Penanganan Bencana Harusnya Bisa Memberikan Solusi kepada Masyarakat

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Siaga Darurat Bencana Kabupaten Jember tahun 2020, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (17/01/2020).
Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Siaga Darurat Bencana Kabupaten Jember tahun 2020, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (17/01/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Ada kalanya calam sebuah kejadian bencana, korban tidak hanya manusia. Ada juga ternak, kendaraan, dan lainnya, bahkan dokumen-dokumen penting, seperti KTP, KK, rapot, dan ijazah, hilang.

Nah, kalau korban bencana kehilangan berkas penting, maka perlu segera dicarikan solusi. Karena apabila mereka yang sedang susah itu menyelesaikan dan mencari jalan keluar sendiri, bisa saja problem yang dialami korban bencana tidak segera terselesaikan, bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

Sebab itu, dalam program penganggaran penanganan bencana diharapkan bisa lebih cepat memberikan solusi kepada masyarakat. Misal, jika ada rumah roboh minggu ini, maka diharapkan minggu ini pula bisa diproses bantuannya.

“Sehingga, untuk setiap rumah korban bencana ini tidak harus menunggu anggaran dari BPBD. Tetapi, bisa diberikan bantuan tidak terencana dan tak terduga,” jelas Bupati Jember, dr. Faida, MMR, Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Siaga Darurat Bencana Kabupaten Jember tahun 2020, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (17/01/2020).

Rakor yang dipimpin forkopimda, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dan Dandim 0824 Jember, Letkol. Inf. Laode M. Nurdin itu, diikuti Camat, Kapolsek, dan Danramil se-Kabupaten Jember. Serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.

Dalam pengarahannya, bupati menekankan agar muspika dan tim penanggulangan bencana lainnya memantapkan niat untuk menolong lebih cepat dan tepat korban bencana. Baik yang baru saja terjadi maupun jika ada bencana di kemudian hari.

Bupati juga menekankan agar lebih peka di lapangan dan cepat membuat suatu solusi penanganan. “Dalam penanggulangan ada langkah awal. Terpenting adalah penyelamatan jiwa, kemudian langkah kedaruratan yang lain,” katanya.

Bupati menyampaikan, BPBD mempunyai tugas mendata korban bencana. Namun, tidak semuanya bisa ditindaklanjuti sendiri oleh BPBD. Karena itu, diharapkan tindak lanjutnya juga bisa berasal dari dinas lainnya. (*).