Kategori
Pendidikan

Pesan Pangdam V/Brawijaya, Prajurit Harus Menjaga Hubungan Baik dengan Rakyat

Pengukuhan bintara muda oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Pangdam V Brawijaya, dalam Upacara Penutupan Pendidikan Bintara TNI AD di Lapangan Hitam Secaba Rindam V/Brawijaya, Jember, Selasa (18/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Pangdam V/Brawijaya mengimbau seluruh prajurit, dimanapu berada dan menjalankan tugas, agar senantiasa menjaga hubungan baik dengan rakyat. Karena sejatinya, TNI lahir dan berasal dari rakyat.

“Kepada semua prajurit agar menjaga kesehatan, professional, dan menjaga hubungan baik dengan rakyat. Karena tentara berasal dari rakyat,” imbau Maujen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Pangdam V Brawijaya, dalam pengarahannya pada Upacara Penutupan Pendidikan Bintara TNI AD di Lapangan Hitam Secaba Rindam V/Brawijaya, Jember, Selasa (18/2/2019).

Dalam pengarahannya, Pangdam mengatakan pelantikan sebagai prajurit efektif ini merupakan titik awal karir dan pengabdian sebagai prajurit TNI AD. “Semoga ilmu dan keterampilan yang telah didapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan nanti, sesuai kejuruan atau kecabangan masing-masing,” harapnya.

Para Bintara muda diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik selama mengikuti prosedur pendidikan berikutnya, dengan meningkatkan budaya belajar dan berlatih. Belajar dan berlatih mengacu pada Tri Pola Dasar Pendidikan, yang meliputi aspek fisik, mental, dan intelektual secara seimbang.

“Untuk itu, timbulkan motivasi belajar dan berlatih karena proses belajar mengajar tidak akan pernah berhenti,” ungkap Pangdam.

Tentang pendidikan Bintara 2018, Pangdam menjelaskan tingkat kelulusan mencapai 100 persen atau 221 orang. Angka kelulusan ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen dan penyaringan dengan seleksi yang betul sesuai standar.

Sementara Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief, yang hadir dalam acara itu, menyebut TNI sebagai saudara yang sudah tidak bisa dipisahkan. “Keharmonisan Kabupaten Jember dengan TNI sudah terbukti dan sudah berjalan beberapa tahun,” ujar wabup kepada wartawan.

Keharmonisan itu terlihat dari sinergi dalam melaksanakan beberapa kegiatan di Jember. TNI yang berada di Jember, jelas wabup, banyak mengadakan kegiatan sosial, kegiatan kemanusiaan, pengobatan gratis, dan lain sebagainya.

“Dan, bagi Pemerintah Kabupaten Jember, TNI sudah merupakan saudara yang sudah tidak bisa dipisahkan,” tutur wabup.

Kabupaten Jember yang memiliki banyak kesatuan militer menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Jember pun disebut Kota Prajurit. Wabup berharap lulusan lulusan dari Secaba yang sudah lulus bisa menjadi generasi penerus yang menjaga keutuhan NKRI.

“Menjadi generasi penerus bangsa, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Wabup Muqit yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Silo itu. (*).

Kategori
Berita

Cukup Pengaduan via WA, Bupati Jember Langsung Sidak Plengsengan Longsor

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, saat meninjau plengsengan yang ambrol di Sungai Jompo, Komplek Pertokoan Jompo, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Senin (18/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sikap tanggap ditunjukkan Bupati Jember, dr. Faida. MMR. Begitu menerima pengaduan, meski hanya lewat WhatsApp (WA), Bupati Faida menjawabnya dengan meninjau langsung lokasi plengsengan yang longsor.

Sikap tanggap yang ditunjukkan Bupati Faida ini ternyata mendapat apresiasi seorang pemilik salon di pertokoan Jompo, tempat terjadinya plengsengan ambrol.

