Kategori
Sosial

Ketua DPD NasDem Jember: “Segala Sesuatu Akan Bisa Diselesaikan dengan Baik, Apalagi Menyangkut Kemanusiaan”

Ketua DPD NasDem Kabupaten Jember, H Marsuki AG, dalam acara pemberian bantuan kepada korban banjir di Bangsalsari, Senin (18/01/2021)

Jember.LONTARNEWS.COM. Motivasi turunnya jajaran DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Jember, ke titik-titik banjir secara bersama-sama, menurut H Marsuki A Ghafur, pada dasarnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Karena hal yang demikian itu sudah biasa dilakukan, terlebih kalau menyangkut kepentingan kemanusiaan atau orang banyak

“Kuncinya kan hanya kebersamaan. Sesulit apapun kalau dilakukan dengan bersama-sama inshaa Allah segala sesuatunya akan bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi ini menyangkut kemanusiaan,” ucap H Marsuki, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jember.

Pada kegiatan ini, DPD NasDem Jember memberikan bantuan kepada korban banjir di Desa Grenden (Kecamatan Puger), Karangrejo (Kecamatan Gumukmas), Wonoasri (Kecamatan Tempurejo), serta Desa/Kecamatan Bangsalsari. Bantuan untuk korban bencana banjir ini diperoleh dari hasil urunan keluarga besar NasDem, khususnya di Jember.

“Kegiatan seperti ini sudah biasa kita lakukan. Kalau sudah menyangkut kepentingan orang banyak, teman-teman langsung bersemangat,” tandasnya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jember, Gembong Konsul Alam

Ungkapan Ketua DPD NasDem ini juga diamini Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jember, Gembong Konsul Alam. Dorongan untuk untuk turun bersama-sama ke lokasi banjir, kata Gembong, semata-mata untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

“Kita turun ini untuk memberikan bantuan dari Partai NasDem. Ini merupakan bentuk kepedulian Partai NasDem terhadap masyarakat yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Mengenai bantuan yang disalurkan kepada masyarakat, selain ada yang dari donatur, juga berasal dari jajaran Partai NasDem sendiri. Mulai dari pengurus DPD NasDem, Fraksi Partai NasDem di DPRD Jember, sampai anggota DPRD Jatim dan DPR RI.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai NasDem, Deni Prasetya

Anggota DPRD Jatim dari Partai NasDem, Deny Prasetya, menambahkan, kehadiran kader Partai NasDem di tengah masyarakat, terlebih pada masa sulit seperti saat terjadinya bencana, merupakan sebuah keharusan. Kehadiran Partai NasDem ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kegiatan kemanusiaan seperti ini tidak hanya dilakukan saat terjadi banjir. Ketika awal-awal terjadinya pandemi Covid-19, NasDem juga melakukan kegiatan bhakti sosial dalam bentuk penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum,” imbuh Deni (*).

 121 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Kategori
Sosial

David Handoko Seto: Bencana Ini Harus Tetap Jadi Perhatian Meski Tidak Ada Anggaran

David Handoko Seto, Koordinator Barisan Reaksi Cepat (Baret) DPD Partai Nasdem, Kabupaten Jember, Senin (17/01/2021).

Jember.LONTARNEWS.COM. Bencana alam banjir yang terjadi di sejumlah daerah pada musim hujan tahun ini, menjadi pukulan terberat bagi masyarakat di Kabupaten Jember. Betapa tidak, karena di saat masyarakat yang menjadi korban banjir membutuhkan bantuan, pemerintah tidak bisa berbuat banyak, karena memang tidak ada anggaran.

Mengevakuasi lansia

Namun beruntung, dalam kondisi seperti ini, masyarakat dari berbagai lapisan segera mengambil langkah mengulurkan bantuan kepada korban banjir. “Walaupun tidak ada anggaran dari pemda, tapi bencana ini harus tetap jadi perhatian dan tidak boleh dihindari. Alhamdulillah masyarakat animonya luar biasa. Dan relawan membagikan ke titik-titik yang terdampak,” ujar David Handoko Seto, Koordinator Barisan Reaksi Cepat (Baret) DPD Partai Nasdem, Kabupaten Jember, Senin (17/01/2021).

