.  “Kami merasa bangga karena bupati hadir,” ucapnya.

Budi pun mengaku teringat kata-kata bupati ketika pertemuan di kantor Pemkab Jember. Ia teringat bupati mengatakan banyak menerima SMS dan WA ketika proposal baru diajukan. Tetapi, ketika permohonan sudah terpenuhi, bupati tidak mendapatkan pemberitahuan dari warga. 

Kategori
Infrastruktur

Rehabiltasi Gedung Sekolah Harusnya Berkualitas Baik, Karena yang Menempati Manusia

Pasca runtuhnya ruang kelas V, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan musholla dan perpustakaan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tampak, siswa kelas III, mengikuti KBM di musholla SDN Keting 02, Jombang, Senin (16/12/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Menyusul runtuhnya atap bangunan gedung sekolah, Kepala SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, Jember, Satram meminta pemerintah, agar lebih memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan perbaikan gedung sekolah. Satram berharap, ke depan kalau ada rehab gedung sekolah kualitasnya harus baik.

Karena kualitas dari gedung sekolah sangat terkait dengan kenyamanan, keamanan dan keselamatan siswa serta para gurunya. “Harapan saya adalah, bilamana ada rehabilitasi gedung semacam ini, tolong, karena ini yang menempati adalah anak-anak dan manusia, kualitasnya yang lebih baik,” harap Satram, kepada sejumlah wartawan di halaman SDN Keting 02, Jombang, Jember, Senin (16/12/2019).

Ruang kelas dari sekolah tersebut, saat ini tidak bisa digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Karena selain tidak ada atapnya, akibat runtuh, kondisinya juga sangat sangat tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat KBM.

Peristiwa runtuhnya atap ruang kelas V SDN Keting 02, pada tanggal 14 Desember 2019 lalu, cukup mengagetkan penghuni sekolah. Karena tanda-tanda akan runtuhnya atap itu sebelumnya tidak pernah ada.

Apalagi bangunan itu baru saja direhab. Tapi beruntung, dalam peristiwa ini, tidak ada korban, karena siswa kelas 5 yang atap ruangan kelasnya ambruk sedang latihan upacara.

Pihak sekolah mengimbau para guru dan seluruh siswa agar tidak mendekati ruang kelas yang ambruk. “Harapan saya, anak-anak tetap semangat belajar,” harapnya.

Pasca runtuhnya ruang kelas tersebut, KBM terpaksa dilaksanakan di dua tempat, musholla dan perpustakaan. KBM di luar ruang kelas ini terpaksa dilakukan, karena memang tidak ada ruangan lain yang bisa dimanfaatkan.

“Untuk kelas VI menempati musholla, sedangkan untuk kelas V menempati ruang kelas III, dan siswa kelas III menempati perpustakaan,” jelas Satram, Kepala SDN Keting 02, Jombang, Jember, Senin (16/12/2019).

Siswa kelas V yang ruangan belajarnya ambruk terpaksa menggunakan ruang kelas III untuk KBM. Ini karena jumlah siswa kelas V lebih banyak dibanding kelas III. “Karena ruang perpustakaan sangat sempit, jadi pinjam ruang kelas 3 untuk pembelajaran siswa kelas V,” paparnya. (*).

Kategori
Infrastruktur

Lagi, Proyek Bangunan dengan Dana APBD Ambruk


Baru dibangun, atap ruang kelas di SDN Keting 02, Jombang, Jember, ambruk

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Kembali terjadi. Atap bangunan SDN 02 Keting Kecamatan Jombang, Jember, Jawa Timur, yang baru dibangun tanggal 30 Agustus 2109 dan selesai tanggal 14 Desember 2019, tadi pagi sekira pukul 07.15 wib, ambruk.

Ambruknya atap sekolah SDN Keting 02 ini menjadi peristiwa kedua runtuhnya atap bangunan yang didanai APBD. Sebelumnya, peristiwa yang sama dialami Pendopo Kantor Kecamatan Jenggawah. Atap Pendopo Kantor Kecamatan Jenggawah yang baru dibangun, runtuh, Selasa (3/12/2019).

Peristiwa ambruknya atap SDN Keting 02, cukup mengagetkan penghuni sekolah tersebut. Beruntung, dalam peristiwa ini, tidak ada korban, karena siswa kelas 5 yang atap ruangan kelasnya ambruk sedang latihan upacara.

“Tidak ada korban jiwa mas, alhamdulillah. Tapi saya juga kaget kenapa bangunan baru bisa ambruk. Waktu itu tidak ada murid di dalam. Kejadiannya sendiri pukul 07.15 menit mas, bangunan yang ambruk kelas 5,″ ungkap Satram, Plt Kepala SDN Keting 02, Jombang.

Atap ruang kelas 5 SDN Keting 02, Jombang, yang ambruk, dibangun dengan dana dari APBD Kabupaten Jember tahun 2019 senilai Rp 297.806.000. Kontraktor pelaksana dari proyek ini, CV Ace Mitra Utama.

Pembangunannya dimulai tanggal 30 Agustus 2109 dan selesai tanggal 14 Desember 2019. Bahan bangunan yang digunakan untuk pembangunan atap sekolah ini galvalum.(*).

Kategori
Infrastruktur

Sepanjang Tahun 2019, Pemkab Jember Perbaiki 70 Paket Jaringan Irigasi

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, pada kegiatan Festival Tani Jember, di MTs. Al-Imam, Gambiran, Kecamatan Kalisat, Kamis (12/12/2019)

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sepanjang tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Jember melakukan perbaikan terhadap infrastruktur bidang pertanian dengan merehab 70 paket jaringan irigasi. Perbaikan jaringan irigasi dengan anggaran sebesar 32,6 miliar ini melibatkan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).sekitar 70 paket jaringan irigasi telah direhab

“Tahun 2019 ini merehab sekitar 70 paket jaringan irigasi melibatkan Hippa dengan anggaran sebesar 32,6 miliar rupiah,” ungkap Bupati Jember, dr. Faida. MMR, tentang pembangunan infrasturktur bidang pertanian pada acara pembagian Kartu Tani dalam Festival Tani Jember, di MTs. Al-Imam, Gambiran, Kecamatan Kalisat, Kamis (12/12/2019)

Pada acara pembagian Kartu Tani dan penyerahan sejumlah bantuan lainnya kepada petani ini, Bupati Faida mengungkapkan, Pemerintah juga memberikan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada sejumlah kelompok tani secara gratis. Alsintan yang diberikan diantaranya berupa pompa air dan traktor.

Bantuan ini bisa diperoleh petani, cukup dengan mengajukan proposal bantuan. Tanpa perlu mengeluarkan biaya atau membayar agar proposalnya disetujui.

Pengembangan petani juga melalui pemberian bantuan dana pinjaman melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit ini didapat petani tanpa anggunan. Kredit ini bisa didapat petani setelah mendapat rekomendasi dari bupati. “Dengan syarat pertaniannya harus sukses,” tandas bupati.

Selain memberikan penjelasan terkait program di bidang pertanian, bupati juga menyinggung soal pendidikan anak-anak petani. Bupati berharap anak-anak petani terus bersekolah hingga perguruan tinggi.

“Saya titip anak petani jangan sampai tidak sekolah. Kami berikan bantuan kepada anak tani dengan beasiswa Pemkab Jember,” katanya

Perhatian pemerintah terhadap kehidupan petani, diantaranya diwujudkan dalam bentuk pembelian beras yang dihasilkan petani. Menurut bupati, beras yang menjadi bantuan bagi warga miskin di Jember dibeli pemerintah langsung dari petani. Petani juga bisa menggunakan program hulu hilir untuk penjualan beras yang telah dikemas dengan baik.

Mengenai fungsi Kartu Tani yang dibagikan kepada para petani, dijelaskan bupati, berfungsi sebagai media penyaluran bantuan dari pemerintah kepada petani. “Supaya bantuan yang diberikan kepada tani benar-benar sampai kepada petani, bukan orang yang mengaku sebagai petani. Jaga kartu taninya,” pesan bupati.

Pemerintah juga melakukan verifikasi dan validasi kepada kelompok tani agar bantuan yang diberikan dapat terarah sesuai data yang valid. Sehingga, pengurus kelompok tani dan anggotanya pun benar-benar sebagai petani.

Terkait Hippa (Himpunan Petani Pemakai Air), bupati menjelaskan tugas dalam memelihara saluran air untuk persawahan. Termasuk menetapkan peraturan pengelolaan air irigasi sesuai surat keputusan bupati.(*).

Kategori
Infrastruktur

Pemkab Jember Segera Tuntaskan RTLH Menjadi Rumah Sehat

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam acara sosialisasi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Minggu (08/12/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Masih adanya sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di beberapa wilayah di Kabupaten Jember, mengharuskan Bupati Jember, dr. Faida, MMR, untuk segera mengambil langkah. Bupati akan segera menyelesaikan persoalan RTLH ini untuk dirubah menjadi rumah sehat.

“Semuanya harus menjadi rumah yang sehat. Kami akan habiskan masalah rumah tidak layak huni,” tegas bupati kepada wartawan, dalam acara sosialisasi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Minggu (08/12/2019).

Dalam acara sosialisasi pembangunan RTLH yang diikuti keluarga penerima manfaat dan relawan ini, bupati menjelas, bahwa tahun 2019, pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 4.500 rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat.

Rumah yang mendapat program ini menurut bupati, sesuai kriterianya, adalah yang menempati lahan milik sendiri atau milik keluarga yang diizinkan untuk dibangun. Rumah tersebut juga berlantai tanah.

Pencahayaan ruang tidak ada. Juga tidak ada sanitasi. Penghuninya berpenghasilan kurang dari Rp. 600 ribu. “Diproritaskan keluarga punya anak, karena di dalamnya ada anak-anak yang akan tumbuh. Untuk lansia, akan diberikan pilihan kamar layak huni atau rumah layak huni,” terangnya.

Anggaran perbaikan RTLH, jelas bupati, sebesar Rp. 17,5 juta. Rinciannya, Rp. 15 juta untuk material dan Rp. 2,5 untuk ongkos tukang. Dana ini disalurkan melalui rekening penerima.

Terkait pengerjaan, bupati berpesan agar tidak memainkan hak warga miskin. Seperti peristiwa yang  teah terjadi, ada permainan dengan pemilik toko bangunan.

Kasus tersebut diharapkan tidak terulang lagi. Karena itu, kasus tersebut telah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum atas laporan masyarakat. Pelaku sudah ditindak dan kini ditahan aparat.

Pembangunan rumah sehat ini dikerjakan oleh masayarkat sendiri. Tetapi pemerintah tidak lepas tangan. “Kami menyediakan pendamping di lapangan, yang namanya tenaga fasilitator atau TFL,” terangnya.

Bupati menjelaskan, TFL ini yang direkrut khusus sesuai kompetensinya. Mereka akan mendampingi keluarga penerima manfaat, baik secara teknis maupun administrasi.

Agar pembangunan rumah sehat tersebut berjalan sesuai keinginan masyarakat, bupati berharap ada peran serta masyarakat dengan melaporkan perkembangannya. (*)

Kategori
Infrastruktur

Sampai Tahun 2021, Prioritas Pembangunan PJU di Lima Titik

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, saat sosialisasi pembangunan PJU, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu, (08/12/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk lima lokasi prioritas, harus selesai sampai tahun 2021. Lima lokasi yang penting adanya PJU yakni, jalan utama kabupaten, jalan menuju fasilitas umum, jalan di perumahan-perumahan, jalan menuju pondok pesantren maupun sekolah, dan jalan menuju tempat pariwisata.

“Sampai saat ini, 1.000 sampai 1.500 titik setiap tahun yang dikerjakan,” ungkap Bupati Jember, dr. Faida, MMR, saat sosialisasi pembangunan PJU, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (08/12/2019).

Bupati minta, agar pembangunan PJU itu sesuai dengan peruntukannya, pengusul ikut mengawal pelaksanaan pembangunannya. “Saya meminta pihak yang mengajukan ini juga mengawal,” pinta bupati.