Menurut Teguh, pemilik salon di pertokoan Jompo, respon yang diberikan bupati luar biasa. “Ini benar-benar bupati yang tokcer atau bagus, kecintaan kepada masyarakat Jember. Begitu saya WhatsApp langsung ada respon,” aku Teguh, menanggapi kesegeraan Bupati Faida dalam menindaklanjuti pengaduan warganya.

Instansi terkait, menurut Teguh, juga sudah turun semua mengatasi masalah yang dilaporkannya. Instansi yang telah turun, yakni Dinas Pengairan, Kelurahan, dan kecamatan. “Kita ucapkan banyak terimakasih kepada semua yang ikut mengatasi masalah ini,” ucapnya.

Sementara itu, ambrolnya plengsengan di Sungai Jompo ini, salah satu penyebabnya karena tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Jember dan sekitarnya sejak beberapa pekan belakangan. Akibat dari tiingginya curah hujan ini, debit air sungai meningkat.

Ini yang mengakibatkan tebing pada beberapa sungai di kota Jember dan sekitarmya longsor, karena kuatnya arus sungai. Tak terkecuali dengan Sungai Jompo.

Meningkatnya debit air akibat tingginya curah hujan, arus pada sungai yang membelah Kota Jember itu menjadi sangat kuat. Akibatnya, plengsengan sungai tidak kuat menahan derasnya arus, sehingga ambrol.

Plengsengan yang ambrol tersebut, sebelumnya sudah mengalami perbaikan, terakhir pada tahun 2012. Ambrolnya plengsengan tersebut tidak hanya terjadi saat ini saja.

Sebelumnya sudah mengalami ambrol. Akan tetapi karena ditambah ambrol baru, maka kondisinya saat ini terbilang cukup membahayakan.

“Karena ini sifatnya emergency, kita buat langkah darurat,” ujar Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam kegiatan sidak meninjau plengsengan ambrol di Sungai Jompo, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, Senin (18/2/2019).

Sidak yang dilakukan bupati ke Sungai Jompo ini, bermula dari laporan warga yang menyampaikan bahwa plengsengan sungai tersebut ambrol. Mendapat laporan itu bupati langsung menerjunkan tim dari Bina Marga, agar melakukan pengecekan lapangan.

“Hari ini langsung cek ke lapangan untuk melihat hasil rapat mereka dari survei dan langkahnya,” terang bupati.

Langkah pertama yang diambil untuk mengatasi ambrolnya plengsengan Sungai Jompo itu, dilakukan yakni pemasangan bronjong untuk pengamanan. Langah ini diikuti dengan menghambat sebagian aliran air.

Upaya menghambat aliran air ini untuk mengetahui kedalaman plengsengan yang ambrol tersebut. Serta ada pondasi yang perlu dicek keadaannya.

“Tiga hari bronjong harus terpasang ,karena sekarang bronjong sudah siap dan mulai besok diisi,” ungkapnya.

Penyelesaian pekerjaan tersebut diserahkan kepada PU Bina Marga bersama TNI. Pekerjaan ini akan menggunakan anggaran Bina Marga. “Supaya masyarakat bisa tenang,” harap bupati seraya minta warga ikut memantau dan melaporan keadaan.(*).

Kategori
Pendidikan

Wabup Jember, Berhenti Belajar Awal dari Kebodohan

Wakil Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, saat memberikan pembekalan kepada anggota Pramuka Sako SPN di Masjid Al Mashurin Patrang, Minggu (17/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief mengajak kalangan muda untuk terus belajar. Belajar bukan hanya tentang materi di sekolah, tapi pada setiap kesempatan dan tempat, belajar bisa dilakukan.

Ajakan ini disampaikan Wabup seraya mengutip pesan Rasul, yaitu mencari ilmu sejak lahir sampai masuk ke liang kubur. “Jangan pernah berhenti belajar. Karena berhenti belajar adalah awal dari kebodohan dan kebodohan adalah bencana di dalam kehidupan ini,” pesan Wabup Muqit Arief, saat memberikan pembekalan kepada anggota Pramuka Sako SPN di Masjid Al Mashurin Patrang, Minggu (17/2/2019).