David yang turun lapangan sejak terjadi banjir di Bangsalsari, tanggal 12 Januari 2921, itu tidak terlalu pusing dengan persoalan ketersediaan anggaran. Karena menurutnya yang terpenting bagaimana korban banjir bisa segera terselamatkan.

Oleh karenanya, dia terus bergerak dari satu titik ke titik banjir lainnya. Setelah turun ke lokasi banjir di Bangsalsari, keesokan harinya dilanjutkan ke Puger dan Gumuk Mas.

“Saya konsentrasi di Wonoasri ini mulai hari kamis saat terjadinya puncak banjir di sini yang menenggelamkan atau menggenangi kurang lebih 870 KK atau 2.668 jiwa,” ungkapnya.

Sikap tanggap ini juga ditunjukkan oleh relawan lainnya. Tanpa disuruh dan tidak minta bayaran, mereka dengan sukarela berbondong-bondong terus bergerak membantu korban banjir.

“Tanpa harus dimintapun pemerintah mestinya mengambil langkah. Cuma kita sayangkan, di Jember hari ini, dengan tidak punya anggaran, secara struktural sebenarnya kita lumpuh,” pungkasnya.(*).

 165 kali dilihat,  30 kali dilihat hari ini

Kategori
Sosial

DPD Nasdem Jember, Tinjau Lokasi Bekas Banjir Sekaligus Serahkan Bantuan Langsung kepada Korban

Ketua DPD Nasdem Jember, H Marsuki AG, menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Bangsalsari, Senin (18/01/2021)

Jember.LONTARNEWS.COM. Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang tertimpa musibah banjir. Kali ini, bantuan diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di Kecamatan Bangsalsari dan Tanggul.

Pemberian bantuan dilakukan dengan cara diterimakan langsung kepada keluarga korban. Ini dilakukan, dengan maksud, agar para pengurus dan kader Nasdem bisa bersilaturahmi dengan keluarga korban, sekaligus mengetahui kondisi yang sebenarnya.

“Bantuan ini sengaja diberikan langsung kepada keluarga korban. Tidak ada maksud apa-apa, kita hanya ingin melihat langsung kondisi korban, sekalian juga bersilaturahim,” ungkap H Marsuki AG, Ketua DPD Partai Nasdem, Kabupaten Jember, di lokasi bencana banjir di Kecamatan Bangsalsari, Senin (18/01/2021).

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasdem, DPRD Jember, Gembong Konsul Alam. Kehadirannya ke lokasi dan bertemu langsung dengan korban banjir, tidak lebih hanya sebagai ungkapan empati atas musibah yang tengah dihadapi sebagian dari masyarakat. “Pastinya kan tidak mungkin kita datang ke lokasi tanpa membawa apa-apa. Bantuan yang kita berikan dan nilainya tidak seberapa itu untuk membantu meringankan beban mereka,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Dedi Dwi S, yang ikut dalam kegiatan bhakti sosial tersebut menambahkan, bantuan untuk korban banjir yang dihimpun dari seluruh jajaran DPD Nasdem, Fraksi Partai Nasdem DPRD Jember, anggota DPRD Jatim dan DPR RI, bisa memberikan manfaat dan ikut meringankan beban mereka. “Walaupun nilainya tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bisa memberi manfaat meringankan beban saudara-saudara kita,” tambahnya.

Sekedar diketahui, aksi kemanusiaan yang digelar DPD Partai Nasdem Jember ini, merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilakukan sebelumnya. Kali ini, gelar aksi kemanusiaan dilakukan di Kecamatan Bangsalsari.

Selain diikuti jajaran pengurus DPD dan DPC, kegiatan ini juga diikuti ibu-ibu muslimat. Di bawah koordinasi Winti Isnaeni, ibu-ibu muslimat juga ikut turun ke lokasi turut membagikan bantuan.(*).

 263 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

Kategori
Sosial

Peduli Nasib Sesama, Kader Partai Nasdem Kompak Bantu Korban Banjir

Jajaran pengurus DPD Nasdem bersama anggota Fraksi Nasdem Jember serta anggota DPRD Jatim dan kader Partai Nasdem Jember, dalam acara penyerahan bantuan korban banjir kepada petugas BPBD Kabupaten Jember di posko banjir Balai Desa Wonoasri, Tempurejo, Minggu (17/01/2021)

Jember.LONTARNEWS.COM. Di tengah banyaknya persoalan yang dihadapi Kabupaten Jember, ditambah masih berlangsungnya pandemi Covid-19, DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Jember mencoba menyisihkan waktu untuk membantu kesulitan sesama yang tengah menghadapi musibah. Langkah ini ditempuh, sebagai wujud kepedulian untuk ikut membantu meringankan beban yang mereka hadapi.

