Kategori
Pendidikan

Rencana Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021, Bupati Faida Minta Tim Satgas Covid-19 Cek Kesiapan Sekolah

Bupati Jember, dr. Hj Faida, MMR, dalam rapat koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Jember, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (06/12/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Bupati Jember, dr. Hj Faida, MMR, memastikan, proses belajar mengajar dengan tatap muka akan dibuka. Hanya saja, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, bupati masih akan melihat persiapan setiap sekolah terkait kelengkapan fasilitas protokol kesehatan.

“Januari tahun depan ada kemungkinan di sebagian wilayah kita sudah bisa memulai pembelajaran tatap muka,” ujar Bupati Jember, dr. Hj Faida, MMR, dalam acara rapat koordinasi Penanganan Covid-19 usai cuti kampanye, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (06/12/2020).

Pernyataan yang disampaikan Bupati Faida, ini sebagai respon atas keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud) Nadiem Makarim yang mempersilahkan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) ini masih perlu ada persetujuan dari kepala daerah masing-masing.

“Saya juga meminta dari tim untuk mengecek keadaan di lapangan, persiapan masing-masing sekolah, baik negeri maupun swasta. Termasuk kondisi-kondisi wastafel yang dipasang difasilitas umum dan pondok pesantren,” tegasnya.

Hanya saja, kendati kepala daerah diberi kewenangan untuk membuka KBM tatap muka, tetapi proses pembelajarannya tetap harus dilaksanakan dengan aturan yang ketat. Ketentuan itu diantaranya, selain harus ada persetujuan dari kepala daerah/kanwil/kantor kemenag, kepala sekolah dan komite sekolah juga harus memberikan persetujuan.

Pun demikian, pihak sekolah juga harus memastikan sarana dan prasarana protokol kesehatan lengkap dan berfungsi baik serta menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak aman). Bupati Faida juga meminta bantuan dari TNI dan Polri untuk bersinergi, mengecek bersama-sama di lapangan.

Hasil pantauan tim gabungan nantinya akan digunakan sebagai data dan menjadi acuan langkah kebijakan selanjutnya. (*).

 977 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19, DP3AKB Jember Menunggu Hasil Kajian Kemendikbud

Kasubag Umum dan Kepegawaian, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Josias Anto Budi Nugroho.

Jember.LONTARNEWS.COM. Rencana penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi Covid-19, mendapat perhatian dari banyak kalangan. Ada yang menilai KBM tatap muka perlu dilakukan, karena dapat menciptakan hubungan emosional antara siswa dengan guru

Sehingga anak bisa berkomunikasi langsung dengan gurunya, terutama saat menghadapi masalah. Begitu pun para guru bisa memberikan bimbingan langsung kepada anak-anak didiknya.

Namun begitu, banyak diantara anggota masyarakat yang masih punya rasa khawatir atas rencana penyelenggaraan KBM dengan cara tatap muka langsung itu. Mereka khawatir jaminan protokol kesehatan yang harus terapkan pada masa pandemi ini, tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Terkait rencana penyelenggaraan KBM tatap muka ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencan (DP3AKB) Pemkab Jember, melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian, Josias Anto Budi Nugroho, menyatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada Satgas Covid-19 dan Kemendikbud atas rencana dibukanya kembali KBM di sekolah pada awal tahun 2021 itu. Anto percaya, keputusan bersama (SKB) yang dibuat Mentri Pendidikan, Mentri Agama, Mentri Kesehatan dan Mentri Dalam Negri (Mendagri) itu sudah melalui kajian dan pertimbangan matang.

“Saya menyerahkan semua itu pada Gugus Tugas dan pihak terkait. Bagaimana pengawasannya atas persedian perlengkapan protokol kesehatan, seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan dan aturan menjaga jarak,” ujar Anto, Selasa (01/12/2020).

Hanya saja untuk rencana ini, Anto mengaku masih perlu melihat hasil kajian Kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) itu sendiri. Sebab, kabar yang beredar hal tersebut juga ditentukan oleh pemerintah daerah masing masing.

“Dispendik Jember sendiri kan juga sudah siap atas diberlakukan belajar tatap muka mulai awal  tahun depan. Jadi tinggal nunggu saja kajian dari Kemendikbud terkait pelaksanaannya nanti, intinya kita serahkan pada Gugus Tugas yang lebih berhak,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejak terjadinya pandemi Covid-19, proses KBM di sekolah dihentikan. Pemerintah menginstruksikan agar proses KBM dilaksanakan secara daring.