. Wabup juga mengajak, bagaimana generasi muda dan anggota Pramuka memahami Al Qur’an secara utuh, karena Kitab Suci ini sebagai petunjuk. Generasi muda harus lebih memahami Islam secara utuh, seperti Rasulullah.

Rasulullah adalah contoh dalam memahami Al Qur’an. Al Quran harus dipelajari dengan serius, dipahami, kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Al Quran diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk orang-orang yang bertaqwa,” terang wabup, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Kecamatan Silo itu.

Dikatakan wabup, mengkaji Al Quran sangat perlu, sehingga dapat mengetahui artinya sebagai petunjuk hidup. “Dan tunjukkan kalau kita generasi Islam yang baik,” ajak wabup.

Sementara Sekretaris Sako SPN LDII, Ahmad Malik SP, menyampaikan, peserta pembekalan berasal dari lima kecamatan, yaitu Patrang, Kalisat, Sumbersari, Arjasa, dan Kaliwates.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin LDII setiap bulan, yang dilakukan di 26 kecamatan di Jember. “Pengajian ini kita lakukan rutin setiap bulan sekali di 26 kecamatan,” jelasnya. (*)

Kategori
Pendidikan

Wabup Jember : Anggota Pramuka Harus Punya Kepekaan Ekstra dalam Berbangsa dan Bernegara

Wakil Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, dalam acara Pengukuhan Mejelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SPN) Cabang Jember di Sekretariat LDII Jember, Minggu (17/2/2019).

LONTARNEWS COM. I. Jember – Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, mengatakan, meski Pramuka bukan organisasi politik, namun anggotanya harus memiliki kepekaan ekstra dalam berbangsa dan bernegara. Harapan itu disampaikan wabup, mengingat saat ini muncul benih-benih perpecahan dengan mengatasnamakan agama.

Wabup menegaskan, bahwa Pramuka merupakan organisasi yang luar biasa, karena mampu merasuk sampai ke pelosok kampung-kampung. “Tidak ada organisasi yang begitu merasuk sampai ke penjuru kampung, walupun banyak organisasi yang sampai ke penjuru desa, tetapi tidak sama dengan Pramuka,” kata Wabup Muqit Arief, dalam acara Pengukuhan Mejelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SPN) Cabang Jember di Sekretariat LDII Jember, Minggu (17/2/2019).

Keluarbiasaan itu lanjut wabup, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebagai lembaga yang menaungi Sako Pramuka SPN, LDII Jember diharapkan memberikan arahan dan bantuan. Sehingga Sako bisa maksimal dalam berkiprah.

Wabup juga mengajak Pramuka SPN Jember untuk membentengi generasi muda dengan hal yang positif. “Melidungi generasi muda dari hal-hal yang kontradiktif, karena merekalah calon pemimpin masa depan,” tuturnya.

Selaku Ketua Kwarcab Jember, Wabup menyampaikan, pengukuhan Majelis Pembina dan Pimpinan Sako Pramuka SPN ini semakin memperkuat barisan Pramuka di Jember. Karena itu wabup berharap, kegiatan Pramuka ini benar-benar bisa mengcover semua generasi muda.

Sako yang dibidangi LDII ini sarat dengan nuansa religi dan berbasis masjid. Masjid dapat menjadi tempat merajut kebersamaan, khususnya pada musim politik. “Jika partai dari mana saja bersujud bareng, rukuk bareng, saling bertegur sapa, insya Allah Jember akan tetap kondusif,” ucap wabup.

Wabup Muqit menyampaikan, Pramuka sebagai wadah generasi muda harus mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif, pengembangan diri dan penanaman wawasan kebangsaaan. “Ini adalah suatu wadah yang sangat tepat, menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi generasi muda,” tuturnya.