Aksi dilakukan dalam bentuk pemberian bantuan berupa sembako, mie instan, pakaian layak pakai serta nasi bungkus dan air mineral. “Bantuan untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir ini, tidak hanya dilakukan di sini (Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, red), tapi juga masyarakat di beberapa kecamatan yang tertimpa banjir,” terang H Marsuki. A. Ghafur. SE, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Jember, Minggu (17/01/2021).

Gelar aksi kemanusiaan ini terselenggara atas kebersamaan DPD Nasdem bersama Fraksi Partai Nasdem DPRD Jembe, DPRD Jawa Timur dan DPR RI serta kader partai. Direncanakan, aksi kemanusiaan ini akan terus dilakukan hingga ke seluruh daerah yang dilanda banjir.

Bantuan yang diberikan berupa mie instan, beras, pakaian layak pakai serta nasi bungkus dan air mineral. “Kegiatan ini murni kemanusiaan. Kita ingin membantu saudara-saudara kita yang tengah menghadapi musibah. Apalagi ini sesama warga Jember,” tandasnya.

Anggota Fraksi Nasdem, Retno bersama kader Nasdem berbaur dengan relawan kemanusiaan dan petugas BPBD Jember membungkus nasi untuk diberikan kepada korban banjir

Sebelum ini, aksi serupa dalam rangka membantu korban banjir juga dilakukan Fraksi Partai Nasdem DPRD Jember. Bantuan yang diberikan berupa makanan nasi bungkus.

Pemberian nasi bungkus ini dilakukan, karena disadari, mereka yang menjadi korban banjir tidak berkesempatan memasak. Sehingga bantuan yang siap untuk dikonsumsi sangat dibutuhkan.

“Bantuan kita berikan selama dua hari di daerah Grenden. Bantuan yang diberikan berupa makanan nasi bungkus,” tutur Retno Asih Juwita Sari, dari Fraksi Nasdem DPRD Jember.

Selain makanan nasi bungkus, bantuan lain yang diberikan, lanjut Retno, yakni berupa sembako. “Untuk yang di Desa Karangrejo, Gumukmas, bantuannya berupa sembako,” tambah Retno. (*).

 285 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Kategori
Sosial

Tiga Desa di Seputaran Bandara Noto Hadinegoro Digelontor Bantuan Covid-19

Plt Kadis Perhubungan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono (baju putih) bersama FH. Pratiswa, Kapos Detasemen TNI Bandara Noto Hadinegoro Jember dan warga penerima bantuan sosial dari Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, Selasa (8/12/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Warga yang tinggal di tiga desa sekitar Bandara Noto Hadinegoro Jember menjadi sasaran bhakti sosial pemberian bantuan. Warga yang mendapat bantuan sosial dari Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, itu berasal dari Desa Wirowongso (Kecamatan Ajung), Jenggawah (Kecamatan Jenggawah) dan Lengkong (Kecamatan Mumbulsari).

Bantuan sembako tersebut menurut FH. Pratiswa, Kapos Detasemen TNI Bandara Noto Hadinegoro Jember, sengaja diberikan kepada warga terdampak Covid-19 yang tinggal tidak jauh dari bandara. Bantuan untuk 350 orang di tiga desa itu, diterjunkan dengan menggunakan parasut sebagai bagian dari kegiatan herky charity Lanud Abdul Rachman Saleh Malang.

“Tadi pagi Lanud Abdul Rachman Saleh Malang telah menggelontor bantuan sembako untuk warga dan diangkut menggunakan pesawat Hercules,” ujar Pratiswa, Selasa (8/12/2020).

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, dalam kaitan bantuan ini berterimakasih kepada Lanud Abdul Rachman Saleh yang memiliki kepedulian terhadap warga di seputaran Bandara Notohadinegoro. “Bantuan seperti ini memang bermanfaat bagi warga terdampak Covid-19, karena kami sangat berterimakasih kepada Lanud Abdul Rachman Saleh Malang menggelontor sembako.”kata Hadi. (*)

 357 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Sosial

Asisten Pemerintahan; Pemuda Harus Kuasai Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Ilmu Agama.