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan  pembangunan PJU, tahun ini bisa mengajukan. Namun, realisasinya baru bisa dilaksanakan pada tahun depan. Bupati juga menegaskan, telah memerintahkan PU Cipta Karya agar mencari pengusul untuk menghindari pergeseran lokasi dari lokasi awal pengusulan, yang berpotensi masalah.

Dalam acara ini para pengusul serta Ketua RT dan RW diundang ke pendapa untuk mendapat sosialisasi rencana pembangunan PJU itu. “Supaya realisasi ini terkawal dengan baik,” tandas bupati.

Sosialisasi itu dilakukan, supaya masyarakat tidak resah menunggu realisasi tahun ini atau tahun depan. Selain juga agar masyarakat tahu, bahwa program PJU ini gratis, tidak ada pungutan apapun.

Ke depan, sosialisasi pembangunan PJU ini akan dilakukan sebelum melakukan survei, sehingga pengusul tidak ragu untuk mengawal sejak survei. (*)

Kategori
Infrastruktur

Pembangunan Gedung SDN Jamintoro 3 yang Rusak Baru Bisa Dilaksanakan Tahun Depan

Bupati Jember dr Faida, MMR, memberikan keterangan terkait pembangunan kembali gedung SDN Jamintoro 3, Kecamatan Sumberbaru yang dibongkar karena kondisinya mengancam keselamatan siswa.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Meski gedung di SD Negeri Jamintoro 3, Kecamatan Sumberbaru, sudah dibongkar dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan menggunakan tenda, namun pembangunan gedung sekolah tersebut tidak bisa dilakukan saat ini. Pembangunan gedung sekolah tersebut baru bisa dilaksanakan dengan anggaran tahun 2020.

Saat ini, meski Pemkab Jember sudah melakukan sosialisasi pembangunan ribuan ruang kelas SD dan SMP, namun untuk SDN Jamintoro 3, hal itu tidak bisa dilakukan. Karena data laporan yang masuk terkait kondisi SDN Jamintoro 3, hanya rusak ringan.

“Meski rusak berat, Pemkab tidak bisa serta merta melakukan pembangunan prioritas, karena data yang masuk ke pemkab kemarin hanya rusak ringan. Padahal kondisi bangunannya ternyata rusak berat sehingga akan dilakukan pembangunan dengan anggaran tahun 2020,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR Selasa (3/12/2019).

Akibat dari dibongkarnya gedung SDN Jamintoro 3 ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dilakukan di tempat lain dengan menggunakan tenda. Pembongkaran gedung sekolah ini terpaksa dilakukan, karena kondisinya mengawatirkan dan mengancam keselamatan siswa.

Bahkan intruksi untuk membongkar gedung SDN Jamintoro 3 ini juga datang dari Bupati Jember. “Kemarin yang memerintahkan bongkar juga kami. Hal ini untuk menjaga keselamatan siswa, sementara siswa sekolah di tenda-tenda darurat dulu,” aku bupati.

Atas kondisi yang tidak menguntungkan untuk KBM ini, bupati memberikan opsi bergabung dengan sekolah terdekat. “Kami kemarin juga memberikan opsi kepada siswa dan wali murid untuk sementara waktu gabung dengan sekolah lain yang terdekat,” ungkapnya.

Opsi yang ditawarkan bupati ini bahkan disertai dengan penyediaan kebutuhan siswa. Termasuk akomodasi transportasi bagi siswa SDN Jamintoro 3 yang bersedia gabung sementara dengan sekolah terdekat.

Meski sekolah terdekat dari SDN Jamintoro 3 berjarak 3 kilometer, Bupati menegaskan Pemkab akan menyiapkan segala kebutuhan siswa, termasuk akomodasi transportasi bagi siswa SDN Jamintoro 3 yang bersedia gabung sementara dengan sekolah terdekat.

“Kita sudah siapkan angkutan gratis untuk siswa dari SDN Jamintoro 3 kalau mau digabung dengan sekolah terdekat lebih dulu, toh nanti mereka juga akan mendapatkan teman baru, sambil menunggu proses pembangunan selesai,” papar bupati.(*).