Kegiatan yang dapat membantu perkembangan diri, salah satunya ialah mengkaji tentang Al Quran. “Sehingga nanti bukan hanya sekedar bisa menghafal Alquran, tetapi juga faham terhadap isi dan makna Al Quran,” jelasnya.

Dengan berbasiskan masjid dan berlandaskan agama, Wabup berharap, Sako SPN bisa memberikan pemahaman kepada anak didik Pramuka supaya memahami Islam secara utuh. “Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah, bagaimana Rasulullah bisa menjadi sosok yang dicintai oleh kawan, disegani oleh lawan,” tandasnya.

Ketua Pengurus Sako Pramuka SPN Kabupaten Jember Shodiq Mahmud, menyampaikan, Sako Pramuka SPN adalah wadah generasi muda yang berbasis masjid dan pondok pesantren.
Sako ini diwujudkan disertai harapan generasi muda bisa mengimplementasikan cinta alam Indonesia. “Pramuka adalah salah satu wadah yang tepat untuk menampung generasi muda,” ujarnya.

Dalam Sako ini, generasi muda diharapkan bisa mewujudkan diri menjadi generasi muda yang alim, faqih dan mandiri. “Diharapkan juga, dengan sako ini, generasi kita bisa menampilkan hidup rukun, kompak, bekerja keras dan sedikit bicara banyak bekerja,” tambahnya.(*).

Kategori
Seni Budaya

Bupati Jember Gagas Panggung Hiburan Rakyat di Alun-alun Kecamatan

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam acara Gita Svara Nuswantara, di Warung Apresiasi, Jalan Tidar, Sumbersari, Sabtu (172/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, menyatakan, saat ini merancang sajian tontonan untuk menghibur masyarakat di seluruh Kabupaten Jember. Tontonan ini akan digelar di alun-alun ibukota kecamatan pada setiap hari Sabtu dan Minggu.

Untuk rencana ini, di beberapa alu-alun kecamatan sudah dibangun taman publik dan ruang terbuka. Mereka yang akan memberikan tontonan menghibur di alun-alun itu, merupakan komunitas-komunitas seni yang ada dan tumbuh di Jember.

“Karena sekarang kita membangun alun-alun kecamatan, supaya semua kegiatan tidak tersentral di alun- alun kabupaten,” ujar Bupati Faida, dalam acara Gita Svara Nuswantara, di Warung Apresiasi, Jalan Tidar, Sumbersari, Sabtu (172/2019).

Tontonan di alun-alun kecamatan itu akan memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus sebagai apresiasi kepada para seniman dan budayawan. “Saya yakin dan percaya, zona apresiasi akan diminati masyarakat luas dan menjadi zona hiburan alternatif masyarakat, serta menjadi panggung untuk para seniman juga budayawan,” tutur bupati.

Tontonan untuk menghibur masyarakat tersebut sesuai 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember, yakni meningkatkan kegiatan di taman hiburan dan ruang publik. Gita Svara Nuswantara digelar oleh Panitia Kerja Zona Apresiasi Teamwork untuk memberikan apresiasi kepada pada seniman dan musisi di Jember.

Bupati mengapresiasi kreatifitas Gita Svara Nuswantara, yang mampu mengkombinasi seni budaya dan bisnis kuliner. “Ekonomi jalan dan indeks kebahagiaan masyarakat Jember juga meningkat. Yang seperti ini sangat cocok untuk anak muda juga orang tua,” ungkapnya.

Dalam Gita Svara Nuswantara ditampilkan seni modern dan tradisional. Penggabungan unsur seni seperti ini, menurut bupati, menandakan tidak ada alasan perbedaan menjadi penghambat untuk bersatu bersama.