As’addaroini dan Muhammad Nasihin (tengah baju batik), putera terbaik Jember yang akan bergabung bersama Kafilah Jawa Timur, untuk mengikuti MTQ Nasional di Padang, Sumbar, 11-21 November 2020.

Jember.LONTARNEWS.COM. Penguasaan bahasa asing bagi seorang santri sangatlah penting. Karena dengan menguasai bahasa asing, kegiatan dakwah agama akan semakin mudah dilakukan di berbagai belahan dunia.

Bahasa juga menjadi kunci suksesnya untuk pergaulan antarbangsa. “Kemampuan berbahasa asing adalah media yang sangat penting untuk kita berdakwah ke seluruh dunia,” tutur M. As’addaroini, usai acara doa bersama dan khotmil Quran, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Kamis (05/11/2020).

Doa bersama tersebut digelar untuk mendukung kafilah Jawa Timur yang akan berlaga di ajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke-28 di Padang Sumatera Barat, 11-21 November 2020 mendatang. Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Jember atas ajang bergengsi bagi para santri itu.

Bagi As’addaroini, pemuda asal Jember yang mewakili Jawa Timur dalam lomba tafsir Bahasa Inggris dalam MTQ ke-28, penguasaan bahasa asing bagi seorang santri sangatlah penting, sebagai bekal untuk melakukan dakwah di seluruh penjuru dunia.

“Kemampuan berbahasa asing adalah media yang sangat penting untuk kita berdakwah ke seluruh dunia,” ujar M. As’addaroini.

Sebab itu ia mengajak pemuda Jember untuk memunculkan potensi yang dimiliki. As’addaroini sendiri sebelumnya telah mengalahkan semua peserta di 31 kecamatan di Jember.

Bahkan ia juga mampu mengungguli peserta dari 48 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur. Prestasinya itu yang kemudian mengantarkannya menjadi bagian dari kafilah Jawa Timur dalam MTQ tingkat nasional ke-28 di Padang, Sumbar.

Ada dua pemuda asal Jember yang mewakili Jawa Timur dalam ajang MTQ tingkat nasional. Selain M. As’addaroini yang berlomba di kategori Tafsir Bahasa Inggris Putra, juga ada Muhammad Nasihin yang berlomba di kategori Hiasan Mushaf Putra

Menurut As’addaroini, lomba itu menuntut peserta memperkuat bahasa asing sekaligus hafalan Al Qur’an. Lomba tersebut diharapkan semakin memotivasi pemuda Jember berani muncul dengan segala potensinya.

Asisten Pemerintahan, Arief Tyahyono, menambahkan, pentingnya pemuda menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan ilmu agama. “Apabila ketiga bidang ilmu ini bisa dikuasai, akan melahirkan generasi emas,” terangnya.

Kepada peserta yang akan mengikuti MTQ tingkat nasional, Arief berharap mereka dapat menjaga kesehatan di tengah wabah Covid-19. “Selamat jalan dan selamat berlomba,” pungkasnya.(*).

 337 kali dilihat

Kategori
Sosial

Pentingnya Mengasah Kepedulian Sosial di Tengah Semakin Tumbuhnya Sikap Individualis

Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, meresmikan pembangunan rumah Misrani, janda berusia 73 di RT 10 RW 10 Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, yang digagas Laznas Nurul Hayat Jember, Senin (02/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Kepedulian haruslah terus diasah di tengah mulai lunturnya rasa kebersamaan dan kegotongroyongan. Rasa peduli terhadap nasib sesama dan kondisi lingkungan ini sangat penting untuk terus dipertahankan dan semakin ditumbuhkan.

“Kepedulian merupakan hal yang sangat penting dalam bersosial. Mengasah kepedulian itu yang jauh lebih penting,” kata Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief.

Di tengah kehidupan yang semakin individualis, lanjutnya, kepedulian harus terus diasah. Seperti membangun rumah Misrani, seorang janda berusia 73 di RT 10 RW 10 Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, yang digagas Laznas Nurul Hayat Jember.