Pembelajaran via online ini menjadi pilihan, karena dinilai paling memungkinkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 kepada  peserta didik. “Memang sistem belajar online bisa mengantisipasi kerumunan anak-anak. Saya pernah dimintai persetujuan sekolah untuk anak saya, tapi tidak saya setujui. Selama status pademi untuk Covid-19 belum dicabut, saya tetap khawatir dengan keselamatan anak,” paparnya.(*).

 297 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

Sebelum Dimulai, Pembelajaran Tatap Muka Akan Dimintakan Persetujuan Orang Tua dan Komite Sekolah Terlebih Dahulu

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember

Jember.LONTARNEWS.COM. Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri  dengan Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, Dinas Pendidikan, Kabupaten Jember, akan segera membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka. Pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 ini, rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2021.

“Saya terima kasih kepada pemerintah yang mengijinkan proses KBM. Namun sebelum pelaksanaan, masih perlu dapat persetujuan orang tua atau wali murid dan komite sekolah, mengingat sekarang ini masih masa pandemi,” jelas Suko Winarno, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, saat ditemui di kantornya, Jumat (27/11/2020).

Soal pembelajaran tata muka ini, Suko mengaku, pihaknya telah menyusun rencana pelaksanaannya, baik teknis maupun non teknis. Salah satunya, bagaimana teknis penyelenggaraannya serta pembatasan volume rombongan belajar yang dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah murid.

“Namun belum final, masih berupa konsep yang akan diajukan kepada bupati, inshaa Alloh satu dua hari. Kalau bupati menyetujui, kita akan mengumpulkan Pengawas Bina di wilayah masing-masing dan memberikan penjelasan untuk dilanjutkan ke guru dan orang tua atau wali murid,” jelasnya

Mengenai teknis KBM di zona merah, Suko mengaku, masih menunggu petunjuk teknis diantara wilayah (kecamatan) yang masuk zona merah. Jika ada sekolah di desa atau kelurahan yang tidak memiliki resiko tinggi, maka proses KBM bisa dilaksanakan di sekolah tersebut.

“Untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Jember seluruhnya sejumlah 906. Sedangkan Sekolah Tingkat Pertama Negeri (SMTP) sejumlah 94, dan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat, itu domainnya propinsi,”paparnya. (*).

 549 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

Deklarasi SRA TK, Lingkungan Pendidikan Akan Menentukan Cara Berpikir Anak Kelak Setelah Dewasa

Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (11/11/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Lingkungan pendidikan yang ramah, inklusi, bersih, tanpa kekerasan, tanpa perundungan (bully), dan diskriminasi akan menentukan cara berpikir anak kelak setelah dewasa. Begitupun jika sejak masa kanak-kanak sudah terbiasa bergaul dengan yang berbeda suku atau agama, saat dewasa mereka akan terbiasa menghadapi perbedaan.

“Jika anak suku Jawa kumpul dengan suku Madura, bahkan berbeda agama sekalipun, maka anak sudah tidak perlu lagi diajari bhinneka tunggal ika,” terang Plt. Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, dalam acara deklarasi sekolah ramah anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (11/11/2020).

Dikatakan, bahwa perlindungan anak terhadap berbagai upaya eksploitasi, diskriminasi, perundungan, dan kekerasan yang terjadi dalam ruang lingkup pendidikan anak, merupakan tanggungjawab bersama. “Program SRA dalam ruang lingkup pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, perlu keseimbangan dan kerjasama berbagai pihak,” imbaunya.

Sebagaimana tertuang dalam Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni pendidikan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sebab itu para guru dan kepala sekolah juga harus ikut serta menyosialisasikan program SRA kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua.

“Jika sudah bersinergi, insya Allah sukses.
Mendidik anak itu harus memiliki kemampuan tersendiri, jangan sampai kita pendidik berfikir dewasa mendidik anak, seharusnya kita berfikir sesuai dengan alam kehidupan mereka,” tandasnya. (*).

 340 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

PGRI Jember Diharapkan Ciptakan Suasana Baru dalam Dunia Pendidikan

Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Kabupaten Jember tahun 2020, di Aula PGRI, Selasa (10/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember diharapkan menciptakan suasana baru dalam dunia pendidikan. Harapan ini disampaikan Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Kabupaten Jember tahun 2020, di Aula PGRI, Selasa (10/11/2020).

Dalam sambutannya, Kiai Muqit, panggilan KH Muqit Arief, berharap, forum konkerkab yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi anggota PGRI dan masyarakat Jember. “Dan menciptakan suasana baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Jember,” pintanya.

