Kategori
Infrastruktur

Program Desa Terang, Seluruh Pelosok Jember Diharapkan Sudah Teraliri Listrik Pada Akhir 2019

Pemukulan Gong oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menandai dimulainya PDKB-TM (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan – Tegangan Menengah) 2019 PT. PLN (Persero) UID Jawa Timur, di Jalan Sudarman Jember, (26/11/2019) lalu.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Setelah menyelesaikan 26 dusun/desa dari 76 dusun yang belum teraliri sambungan listrik, diharapkan hingga akhir tahun ini seluruh desa sudah teraliri listrik PLN. Harapan ini disampaikan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berkaitan dengan peningkatan pelayanan PLN dan program Pemerintah Kabupaten Jember yaitu Desa Terang atau Dusun Terang.

Dikatakan wabup, sampai bulan Oktober lalu masih ada sekitar 76 dusun yang belum teraliri listrik. Kondisi ini akan segera diatasi lewat pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten Jember yaitu Desa Terang atau Dusun Terang.

“Sekarang sudah sisa lima puluhan dusun atau desa yang akan dituntaskan. Diharapkan PLN bisa menuntaskan pada akhir tahun ini,” harap Wabup Muqit Arief.

Wabup juga sangat mengapresiasi kinerja PT PLN (Persero) dalam menangani gangguan. Bahkan peningkatan kerja ini dinilainya luar biasa.

“Sekarang PLN dalam menangani gangguan, luar biasa. Tidak perlu lagi mematikan jaringan dalam keadaan bertegangan, perbaikan bisa langsung dilaksanakan,” kata wabup.

Peningkatan kemampuan dalam penangan masalah oleh PLN ini, dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena ebelumnya, setiap akan ada perbaikan, selalu diawali dengan pengumuman pemadaman.

“Tapi untuk sekarang sudah tidak lagi. Ini menjadi sangat penting manfaatnya bagi masyarakat, sangat dirasakan,” ujarnya.

Wabup berpesan, persoalan yang dihadapi PLN hendaknya dianggap persoalan bersama. Seperti gangguan listrik yang lebih banyak disebabkan oleh pepohonan dan alam. Masyarakat bisa berperan agar gangguan seperti ini tidak terjadi.

Selain kemampuan penanganan gangguan, wabup juga mengapresiasi pegawai PLN yang telah menyisihkan sebagian penghasilannya untuk pasang baru listrik kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, PLN juga punya program sambungan baru dengan hanya membayar pendaftaran Rp. 69 ribu, masyarakat sudah bisa menikmati listrik.

” Sedang untuk disanya bisa diangsur. Banyak sekali peningkatan pelayanan pada masyarakat,” ungkap wabup.

Untuk diketahui, PDKB-TM merupakan pekerjaan dalam keadaan bertegangan. Salah satunya pemeliharaan instalasi tua dan yang hampir rusak tanpa melakukan pemadaman listrik.

Jember dipilih sebagai tempat Apel Bakti PDKB-TM, karena pertumbuhannya dinilai sangat luar biasa. Jember bahkan juga menjadi sentral pertumbuhan, baik dalam kultur maupun mekanisasi.

“PLN juga siap mendukung setiap investasi yang ada di Jember dan melistrikkan program Jember yaitu Desa Terang atau Dusun Terang,” tegasnya. (*).

Kategori
Infrastruktur

Hindari Kesimpangsiuran Pelaksanaan Rehabilitasi Sekolah, Bupati Jember Undang Kepsek, Komite dan Wali Murid

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara sosialisasi rehabilitasi gedung SD dan SMP di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Senin (25/11/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam pelaksanaan rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Pemerintah Kabupaten Jember, menggelar sosialisasi atas rencana pembangunan gedung sekolah tersebut. Pembangunan ruang kelas ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jember.

Rehabilitasi ini dilakukan terhadap semua gedung sekolah dasar dan menengah pertama, baik negeri maupun swasta. Perbaikan infrastruktur di sekolahan itu dilakukan setelah pemerintah menerima proposal pengajuan rehabilitasi.

Peserta sosialisasi berasal dari kalangan kepala sekolah (kepsek), komite sekolah, dan wali murid. “Sekolah yang sebelumnya mengajukan proposal kepada bupati untuk perbaikan ruang kelas rusak berat dan untuk pengadaan laboratorium, juga perpustakaan,” ungkap Bupati Jember, dr. Faida, MMR, kepada wartawan usai acara sosialisasi di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Senin (25/11/2019).

Dijelaskan bupati, bahwa semua proposal yang masuk pendopo, akan diproses untuk dapat direalisasikan. Sedang yang baru masuk akan disusulkan.

“Sekolah di Jember, baik negeri maupun swasta, berhak mendapatkan kesempatan yang sama karena ini untuk menunjang program pendidikan gratis di Kabupaten Jember,” tandas bupati.

Dikatakan, dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini juga sebagai upaya menghindari terjadinya upaya pungutan liar. Karena tidak menutup kemungkinan, ada upaya dari pihak tertentu untuk melakukan tindak pungli mengiringi pelaksanaan pembangunan.

Tahun ini renovasi akan dilakukan terhadap 615 ruang kelas yang rusak berat. Pembangunan ini akan dituntaskan sampai awal tahun 2020. Sedang sisanya yang lebih dari 400 ruang kelas, akan diselesaikan tahun 2020.

Rehabilitasi tersebut dilaksanakan untuk tahun 2019 dan tahun 2020. Sumber anggaran berasal dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dan DAU (Dana Alokasi Umum) APBD Kabupaten Jember.

Mengingat bersumber yang digunakan berasal dari anggaran pemerintah, bupati menegaskan, tidak memerlukan biaya tambahan yang dibebankan kepada pihak sekolah. “Tidak perlu ada yang membayar. Tidak ada pelicin. Pungli harus dihentikan dan dihadang dengan sosialisasi seperti ini,” tegasnya.

Bahkan untuk melawan praktik pungli itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah membuat tim yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Supaya menghindari bayar membayar untuk mengentri data bantuan. Sehingga, dengan adanya tim ini seluruh kebutuhan pendidikan di Kabupaten Jember dapat terdata dengan baik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga menjelaskan adanya lomba penyelenggaraan Kantin Bela Negara di seribu sekolah di Kabupaten Jember. Lomba ini akan digelar pada akhir tahun.

Desain kantin ini dibuat oleh arsitektur di Kabupaten Jember. Sedang untuk jurinya, adalah para siswa yang menikmatinya.

Sekolah yang ikut lomba ini harus memenuhi syarat, yakni siswanya 100 persen telah mendapatkan imunisasi. Di kantin tersebut hanya menjual produk-produk local, utamanya dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Jember. (*).

Kategori
Infrastruktur

Pentingnya Revitalisasi Pasar Tradisional Sebagai Pusat Perputaran Ekonomi Masyarakat

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara sosialisasi revitalisasi pasar di Aula PB Soedirman, Pemkab Jember, Senin (25/11/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Program evitalisasi pasar tradisional terus bergulir. Kali ini giliran Pasar Kalisat, Gebang, Bungur, Tegal Besar, Petung, dan Mangli yang akan menjalani revitalisasi.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., kembali Revitaliasi pasar tradisional yang menjadi pusat ekonomi kerakyatan ini, merupakan realisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember. Realisasi janji kerja ke delapan ini masuk dalam kelompok Jember Mandiri.

Pembangunan kembali pasar tradisional merupakan sebuah keharusan yang mesti dilakukan, demi kenyamanan dan keamanan pedagang dan pembeli. Terlebih adanya persaingan dengan toko modern.

“Pembangunan pasar dirasa penting, karena perputaran ekonomi masyarakat berlangsung di pasar dan tempat masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara sosialisasi revitalisasi pasar di Aula PB Soedirman, Pemkab Jember, Senin (25/11/2019).

Saat ini kebanyakan orang sudah bisa berbelanja ke toko modern. Membeli sayur, buah, dan ikan juga bisa dilakukan secara daring atau online.

Harganya pun bersaing. Pembelinya pun juga tidak kepanasan dan kehujanan. Bahkan pembeli juga tidak harus melewati jalan becek.

Karena itu, apabila pasar di Jember tidak segera diperbaiki mulai sekarang, maka pasar yang menopang hidup orang banyak ini bakal kehilangan palanggan. Hingga akhirnya, pedaganganya bangkrut.

Dalam membangun pasar ini, pemerintah menggunakan standar nasional. Standar ini mensyaratkan kiosnya tidak menutupi arah angin, sehingga ada sirkulasi udaranya. Kamar mandinya pun bersih.

Kios pedagang tidak gelap, sertidaknya kebutuhan cahaya terpenuhi. Akses jalan bisa dilalui oleh lansia atau difabel.

Kios penjual dipisah sesuai produk yang dijual. “Penjual di pasar-pasar ini akan ditata sesuai produk yang dijualnya.

Biaya pembangunan pasar ini berasal dari APBD Kabupaten Jember. Karena itu bupati mengingatkan para pedagang pasar tidak perlu membayar ke seseorang yang menarik bayaran untuk kios maupun lainnya. “Jangan sampai diberi, itu adalah pungli,” tegasnya.

Kios-kios yang ada di pasar tidak diperjualbelikan atau disewakan. Untuk hal ini ada seleksi resmi bagi pedagang yang hendak menempatinya.

Nantinya, setiap pedagang akan mengisi kartu pemakaian tempat usaha. Kios yang dibangun bukan milik pedagang atau manteri pasar, tetapi milik Pemerintah Kabupaten Jember yang dipinjamkan untuk para pedagang dalam menjalankan usahanya.

Para pedagang juga diingatkan, agar rutin membayar retribusi. Sebab, apabila selama tiga kali berturut-turut tidak membayar, maka kios yang ditempatinya ditarik pemerintah.(*).

Kategori
Infrastruktur

Siji Omah Siji Pam, Program PDAM Jember untuk Tingkatkan Cakupan Layanan Air Minum Bersih

Wawancara calon penerima program sambungan air minum ke rumah gratis di Pendopo Wahya Wibawagraha, Selasa (12//11/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Jember, terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Terbaru, upaya ini dilakukan melalui program “Siji Omah Siji Pam”.

Pelaksanaan program ini sudah memasuki tahap wawancara kepada sekitar 1.000 orang yang akan menerima program sambungan air minum ke rumah secara gratis. Selain wawancara, pada kegiatan ini PDAM juga melakukan validasi data peserta yang bakal menerima program Siji Omah Siji Pam.

Program Siji Omah Siji Pam merupakan upaya meningkatkan cakupan pelayanan air minum atau air bersih di Kabupaten Jember. Sumber anggaran dari APBD Kabupaten Jember tahun 2019.

Sasaran prioritas program ini yaitu masyarakat yang memiliki balita stunting atau kerdil, difabel, guru bantu, guru ngaji, takmir masjid dan kaum duafa. Proses wawancara berlangsung di Pendopo Wahya Wibawagraha, mulai 8 – 15 November 2019.

“Semua kelompok ini termasuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah,” terang Adi Setyawan, Direktur PDAM, ditemui di Pendopo Wahya Wibawagraha, Selasa (12//11/2019).

AProgram ini, lanjut Adi, sebenarnya replikasi dan perluasan dari program yang dibiayai oleh APBN atau dari pemerintah pusat. Untuk mengikuti program ini, warga harus memenuhi syarat.

Diantaranya, rumahnya tidak bertingkat, listrik di bawah 1300 volt. “Ini memudahkan masyarakat, karena sambungan air minum rumah ini gratis, tidak dipungut biaya satu sen pun,” ungkapnya.

Mengenai proses wawancara dan validasi data, dikatakan, warga yang belum menjalani wawancara sesuai jadual pada undangan, masih bisa ikut wawancara pada hari berikutnya sampai 15 November. “Termasuk warga yang belum mendaftar dalam program ini, kami masih membuka pintu lebar-lebar untuk bisa mendaftar langsung di pendopo,” ungkapnya.

Setelah wawancara akan ada pemasangan saluran, yang didahului verifikasi oleh inspektorat  dan tim. Setelah itu salurannya dipasang. Warga tetap membayar biaya bulannnya, tetapi sangat murah.

Diharapkan, program pemasangan saluran air minum gratis pertama di Indonesia ini bisa dinikmati oleh masyarakat. “Masyarakat bisa menikmati akses air bersih secara layak dan secara baik,” imbuhnya. (*)

Kategori
Infrastruktur

Sertakan Keluarga Penerima Manfaat dalam Sosialisasi di Pendopo, Agar Yakin Program Rumah Sehat Memang untuk Masyarakat

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, menyalami keluarga penerima manfaat, dalam acara sosialisasi program perbaikan RLTH, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (04/11/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sosialisasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Sehat, perlu dilakukan, agar masyarakat tahu, bahwa program itu memang untyuk masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Jember, dr. Faida. MMR, kepada keluarga penerima manfaat, dalam acara sosialisasi program perbaikan RLTH, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (04/11/2019).

Hal ini perlu disosialisasi supaya masyarakat yakin bahwa program ini memang untuk masyarakat,” terang Bupati Faida.

Penyelenggaraan perbaikan rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat yang dilaksanakan Pemkab Jember tahun ini sebanyak 4.426 unit. Anggaran perbaikan berasal dari DAK, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan APBD Pemerintah Kabupaten Jember.
@
Rinciannya, rehabilitasi RTLH TMMD sebanyak 20 unit telah selesai. Rumah yang sedang dalam pembangunan yaitu BSPS strategis T-1 sebanyak 710 unit, BSPS strategis T-0 sebanyak 660 unit, BSPS NAHP sebanyak 500 unit, RLTH DAK sebanyak 170 unit, dan RLTH APBD Kabupaten Jember sebanyak 2.366 unit.

Menurut bupati, program ini adalah program stimulan agar memicu penerima manfaat memperbaiki rumahnya. Apabila ada pihak yang membantu menambah material supaya kualitasnya tambah baik, itu diperkenankan.

Tenaga perbaikan RTLH ini dilakukan secara gotong royong. Sedangkan anggarannya, masing-masing rumah tangga mendapatkan Rp. 17,5 juta.

Sosialisasi program ini juga untuk memastikan agar tidak sampai terjadi pungutan liar. “Saya berharap, untuk tahun ini benar-benar tidak ada pungli untuk rumah-rumah tidak layak huni,” katanya.

Bupati juga meminta pendampingan Forkopimda termasuk dari Kajari, Dandim, dan Kapolres untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini. “Ini dipersembahkan untuk masyarakat duafa yang perlu pendampingan lebih serius,” imbuhnya.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah tidak layak huni: aman, memenuhi syarat kesehatan, luas sesuai ketentuan yaitu sembilan meter persegi per penghuni.

Penerima bantuan ini berpenghasilan Rp. 600 ribu setiap bulan. Penerima juga memiliki tanah sendiri atau tanah keluarga yang diperbolehkan untuk dibangun dan ditinggali penerima.

Sementara itu, Dandim 0824 Jember, Letkol Inf. Laode M. Nurdin, menyampaikan, program RTLH adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah untuk masyarakat Jember. “Kepedulian ini tidak tumbuh dengan sendirinya, pasti ada keikhlasan, karena dari rakyat untuk rakyat,” ujarnya.

Dandim juga menyatakan siap membantu Bupati Jember dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergitas peran kita dengan pemerintah selalu berjalan seirama, dengan tujuan untuk meningkatkan tempat huni yang layak untuk masyarakat,” terangnya. (*)

Kategori
Infrastruktur

Revitalisasi Pasar, Dibuat Bertahap Agar tidak Menghambat Pedagang dalam Berjualan

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, saat memberi penjelasan kepada pedagang dalam acar Sosialisasi Pembangunan Pasar di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin (28/10/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember, dr. Faida. MMR, mengatakan, pembangunan pasar tradisional tahun ini, sengaja dilakukan secara bertahap, agar tidak menghambat pedagang dalam berjualan. Dengan cara seperti itu, pembangunan pasar yang diarahkan untuk memenuhi standar nasional Indonesia, bisa berjalan seperti yang diharapkan.

Dalam pasar sesuai standar nasional Indonesia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, kios tidak boleh menutup arah angin, dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang bagus.

Kedua, fasilitas pasar bisa diakses oleh siapa saja, termasuk lansia dan penyandang difabel. Kios penjual dipisah sesuai dengan produk yang dijual. Ada zonasi berdasar barang dagangan.

Para pedagang nantinya juga akan mendapatkan kartu pemakaian kios. Kartu ini hanya hanya sebagai bukti pemakaian kios, dan bukan tanda kepemilikan

“Perlu diingat, kartu ini kartu pemakaian, bukan kartu pemilik. Artinya, kios ini dipinjamkan, tidak untuk disewakan. Apalagi disewakan kepada orang lain,” pesan Bupati Jember, dr. Faida. MMR, saat bertemu dengan ribuan pedagang di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin (28/10/2019).

Dalam pertemuan itu, bupati juga mengungkap besaran anggaran yang digunakan untuk merevitalisasi pasar tradisional. Anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan sarana dan prasarana bagi pedagang di tingkat menengah ke bawah ini mencapai Rp. 189 miliar.

Besaran anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Jember itu, lanjut bupati, untuk merevitalisasi pasar tradisional sejak tahun 2018 hingga 2019. Bupati berharap, revitalisasi pasar tradisional ini dapat berjalan lancar dan diberi kemudahan dan ridho dari Allah  SWT.

Untuk diketahui, pembangunan pasar tradisional oleh Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan dr. Hj. Faida, MMR. dan Drs. KH. Abdul Muqit Arief, ini sebagai realisasi dari Janji Kerja untuk merevitalisasi pasar tradisionall sejak 2018. Tahun ini, revitalisasi pasar tradisional kembali dilaksanakan.

Dalam acara yang berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember itu, Bupati Jember bertemu dengan pedagang Pasar Sukosari, Balung Lama, Sukorejo, Kepatihan, Rambipuji, dan Tanggul. Pada pertemuan itu dijelaskan tentang program pembangunan pasar tahun 2019. (*).

Kategori
Infrastruktur

Pangdiv 2 Kostrad Mengapresiasi Inisiatif Danbrig 9 yang Mendapat Dukungan dari Bupati Jember

Pangdiv 2 Kostrad, Mayjend TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (HAN), foto bersama Bupati Jember, dr. Faida. MMR usai membuka Lapangan Tembak Dharaka Yudha, di Markas Brigif Raider, 9, Kamis (24/10/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Inisiatif pembuatan lapangan tembak oleh Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 9, Kolonel Inf Andreas Nanang Dwi Prastowo, S.IP, mendapat apresiasi dari Pangdiv 2 Kostrad, Mayjend TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (HAN). Apresiasi ini disampaikan, saat Pangkostrad melakukan kunjungan kerjanya ke markas Brigade Infantri Raider 9.

“Beliau ini penuh inisiatif yang didukung oleh Bupati beserta Forkopimda lainnya. Sehingga terlaksanalah lapangan tembak ini yang bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan dengan masyarakat lainnya,” ujar Mayjend TNI Tri Yuniarto, dalam acara pembukaan Lapangan tembak pistol di Brigrif 9/Dharaka Yudha, Kamis, 24 Oktober 2019.

Lapangan tembak yang dibuat di markas Brigif 9, lanjut Tri Yuniarto, bisa digunakan untuk kegiatan penjaringan atlet menembak dan penjaringan atlet panahan. “Tempat yang sudah dibangun ini memang belum sempurna, tapi lambat laun pasti akan kita sempurnakan dan bisa digunakan secara maksimal,” tandas Mayjend Tri Yuniarto, dalam kunjungan berkalanya ke Brigif Raider 9 untuk melihat kesiapan satuan jajaran yang dipimpinnya, sekaligus meresmikan Lapangan Tembak Dharaka Yudha.

Sementara atas dibukanya Lapangan Tembak Dharaka Yudha di komplek Brigif Raider 9 itu, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menyambutnya dengan dukungan penuh. Karena hal itu bisa menjadi tambahan fasilitas olahraga dan wisata edukasi di Kabupaten Jember. “Dan saya berharap lapangan yang disediakan ini akan menjadi satu destinasi wisata baru di Kabupaten Jember,” kata Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR.

Lapangan tembak ini diharapkan bisa juga dimanfaatkan untuk anak-anak sekolah dan masyarakat sipil. Ini supaya mereka bisa dekat dengan olahraga menembak dan bisa menikmati wisata edukasi menembak.

Kedepan, Bupati Faida, menyatakan, akan berkomunikasi dengan Koni dan Perbakin, untuk memanfaatkan secara bersama-sama lapangan tembak itu. “Bagaimana kita menitipkan dan memanfaatkan fasilitas yang ada bersama-sama. Kita gunakan bersama-sama untuk kepentingan bersama,” katanya.

Bupati mengungkapkan akan memberikan dukungan untuk fasilitas yang digunakan bersama masyarakat ini. “Karena yang kami dukung sejatinya bukan Dharaka Yudhanya, tetapi yang kami dukung adalah atlet-atlet Jember dan masyarakat Jember,” ungkap Bupati.

“Saya berterimakasih karena brigif telah menganbil peran nyata membangun Jember bersama-sama,” imbuh Bupati Faida, yang pada acara itu juga berkesempatan menanam bibit Alpukat Aligator dan meninjau SD Kartika.(*).

Kategori
Infrastruktur

Bupati Jember Kembali Ingatkan Pedagang, Agar Menaati Kewajibannya Membayar Retribusi

.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, dalam acara Sosialisasi Pembangunan Pasar, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Rabu (23/10/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, menegaskan, agar para pedagang menaati kewajiban membayar retribusi secara rutin. Sebab, jika tidak membayar retribusi selama tiga bulan,
maka kios yang ditempati akan ditarik untuk dialihkan ke pedagang lain.

Demikian pula apabila kios tersebut sudah tidak ditempati, maka harus dikembalikan kepada pemerintah. “Bila kios tersebut disewakan, maka pemerintah akan menarik hak penggunaannya. Sebab, pedagang hanya diberi izin untuk memakai berdagang. Bukan disewakan kepada orang lain,” pesan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, kepada para pedang dalam acara Sosialisasi Pembangunan Pasar, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Rabu (23/10/2019).

Sosialisasi pembangunan pasar ini dilakukan, karena Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan dr. Hj. Faida, MMR dan Drs. KH. Abdul Muqit Arief akan kembali melakukan revitalisasi pasar tradisional. Pada tahun ini, ada 16 pasar yang akan direvitalisasi.

Untuk sesi pertama sosialisasi ini mengundang pedagang dari lima pasar. Lebih dari seribu pedagang tersebut berasal dari Pasar Balung, Gumukmas, Patrang, Jenggawah, dan Sukowono.

Dijelaskan bupati, bahwa revitalisasi pasar merupakan program nasional dari Presiden, yaitu merevitalisasi 5.000 pasar. Di Kabupaten Jember, revitalisasi pasar rakyat ini merupakan realisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati.

“Ini didanai sepenuhnya oleh APBD Kabupaten Jember. Oleh karenanya, semua pedagang yang kiosnya atau tokonya diperbaiki tidak perlu bayar urunan supaya pasarnya dibangun,” terang bupati.

Hal itu berbeda dengan retribusi pasar. Sebab, retribusi ini merupakan kewajiban para pedagang di pasar sesuai dengan peraturan daerah. Uang yang ditarik melalui retribusi ini masuk ke kas pemerintah kabupaten.

Karena didanai APBD Kabupaten Jember, Bupati menegaskan agar para pedagang menolak permintaan uang dari seseorang terkait pembangunan pasar, meski dengan dalih apapun.

“Tolak! Jangan ada yang dikasih. Kami tegaskan, tidak ada bayar membayar karena semuanya sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Jember,” tandasnya.

Pasar, lanjut Bupati, merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi suatu daerah. Perekonomian rakyat juga berputar di pasar. “Setiap hari begitu banyak orang pergi ke pasar, tapi pasar kita dari jaman dulu becek dan bocor,” ulasnya.

Selain merevitalisasi, program ini sekaligus menata ulang zona pedagang agar lebih rapi dan memudahkan pembeli mencari kebutuhannya.

“Insya Allah akhir tahun selesai. Semoga lancar semua, sehingga tuntas untuk urusan revitalisasi. Kecuali Pasar Tanjung, karena diperlukan beberapa tahapan,” jelasnya.

Revitalisasi yang dilaksanakan pada tahap ini merupakan awal. Sebab, pada tahun 2020 masih akan menyempurnakan pasar-pasar tersebut untuk memenuhi standar nasional pasar.

Dengan standard tersebut, pasar di Jember akan memiliki berbagai fasilitas penunjang yang memadai bagi pedagang maupun pengunjung dan pembeli.

Standar nasional pasar tersebut, masih terang Bupati, membuat pasar tradisional menjadi lebih modern. Syarat untuk memenuhi standar itu diantaranya sirkulasi udara dan pencahayaan yang bagus.

Pasar juga harus bisa diakses oleh lansia dan penyandang disabilitas. Penempatan pedagang sesuai dengan produk, tempat ibadah, serta ruang terbuka hijau. “Standar dibuat untuk diikuti,” tegasnya.

“Boleh pasarnya di desa, tapi standarnya nasional. Ini supaya bisa bersaing. Walaupun pasar rakyat, pasar kita tidak boleh menjadi pasar yang becek,” tandasnya.(*).

Kategori
Infrastruktur

Pemprov Jatim Segera Petakan Kelanjutan Pembangunan Jalur Lintas Selatan

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam acara pelantikan Taruna SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akan segera memetakan kelanjutan pembangunan Jalur Lintas Selatan, yang berada di kawasan pantai selatan Pulau Jawa bagian timur. Ada beberapa daerah yang mendapat prioritas penanganan untuk penyelesaian kelanjutan pembangunan JLS itu.

“Lotnya ada 4, yang didanai Islamic Devolepment Bank. Ada yang di Malang, Lumajang terusan Jember, ada yang di Blitar, Trenggalek, Tulung Agung,” ujar Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, kepada sejumlah wartawan, dalam acara pelantikan Taruna SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, beberapa waktu lalu.

Empat lot pembangunan lanjutan JLS ini, menurut Emil, akan segera dipetakan untuk dilaksanakan dalam lima tahun ke depan. “Ibu gubernur (Khofifah Indar Parawansa,red) memetakan, mana saja yang dijadikan prioritas untuk dilaksanakan dalam lima tahun ke depan, sehingga tersambung semua,” jelasnya.

Pemprov ingin segera menyelesaikan jalan (JLS) yang menghubungkan Puger dengan wilayah Lumajang. Setelah Puger – Lumajang tuntas, pembanguan akan diteruskan hingga Glenmore, Banyuwangi.

“Jadi kita ingin menghubungkan Puger ke arah Lumajang bisa tuntas, dan untuk jangka panjang ke arah Glenmore. Dampit ke arah Lumajang jadi prioritas untuk dibenahi,” paparnya.

Dikatakan, untuk penyelesaian pembangunan JLS, tidak mungkin mengandalkan anggaran dari propinsi. “Makanya kami mencoba ini kita komunikasikan dengan pusat, strategi pembiayaan apa yang akan dilakukan,” imbuhnya. (**UL).

Kategori
Infrastruktur

Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk 6 Kabupaten, RS dr Soebandi Jember Bangun Gedung Poliklinik 4 Lantai

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, memberikan helm keselamatan kepada pekerja bangunan dalam acara peletakan batu pertama oembangunan gedung poliklinik terpadu 4 lantai di RS Soebandi, Jember, Jumat (18/10/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan untuk enam kabupaten di kawasan timur Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jember, membangun gedung poliklinik empat lantai di RS dr Soebandi. Poliklinik terpadu ini menurut Direktur RS dr. Soebandi, dr. Hendro Soelistijono, MM, M.Kes, akan digunakan untuk rawat jalan pasien yang dirujuk ke RS dr. Soebandi.

Dengan dibangunnya gedung empat lantai ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di enam kabupaten wilayah timur Jawa Timur dapat terpenuhi maksimal. “Ini nanti untuk melayani enam kabupaten, yakni Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang, serta Jember sendiri,” terang Hendro 

Pelaksanaan pembangunan gedung poliklinik empat lantai di RS dr Soebandi, dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. Acara peletakan batu pertama poliklinik terpadu di RS dr Soebandi ini, juga diisi dengan sarapan bersama bersama sekitar 100 tukang yang mengerjakan pembangunan gedung tersebut.

“Kami slametan dengan 100 orang tukang, dengan forkopimda, serta jajaran rumah sakit. Ini menunjukkan bahwa gedung ini akan kita dukung bersama-sama, karena gedung ini akan membuat kualitas pelayanan kesehatan di Jember dan sekitarnya lebih baik,” ujar Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung poliklinik 4 lantai di RS Soebandi, Jember, Jumat (18/10/2019).

Pembangunan gedung rawat jalan ini, lanjut Bupati, bukan hanya untuk masyarakat Jember, tapi juga menjadi rujukan Jawa Timur bagian timur. “Gedung ini akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama ini akan membangun konstruksinya. Pada akhir tahun belum jadi gedung sempurna, tapi konstruksinya jadi,” jelas bupati

Pengoperasian gedung untuk melayani pasien, baru bisa dilakukan di tahun depan, setelah proses pembangunannya rampung. “Bangunan ini akan selesai tahun depan untuk tahap kedua, karena tahun ini sampai akhir tahun tetap anggaran tahun 2019 akan menyelesaikan tahap konstruksi dengan biaya 12 miliar,” terangnya.

Anggaran yang akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan gedung di tahun depan, direncanakan sebesar Rp. 86 miliar. “Sehingga nanti akan bisa digunakan setelah tahun depan,” imbuhnya.

Bupati berharap, pembangunan tahap pertama tahun ini, bisa berjalan sesuai harapan dan mendapatkan ridho Alloh SWT. “Di sini bukan sekedar bekerja, tapi kita semua hadir di sini untuk beribadah,” imbuh Bupati Faida. (*).