Menurut Kiai Muqit, sapaan KH Muqit Arief, pembangunan rumah tidak layak huni itu dapat menggugah gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.
Gerakan itu tidak saja berasal dari tatanan kemanusiaan, tetapi juga diajarkan agama. “Bagi orang yang senang menolong orang lain, pasti akan ditolong oleh Allah,” imbuhnya, Senin (02/11/2020).

Sekecil apapun kontribusi yang diberikan, sangat membantu. Terlebih bagi seseorang yang kurang mampu. Kegiatan sosial semacam itu, masih terang plt. bupati, menjadi tugas bersama, karena bisa mengasah rasa kepedulian kepada orang lain.

Pemkab Jember melalui Dispendukcapil, lanjutnya, juga mendukung dalam pelayanan adminduk agar bantuan dapat tersalurkan sesuai nama dan alamat penerima. “Dispenduk akan proaktif membantu,” terangnya.

Kepala Cabang Laznas Nurul Hayat Jember, Ustad Abdul Latif, menerangkan, pembangunan rumah tidak layak huni untuk janda lansia Misrani dilakukan secara gotong royong.
“Jadi sebelum dibangun, dilakukan sosialisasi dan mengajak warga untuk gotong royong dalam membantu tetangga,” terangnya.(*)

 294 kali dilihat

Kategori
Sosial

Berharap Hak Pendidikan Anak Yatim Bisa Terpenuhi Hingga Jenjang Perguruan Tinggi

Penyerahan beasiswa secara simbolis oleh Plt Bupati Jember Drs. KH. A Muqit Arief, kepada anak-anak yatim, pada acara yang digelar Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri, di Pandora Square Mastrip, Jumat (23/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Anak-anak yatim yang dari keberadaannya kerap menghadapi penderitaan, karena tidak didampingi orang tua laki-laki, kebutuhannya haruslah menjadi perhatian semua pihak. Itu utamanya dalam pemenuhan kebutuhan bidang pendidikan, suda semestinya mereka diberi peluang untuk mengenyam hingga jenjang perguruan tinggi.

“Jika hak pendidikan anak yatim terpenuhi hingga jenjang perguruan tinggi, maka peluang sukses bagi anak yatim tentu lebih besar, karena telah terbiasa hidup ditimpa penderitaan,” harap Plt Bupati Jember Drs. KH. A Muqit Arief, pada acara yang digelar Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri, di Pandora Square Mastrip, Jumat (23/10/2020).

Kiai Muqit, sapaan KH. A Muqit Arief, berharap, agar anak-anak yatim menjadi anak yang berilmu dan tahan atas penderitaan. “Ini mungking cara Tuhan, sehingga kelak anak-anak ini menjadi anak yang tahan banting,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Muqit mengaku terharu atas pertanyaan sejumlah anak yatim pada dirinya. Pertanyaan yang disampaikan soal Presiden Joko Widodo.

Pertanyaan itu sontak membuat undangan yang hadir tertawa dengan rasa haru. “Saya mendapat pertanyaan dari anak-anak yatim, bagaimana cara menjadi Jokowi ?. Ya harus rajin belajar, dan harus berilmu,” ungkap Kiai Muqit, menjawab pertanyaan, usai berdialog dengan sejumlah anak yatim.

Pria yang akrab disapa Kiai Muqit itu menambahkan, bahwa orang-orang besar mayoritas sejak kecil telah ditimpa penderitaan. Seperti Nabi Muhammad SAW, yang sejak dalam kandungan telah menyandang gelar yatim.

” Tokoh lain seperti Presiden RI ketiga yakni Baharuddin Jusuf Habibie, juga yatim sejak kecil,” kenangnya.

Mengenai Laznas Yatim Mandiri, Plt. Bupati, sangat mengapresiasi, karena lembaga itu mengelola dana bantuan swasta yang peduli terhadap anak yatim. Diantara yang dilakukan, yakni, melakukan pembinaan dan pendampingan berupa beasiswa yang dikelola secara berkelanjutan, sejak sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi.

Di samping perhatian kepada anak, ibu kandung dari setiap anak yatim juga diberdayakan. Pemberdayaan itu berupa bantuan mesin cuci untuk usaha binatu. Membantu kegiatan ekonomi yang memberikan hasil.