Sebagai organisasi profesi yang beranggotakan para guru, menurut Kiai Muqit, PGRI mempunyai potensi yang sangat luar biasa dalam pengembangan sumberdaya manusia di Jember. “Saya sangat berharap teman-teman PGRI tidak hanya menyalurkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membangun murid yang kreatif, inovatif, dan percaya diri,” harapnya.

Ketua PGRI Kabupaten Jember, Drs. H. Supriyono, SH, MM, menyampaikan, konkerkab merupakan forum untuk merumuskan capaian program, sekaligus menyiapkan pemilihan pengurus baru selanjutnya.

Supriyono mengaku merasa senang konkerkab tahun ini dihadiri plt bupati. “Saya merasa senang dan bangga karena acara ini dihadiri plt bupati, di sela-sela kesibukan beliau. Semoga membawa manfaat dan keberkahan pada PGRI ke depan,” pungkasnya. (*).

 310 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

IAIN Jember Bakal Segera Menjadi Universitas Islam Negeri 

Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di lingkungan IAIN Jember, Senin (26/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berharap, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, bisa segera berubah menjadi Universitas Islam Nfegeri (UIN). Pernyataan ini disampaikan Kiai Muqit, sapaan KH. A. Muqit Arief, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan IAIN.

“Beberapa waktu yang lalu sudah saya sampaikan kepada menteri agama untuk ditindaklanjuti. Insya Allah, tidak lama lagi ini akan berubah menjadi UIN,” ujar Kiai Muqit, Senin (26/10/2020).

Apa yang disampaikan Plt Bupati Jember, sudah pasti membanggakan masyarakat Jember. Karena dengan berubahnya status dari institut menjadi universitas, maka perguruan tinggi itu bisa menyediakan pendidikan berbasis akademik dan vokasi dengan beberapa fakultas.

Apalagi saat ini IAIN Jember tengah membangun jembatan yang dinilai akan sangat bermanfaat bagi keluarga besar perguruan tinggi itu. “Saya mengapresiasi IAIN Jember. Jembatan yang memberikan manfaat besar di lingkungaun IAIN Jember,” tutur Kiai Muqit.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan di lingkungan IAIN Jember itu sendiri dilakukan Plt. Bupati Jember. “Peletakan batu pertama ini perlu, karena jembatan ini akan sangat membantu semuanya,” jelasnya.

Disampaikan, IAIN Jember merupakan salah satu kampus yang melahirkan sarjana yang paham tentang Pancasila dan kebhinekaan. “Mahasiswa yang lulus adalah mahasiswa yang inklusi dan toleransi. Ketika menyebar di masyarakat akan menjadi benteng persatuan NKRI,” imbuh Kiai Muqit.

Sementara Rektor IAIN Jember, Prof. Babun Suharto, menjelaskan, bahwa pembangunan jembatan penghubung ini didanai dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal). Jembatan itu dibangun sebagai solusi alternatif untuk memperlancar lalu lintas di IAIN Jember.

Pembangunan jembatan dengan bentangan sekitar 7 meter itu diperkirakan akan tuntas pada tahun 2021. “Untuk tahap satu ini membangun pondasi dan lanjut dibangun pada bulan Februari tahun 2021,” terangnya. (*)

 511 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Kategori
Pendidikan

Workshop On The Bus, Belajar Sekaligus Berwisata

Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd, dalam acara workshop on the bus, Kamis (22/10/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Satu program baru tengah dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember. Terobosan baru dengan tajuk workshop on the bus ini, adalah kegiatan workshop yang dilakukan di atas kendaraan.

Dengan kegiatan ini, selain bisa berwisata jalan-jalan peserta juga dapat mengikuti paparan tentang kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar dari pemateri. “Workshop di atas kendaraan sambil mengikuti pemateri ini tidak biasa. Terobosan ini menjadi sesuatu yang sangat menarik,” tutur Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara workshop on the bus, Kamis (22/10/2020).

Nuansa baru dalam berkegiatan seperti ini, lanjut Plt Bupati, merupakan kreasi wisata yang sangat bagus. Karena menurutnya, itu bisa menjadi sumbangsih yang cukup produktif dalam menggalakkan pariwisata di Jember.

Bus yang menjadi tempat acara workshop berangkat dari kantor Pemkab Jember, dan dilanjutkan ke Gladak Pakem, Kranjingan, Wirolegi, dan berakhir di kampus Unmuh Jember di Jalan Karimata. Selama perjalanan, pemateri membahas tentang kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar.

Kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka, kata plt. bupati, merupakan implementasi dari kebijakan mendikbud yang memberikan hak belajar tiga semester di luar program studi kepada mahasiswa. Kebijakan itu diatur dalam Permendikbud No. 03 tahun 2020.

Program pembelajaran ini memfasilitasi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi itu. Selain juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa menempuh pembelajaran di luar program studi pada diperguruan tinggi yang sama atau menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda.

Program tersebut tandas Kiai Muqit, sapaan KH Muqit Arief, akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang betul-betul memiliki etos belajar tinggi.

Meneruskan pernyataan yang disampaikan Kiai Muqit, Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd, menjelaskan, bahwa kurikulum di kampusnya harus sesuai dengan peraturan menteri. Salah satu poinnya, bekerjasama dengan pemerintah kabupaten dan perusahaan-perusahaan.

Terkait dengan workshop on the bus, rektor menyebut sebagai bagian pelayanan prima yang diberikan oleh Unmuh Jember. Rektor juga nengakui, program beasiswa mahasiswa yang diberikan Pemkab Jember mampu meningkatkan jumlah mahasiswa Unmuh Jember.

“Hal ini membuktikan beasiswa Pemkab Jember membantu masyarakat yang ingin lanjut kuliah,” tambahnya.(*).

 457 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Pendidikan

Tawarkan Kerjasama Pembelajaran, Unmuh Jember Siap Tingkatkan Kualitas SDM Aparatur Desa

Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, saat menerima kunjungan Dekanat FE Unmuh di ruang rapat lantai bawah Kantor Pemkab Jember

Jember.LONTARNEWS.COM. Keinginan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember untuk menjalin kerjasama dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) perangkat desa, agaknya bakal terwujud. Ini setelah ada jawaban dari Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, yang menyatakan tertarik akan keinginan Unmuh Jember itu.

“Kami sangat tertarik dengan tawaran Ummuh. Sebab, pengembangan sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk pembangunan desa,” terang Kiai Muqit (sapaan akrab KH. A. Muqit Arief), saat menerima kunjungan Dekanat FE Unmuh di ruang rapat lantai bawah Kantor Pemkab JemberSelasa (13/10/2020).
.
Jawaban ini disampaikan Kiai Muqit setelah mendengar tawaran yang disampaikan jajaran Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmuh Jember. Jajaran FE Unmuh menyampaikan tawaran untuk pengembangan SDM aparatur pemerintah desa di Kabupaten Jember.

Pengembangan SDM itu dilakukan melalui program kuliah bagi praktisi, termasuk aparatur pemerintah desa. “Jadi kalau aparatur desanya mumpuni, saya sangat yakin pembangunan di desa semakin cepat perkembangannya,” ujar Kiai Muqit.

Tawaran dari Ummuh, lanjutnya, menjadi catatan bagi Pemerintah Kabupaten Jember, untuk bisa ditindaklanjuti pada masa mendatang. Menurutnya, program tersebut sangat penting bagi aparatur desa yang saat ini masih memiliki pendidikan setingkat SLTA.

“Semoga ke depannya kami bisa melakukan sesuatu untuk mendukung tawaran dari Ummuh,” tandasnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Maheni Ika Sari, S.E, M.M, menyampaikan, program yang ditawarkan adalah proses pembelajaran reguler sore untuk para praktisi. “Kelas sore ini sangat terbuka lebar bagi praktisi, baik untuk BUMN, pemerintahan, perusahaan swasta. Salah satunya aparatur desa dan BUMDES, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusianya,” kata Maheni.

Perkuliahan itu akan dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2020-2021. “Kami sebagai perguruan tinggi berharap bisa berkontribusi untuk turut serta meningkatkan kualitas SDM di perdesaan, karena desa merupakan penopang suatu negara,” imbuhnya.(*)

 464 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

Apapun Keadaannya, Pengembangan SDM Harus Dilakukan, Karena Memang Dibutuhkan dalam Pembangunan

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara penyerahan SK Plt Kepala SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) se-Kabupaten Jember.di Aula PB Soedirman, Kamis (24/9/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan sebuah keharusan dalam rangka pembangunan menyeluruh. Itu karena, ketersediaan SDM yang memadai akan sangat menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan dari program pembangunan itu sendiri.

“Apapun keadaannya, pengembangan sumber daya manusia harus dilakukan, dan harus mendapat perhatian khusus dari semua pihak,” kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara penyerahan SK Plt Kepala SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) se-Kabupaten Jember.di Aula PB Soedirman, Kamis (24/9/2020).

Delain SK Plt kepala sekolah, pada kesempatan otu juga diserahkan surat persetujuan mutasi masuk, surat izin belajar, surat tugas belajar, surat rekomendasi dan surat keterangan memliliki ijazah. Menurut wabup, bahwa pengisian oleh pelaksana tugas itu dilakukan karena adanya kekosongan.

“Kekosongan itu dikarenakan ada yang resign, meninggal dunia, dan sebagainya. Untuk mengisi kekosongan tersebut harus segera diisi guna memenuhi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan administrasi tetap bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Dijelaskan pula, soal adanya mutasi masuk ke Jember dari berbagai bidang. Kepada para pegawai, Wabup berpesan agar mereka bisa menambah energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Jember. Terutama dalam memberikan pelayanan.

Sementara kepada pegawai yang melakukan mutasi keluar, Wabup berpesan agar di tempat tugas yang baru dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Di tempat tugas yang baru itu ada harapan masyarakat.

Terkait adanya surat izin belajar dan surat tugas belajar, Wabup Muqit Arief menjelaskan hal itu bagian dari pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan pelayanan di Kabupaten Jember ke depannya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Yuliana Harimurti, menyampaikan bahwa penerima SK maupun penerima surat berjumlah 205 orang.

“Rinciannya, SK Plt kepala sekolah SD sejumlah 127 orang, Plt kepala sekolah SMP sejumlah  16 orang, jumlah mutasi masuk dan keluar sejumlah 23 orang, dan jumlah izin belajar, tugas belajar, rekomendasi, dan keterangan memiliki ijazah sejumlah 39 orang,” jlentrehnya. (*)

 312 kali dilihat

Kategori
Pendidikan

Kesulitan Biaya Pendidikan Bagi Yatim Piatu dan Duafa, Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, Ketua Dewan Pembina SAHI (Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia), DR. Hj. Siti Ma’rifah, SH., MH., MM, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan SMK SAHI, di Yayasan Assalam Desa Sidomukti, Mayang, Minggu (23/08/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Apabila ada kendala untuk biaya pendidikan bagi anak yatim, yatim piatu serta duafa, Pemerintah Kabupaten Jember bertanggung jawab untuk membiayainya. Semua anak usia sekolah, baik yatim, yatim piatu, serta duafa, harus tetap bisa sekolah.

“Jangan ada anak-anak putus sekolah karena alasan biaya,” seru Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan SMK SAHI (Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia), di Yayasan Assalam Desa Sidomukti, Mayang, Minggu (23/08/2020).

Bupati meminta komitmen warga Kecamatan Mayang, untuk terus menggapai pendidikan yang lebih baik. “Bapak-bapak, ibu-ibu. Janji ya !, anaknya harus sekolah minimal sampai SMA SMK. Janji ya !, anak-anaknya tidak putus sekolah,” pinta bupati.

Peletakan batu pertama pembangunan SMK SAHI, selain dihadiri puluhan tokoh masyarakat dan warga sekitar, juga dihadiri Ketua Dewan Pembina SAHI, DR. Hj. Siti Ma’rifah, SH., MH., MM. Pada kesempatan itu juga disampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember sangat penduli terhadap pembangunan sumber daya manusia.

(Komitmen itu bisa dilihat dari program yang dijalankan. Di bawah kepemimpinan dr. Faida, MMR., dan Drs. KH. A. Muqit Arief, Pemerintah Kabupaten Jember, telah memberikan beasiswa kepada sekitar 12.500 mahasiswa, termasuk bantuan kepada ribuan pelajar tingkat sekolah menengah atas.

Ketua Dewan Pembina SAHI, DR. Hj. Siti Ma’rifah, SH, MH, yang hadir pada acara itu, menyatakan pentingnya sekolah-sekolah berdiri di daerah yang belum memiliki sarana pendidikan yang cukup. Menurutnya, SMK SAHI yang didirikan di Kabupaten Jember merupakan yang pertama di Indonesia.

Sekolah dengan jurusan pertanian dan perkebunan ini dimulai dari Kabupaten Jember. “Mudah-mudahan sekolah ini dimanfaatkan dengan baik dan dukungan dari Pemkab Jember juga sangat penting bagi seluruh masyarakat untuk keberlangsungan SMK SAHI,” harapnya.(*).

 474 kali dilihat