Apresiasi yang sama juga diberikan Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Arif Munawar yang juga hadir dalam acara itu. “Campuran seni lokal yang dikombinasikan dan disenergikan dengan budaya milenial seperti ini akan menjadi suatu seni yang indah, karena kita lahir dari seni. Tanpa seni hidup akan hampa,” ujar Dandim Arif Munawar.

Di era milineal dan digital yang membuat rasa egois semakin tinggi seperti sekarang ini, Dandim berharap, Gita Svara Nuswantara, bisa menumbuhkan silaturahmi, rasa kebersamaan dan persaudaraan.(*).

Kategori
Ekonomi

Dorong Kembangkan Sayap, Agar BMT NU Bisa Dampingi UMKM dan Pesantren

Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XV KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur di Gedung Serbaguna Jl. Nusantara 2 Kaliwates, Sabtu (16/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Potensi besar yang dimiliki Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Nahdatul Ulama di Kabupaten Jember, sudah semestinya lebih dikembangkan agar mampu memberi manfaat dan meningkatkan perekonomian masyatakat. Sebab kalau BMT nU Jember itu dikembangkan hingga di kecamatan-kecamatan, maka bisa menjadi oendamping UMKM yang tersebar di wilayah kecamatan di Kabupaten Jember.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XV KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur di Gedung Serbaguna Jl. Nusantara 2 Kaliwates, Sabtu (16/2/2019). “Tidak menutup kemungkinan, dengan peluang yang besar, dapat didirikannya BMT NU di kecamatan lainnya untuk mendampingi pelaku UMKM,” kata wabup.

mengatakan, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Nahdatul Ulama di Kabupaten Jember memiliki potensi besar untuk berkembang.

Saat ini, BMT NU hanya ada di lima kecamatan. Karena itu, perlu ditambah hingga menjangkau kecamatan lain di Kabupaten Jember. BMT NU di kecamatan-kecamatan ini, nantinya bisa menemani para pelaku UMKM, yang notabene warga NU.

Wabup menyarankan, agar bisa berkembang di kecamatan lain, pengurus BMT NU harus lebih aktif. Terlebih, berdirinya BMT sebetulnya prakarsa dari kecamatan.

Nantinya, selain mendampingi UMKM, BMT juga bisa bekerjasama dengan lembaga pendidikan di pesantren-pesantren yang saat ini masih dengan bank konvensional. “Jika ada bank yang dimiliki NU kenapa tidak digunakan, sehingga menjadi timbal balik, NU dibesarkan kemudian lembaga pendidikannya bisa maju,” tuturnya.

Kabid Kelembagaan UMKM dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Jatim, Cepi Syukur Laksana menjelaskan, kegiatan RAT ini adalah satu ajang terbuka. Seluruh anggota menyampaikan aspirasinya terkait dengan perkembangan dan kemajuan koperasi.

Koperasi yang masuk dalam kategori yang baik, lanjutnya Cepi Syukur, adalah koperasi yang sudah melaksanakan RAT. “Indikasi koperasi yang sehat adalah koperasi yang sudah menyampaikan laporan pertanggungjawaban dari pengurus dan pengawas kepada seluruh anggota dalam kegiatan RAT seperti ini,” jelasnya.

Direktur Utamma BMT NU Jatim Masyudi mengatakan, pelaksanaan RAT paripurna yang ke 15 ini menunjukkan bahwa BMT NU sudah berusia 15 tahun. “Banyak keberhasilan keberhasilan yang kita raih selama ini yang patut disyukuri bersama,” jelasnya.

Dikatakan Masyudi , keberhasilan perkembangan dan pertumbuhan yang dialami BMT NU Jatim tidak lepas dari dukungan dan doa pengurus NU, serta kesetiaan anggota BMT NU yang telah mencapai 124.154 orang.

Jumlah simpanan warga NU yang awalnya hanya Rp. 44 ribu kini sudah mencapai Rp. 159,4 milyar. Aset BMT NU sekarang mencapai Rp. 223,5 milyard. Sementara arus kas uang warga NU yang masuk ke BMT NU selama satu tahun kini mencapai Rp. 1,9 Triliun.

Para pengelola BMT NU yang notabene kaum sarungan atau para santri yang tidak berlatarbelakang ekonomi keuangan diberi anugerah Allah SWT mengelola keuangan triliunan.

“Ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya bisa bertahlil tetapi NU juga bisa melaksanakan penguatan ekonomi berbasis syariah,” ungkap Masyudi.(*).

Kategori
Kebijakan

PR Buat Pemkab, RTRW Jember Harus Diubah

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, bersama Wabup Jember, Drs. KH. A Muqit Arief dan Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, saat menghadiri acara Tasyakuran Masyarakat atas ficabutnya Kepmen ESDM tentang Blok Silo di halaman Gudang Kopi Pace Kebun Silosanen PTP Nusantara XII, Jumat (15/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Meski Kepmen ESDM no 1802 tahun 2018, tentang tambang Blok Silo sudah dicabut, namun masih ada satu PR (pekerjaan rumah) yang harus dituntaskan. Pemerintah Kabupaten Jember, harus mengubah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember.

Itu karena, pada RTRW tersebut menyebut Silo sebagai wilayah eksplorasi tambang dan bukan wilayah eksploitasi tambang. Ini bertolak-belakang dengan harapan dan keinginan masyarakat Silo yang menghendaki daerahnya tetap sebagai wilayah pertanian.

“Masyarakat menginginkan wilayahnya tetap menjadi wilayah pertanian,” ungkap Bupati Faida, dalam acara tasyakuran atas dicabutnya Kepmen ESDM tentang Blok Silo di halaman Gudang Kopi Pace Kebun Silosanen PTP Nusantara XII, Jumat (15/2/2019).

Keinginan masyarakat Silo ini menjadi latar belakang babak (episode) baru perjuangan. Keberhasilan masyarakat Silo menolak tambang, yang ditandai dengan pencabutan lampiran keempat Kepmen ESDM no 1802 tahun 2018, masih akan berlanjut dengan perjuangan mengembalikan keberadaan daerah itu sebagai wilayah pertanian.

“RTRW kita saat ini berlaku sampai tahun 2020. Menjadi wilayah eksplorasi tambang berarti tidak ada kegiatan penambangan,” katanya

Karena itu, keinginan warga Silo agar daerahnya tetap sebagai wilayah pertanian, harus mengubah RTRW. Untuk penggantian isi Perda RTRW itu, Bupati Faida mengaku, sejak sekarang sudah melakukan persiapan.

“Untuk di Silo, hanya akan menjadi wilayah pertanian. Tidak ada wilayah di Silo yang menjadi wilayah tambang emas,” ujarnya.

Tekad untuk memperjuangkan dan mempertahankan Silo sebagai wilayah pertanian ini, kata bupati, akan dilakukan lewat Perda RT RW. “Ini akan diperjuangkan melalui Perda RT RW,” ujarnya mengungkap episode baru dalam perjuangan menolak tambang.

Ditegaskan, naskah Perda RTRW yang baru nantinya, tidak asal-asalan, tapi harus betul-betul dari hasil kajian akademik. “Saya ingin Perda RTRW yang baru ini betul-betul membumi, berbasis keinginan masyarakat. Maka naskah akademik menjadi suatu yang mutlak, bukan abal-abal,” tuturnya.

“Naskah akademik yang benar-benar mendasari keputusan yang besar bagi masa depan masyarakat Jember,” tandasnya.

Dikatakan bupati, episode baru perjuangan ini sesuai dengan persetujuan presiden yang merespon keinginan masyarakat Silo untuk kembali pada wilayah pertanian. “Ayo, kalau memang mau jadi pertanian, kita jadikan pertanian terhebat di wilayah Silo ini,” ajak bupati yang berlatar belakang aktivis lingkungan ini.

Tidak hanya berjuang mengubah isi Perda RTRW Jember, lebih dari itu, bupati juga berencana merancang Perda yang menegaskan Silo sebagai wilayah pertanian. Bupati menyatakan akan membuat Perda tentang lahan pertanian, yaitu Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Perda ini akan mengembalikan wilayah Silo dari wilayah tambang, kembali menjadi wilayah pertanian. (*)

Kategori
Sosial

Tasyakuran Warga Silo, Ungkapan Syukur atas Dicabutnya Kepmen ESDM tentang Wilayah Tambang

Bupati Jember, dr. Faida. MMR.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Masyarakat Kecamatan Silo saat ini bisa tersenyum lepas dan tidak lagi dihantui kecemasan daerahnya akan menjadi ajang eksplorasi tambang emas. Ini karena, SK Menteri ESDM nomor 1802 K/30/MEM/2018 tentang Blok Silo yang memperbolehkan dilakukannya aktifitas penambangan di daerah tersebut sudah dicabut.

Sebagai ungkapan kegembiraan yang dirasakan masyarakat Silo ini, hari Jumat (15/2/2019), dihelat selamatan. Kegiatan ini sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas dicabutnya SK Menteri ESDM tentang Blok Silo.

Tasyakuran yang dihadiri Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief, serta diikuti masyarakat setempat, ini digelar di halaman Gudang Kopi Pace Kebun Silosanen PTP Nusantara XII. Ratusan warga dan tokoh masyarakat hadir sebagai ungkapan rasa bahagia atas keberhasilan perjuangan menolak tambang Blok Silo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Faida menjelaskan keberhasilan perjuangan menolak tambang yang ditandai dengan dicabutnya lampiran keempat Kepmen ESDM 1802 tahun 2018. “SK ESDM tentang Blok Silo sudah dicabut, sesuai dengan hasil sidang nonlitigasi dari Kementerian Hukum HAM,” terang bupati.

Sidang mediasi yang berlangsung dua kali di kantor Kementerian Hukum dan HAM RI itu membuktikan Kepmen ESDM soal Blok Silo cacat formal. Karena tidak ada rekomendasi dari Bupati Jember dan tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

Wakil Bupati Jember, Drs KH Abdul Muqit Arief.

Pencabutan itu, kata bupati, merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat yang merespon keinginan masyarakat Silo. Dalam kesempatan tersebut juga diputar video komitmen bupati dan wakil bupati saat kampanye serta perjuangan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Jember. Perjuangan itu berujung dengan gugatan sengketa perundang-undangan oleh Bupati Jember Faida ke Kemenkum HAM RI.

Penjelasan bupati tentang perjuangan menolak tambang mendapat perhatian warga. Beberapa kali mereka bertepuk tangan saat bupati menegaskan masyarakat Silo menginginkan Silo sebagai lahan pertanian, bukan untuk tambang.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Presiden, Kementerian Hukum dan HAM, dan Menteri ESDM karena keinginan masyarakat Jember direspon sangat baik.

Sementara Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa upaya ini adalah bentuk kerjasama yang baik antar-masyarakat, mahasiswa, serta pemimpin Jember. “Karena dengan(kerjasama) ini, sidang nonlitigasi antar-perwakilan dari Pemprov Jatim dan perwakilan dari ESDM atas gugatan Bupati Jember, berhasil menyelesaikan masalah tambang Silo, hingga SK benar-benar dicabut,” ujarnya.

Acara tasyakuran sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan memperjuangkan dicabutnya SK Menteri ESDM tentang Blok Silo, tambah Mohammad Hasan Basri, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Silo (Formasi), sebenarnya telah dilakukan masyarakat Silo begitu menang gugatan sidang. Ketika itu masyarakat menggelar tasyakuran di setiap musholla.

Dari tasyakuran warga ini akhirnya terbersit untuk mengajak semua pihak yang terlibat dalam perjuangan untuk tasyakuran kemenangan tersebut. “Tiga hari persiapan akhirnya terlaksana,” ujarnya.(*)

Kategori
Sosial

Bupati Jember Minta, Pegawai Honorer dan K2 Tidak Terpecah

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam acara Majelis Sholawat, di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Kamis malam (14/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Acara Majelis Sholawat yang biasa digelar rutin di Pendopo Wahya Wibawa Graha pada setiap Kamis malam (malam Jumat Legi), tidak hanya diisi dengan kegiatan bernuansa keagamaan saja. Tidak jarang, pada acara itu juga diisi dengan penyampaian berbagai program pembangunan dan imbauan kepada masyarakat Kabupaten Jember.

Sebagaimana yang terlihat pada Kamis malam, 14 Pebruari 2019 lalu. Pada kesempatan itu, Bupati Jember, dr. Faida. MMR, mengingatkan Forum Pegawai Honorer dan K2, agar tidak terpecah belah dalam memperjuangkan nasib sesama. “Jangan sampai berebut pengaruh. Juga jangan sampai terpecah belah, sikut sikutan, karena tujuan awal memperjuangkan nasib secara bersama-sama,” imbau Bupati Faida, pada acara Majelis Sholawat itu.

Selain kepada pegawai honorer dan K2, pesan yang nyaris sama juga disampaikan kepada penjaga sekolah. Bupati mengingatkan, dalam hal insentif, hendaknya tidak melakukan pungutan liar maupun memberikan janji palsu kepada penjaga sekolah. Bahlan terkait dengan insentif ini, menurut bupati, telah disusun jadual untuk mengundang pegawai tidak tetap penjaga sekolah.

Kain dari itu dijelaskan juga soal beasiswa mahasiswa. Kata bupati, Pemerintah Kabupaten Jember akan menyurati kampus-kampus yang terdapat mahasiswa penerima beasiswa.

Surat itu untuk menjelaskan, bahwa SPP dari mahasiswa yang menerima beasiswa ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Jember. “Hasil kerja mahasiswa penerima beasiswa dalam mendata para janda miskin telah dikumpulkan di pendopo,” ungkap bupati.

Mengenai asuransi kesehatan bagi guru ngaji, termasuk guru TPA, TPQ dan RA (Raudhatul Athfal), dikatakannya, pemerintah akan menyelesaikannya pada tahun ini.(*).

Kategori
Sosial

Terpilih Jadi Tuan Rumah TMMD, Karena Masyarakat Jember Kompak

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam acara Majelis Sholawat, di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Kamis (14/2/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Kebersamaan dan kekompakan yang ada dalam lingkungan dan kehidupan masyarakat Jember, ternyata mengundang simpati Mabes TNI untuk menempatkan salah satu kegiatannya di daerah ini. Itu terungkap dari penjelasan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, pada acara Majelis Sholawat yang digelar di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Kamis (14/2/2019).

Pada acara itu, bupati menceritakan perihal kunjungannya ke Jakarta belum lama ini. Kunjungan itu menurut bupati, untuk membahas program bersama TNI, yakni TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Jember.

Direncanakan, program TMMD yang tahun lalu dilaksanakan di Kecamatan Sumberbaru, tahun ini akan dilaksanakan di Kecamatan Sumberjambe. “Jember menjadi salah satu kabupaten yang dipilih karena pemerintah dan masyarakatnya kompak luar biasa,” terang Bupati Faida, di hadapan jamaah Majelis Sholawat, di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Kamis (14/2/2019).

Selain pembahasan TMMD, kunjungan kerjanya itu juga untuk menyampaikan paparan di hadapan Dewan Pertimbangan Presiden.
Paparan itu untuk menyiapkan program pengembangan sumberdaya manusia dalam rangka mengembangkan ekonomi.

Pada acara kunjungannya di Jakarta itu, bupati juga menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. “Mudah-mudahan kedepannya sinergi yang dibangun semakin baik, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.(*).