Hingga saat ini, Laznas YM telah berhasil mencetak sejumlah anak yatim bergelar sarjana. “Sebelumnya menerima manfaat, setelah sarjana memberi manfaat,” ucap Kiai Muqit saat diwawancarai wartawan.

Lebih lanjut Kiai Muqit mengatakan, sistem pengelolaan Laznas YM yang berupa pendampingan penuh di bidang pendidikan merupakan konsep dan pilihan yang tepat.

Menurutnya, di sejumlah yayasan di Kabupaten Jember, saat bulan Muharrom, anak yatim mendapat bantuan langsung berupa uang. Pengelolaan semacam itu, justru mendorong anak-anak menjadi konsumtif.

“Saya menyampaikan terima kasih, telah membantu Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendampingi dan memberdayakan anak-anak Yatim,” pungkasnya. (*).

 354 kali dilihat

Kategori
Sosial

Unjuk Kreasi di Hari Santri

Peringatan Hari Santri di Aula PB Sudirman, Kamis (22/10/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Santri di era saat ini, tidak lagi hanya melulu belajar soal ilmu agama Islam, tapi bidang lain juga dipelajari dan ditekuni. Santri saat ini, selain mempelajari ilmu agama, sebagai mata pelajaran utama, juga menekuni ilmu pengetahuan umum bahkan juga ekstrakulikuler, seperti dilakukan siswa pada lembaga pendidikan umum.

Mau bukti ?. Pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN), ilmu yang didapat dari pembelajaran ekstrakurikuler yang diterima selama ini, oleh para santri ditunjukkan kepada khalayak. Ada tiga jenis barang olahan yang dipamerkan para santri, yang kesemuanya berasal dari limbah.

Ketiga hasil olahan para santri yang disulap menjadi barang berguna tersebut, antara lain, sabun cuci piring dari limbah minyak goreng bekas, kursi kecil dari limbah plastik dan kompos dari sisa-sisa makanan. “Kreasi santri saat ini memang lebih bervariasi, banyak kreator-kreator yang muncul dari pesantren, dan ini harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi kedepannya, sehingga memiliki nilai ekonomis dan juga sebagai bekal santri ketika nanti pulang dan berbaur dengan masyarakat,” ujar Plt. Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, pada acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Aula PB Sudirman, Kamis (22/10/2020).

Kiai Muqit, sapaan akrab KH. A. Muqit Arif, mengaku kagum dengan karya para santri tersebut. Sambil berdialog dengan para santri, Kiai Muqit, mencoba duduk di kursi yang terbuat dari botol plastik bekas karya Santri PP Nahdhatul Ulum I Sukojember, Jelbuk, Jember.

Kreasi dari pemanfaatan limbah oleh para santri ini, memang layak untuk diapresiasi. Karena itu tak heran kalau Pemkab Jember kemudiab memberikan piagam penghargaan. “Kita berharap, ini bisa memberikan motivasi dan menjadi inspirasi dari pondok pesantren lainnya di Jember,” harap Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief. (*)

 467 kali dilihat

Kategori
Sosial

Sosialisasi dan Edukasi Tentang Pentingnya Peran Perempuan Terhadap Pertumbuhan Anak, Akan Terus Digencarkan

Plt Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief

Jember.LONTARNEWS.COM. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus mengencarkan sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak. Sosialisasi dan edukasi Ini dirasa sangat perlu serta penting untuk mewujudkan generasi masa depan yang baik.

Ini utamanya tentang pentingnya peran perempuan terhadap pertumbuhan anak. “Kita bisa membayangkan kalau ibu-ibunya cerdas, anaknya akan cerdas. Sebaliknya, kalau ibunya tertekan dan tidak memiliki sumberdaya yang kurang mumpuni, dampaknya akan kurang baik terhadap anak,” ujar Plt Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, usai menerima kunjungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Kamis (22/10/2020).

Kunjungan tim DP3AK Jatim itu sendiri, yakni dalam rangka sosialisasi dan pendampingan terhadap perempuan dan anak. Karena seperti diketahui bersama, tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Jember masih kerap terjadi.

Sebab itu, kepada masyarakat Jember Plt Bupati, berpesan, agar melindungi perempuan dan anak. “Kita ketahui di Jember masih terdapat kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), khususnya bagi perempuan. Hal ini akan berdampak kurang baik terhadap generasi anak ke depan,” ungkapnya. (*).

 353 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini