Kategori
Wisata

Menikmati Wahana Kincir Angin di Dira Park Kencong, Pengunjung: “Seperti Ada Dimana Gitu..!!!”

Regina Puspita Naula, Pengunjung Taman Kincir Angin, Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Jember.

Jember.LONTARNEWS.COM. Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Jember, terus melakukan langkah inovatif. Wahana wisata yang selama ini menjadi pendukung bisnis ritel Dira Group, berusaha untuk terus dikembangkan dan ditambah.

Terbaru, melengkapi wahana wisatanya, Dira Group membuat Taman Kincir Angin di komplek Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong. Sungguh sebuah konsep wisata yang menakjubkan dan sangat menarik.

Banyak pengunjung yang mengaku kagum dan terkesima dengan wahana wisata baru ini. Mereka menilai Taman Kincir Angin yang dibuat di Dira Park, semakin melengkapi destinasi wisata di Kabupaten Jember.

“Saya sendiri baru sekarang ke taman kincir angin ini. Seperi ada dimana gituh, kayak bukan di Kencong,” aku Regina Puspita Naula, pengunjung Dira Park Kencong, Kamis (31/12/2020).

Kesan seperti ini kata Regina, tidak hanya dirasakan dirinya, tapi juga teman-temannya dari luar daerah yang berkunjung ke Dira Kencong. Diantara mereka, lanjut dia, bahkan ada yang mengatakan, menikmati wahana Kincir Angin di Dira Park Kencong, layaknya berada di negeri Kincir Angin, Belanda.

“Iya, menurut teman-teman saya, ini kayak di negara Eropa, Belanda,” tandas perempuan cantik yang sehari-hari sebagai pendidik di SDN Kencong 02 itu.

Hal lain yang menurut Regina menjadi kelebihan sekaligus daya tarik dari Taman Kincir Angin, lokasi dan makanan yang disediakan. “Ini konsepnya kan berada di tengah sawah, enak, bisa untuk santai. Di sini juga menyediakan makanan khas ndeso,” imbuhnya.

Manager Area Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Dian Pertiwi, menambahkan, konsep pembuatan Taman Kincir Angin sengaja dihadirkan untuk memanjakan dan nemuaskan pengunjung. Karena banyak pengunjung berkeinginan, Dira Group, terutama yang di Kencong, bisa terus menghadirkan inovasi baru, agar tidak monoton.

Wahana baru berupa Taman Kincir Angin ini berdiri di atas lahan yang cukup luas, 4.500 m². “Letaknya di alam persawahan, alamnya juga terbuka, menghadirkan berbagai macam warna (warna kincir), ada sekitar 6 warna dengan 4000 kincir,”paparnya.

Dian Pertiwi, Manager Area Dira Shopping Centre and Water Park, Kencong, Jember.

Kepada pengunjung, Dian berharap, saat berkunjung ke Dira Park Kencong, hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan. “Selama pandemi ini kita tetap mengikuti protokol kesehatan. Dimana kita mewajibkan customer menggunakan masker, mencuci tangan, juga melewati desinfektan,” terangnya.(*).

 287 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Kategori
Wisata

Hotel Juga Diminta Turut Mencegah Meluasnya Penyebaran Covid-19

Kepala Bidang Pemasaran Produk Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Jember, Deddi Winarno

Jember.LONTARNEWS.COM. Meski secara keseluruhan tidak ada larangan bagi perhotelan untuk menerima kunjungan, namun pihak pengelola tetap diminta untuk tidak lengah dalam penegakan disiplin protokol kesehatan. Pengelola hotel harus betul-betul bisa menerapkan protokol kesehatan, utamanya kepada tamu yang berkunjung.

“Siapapun yang berkunjung ke hotel harus menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan tidak membuat kerumunan,” pinta Dedi Winarno, Kabid Pengembangan Produk Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Jember, saat ditemui di sebuah rumah makan di kawasan obyek wisata Watu Ulo, Minggu (29/11/2020).

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi atas semakin merebaknya penyebaran virus corona, khususnya di Kabupaten Jember. Sebab dari data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, tingkat penyebaran dan penularan virus corona sudah sedemikian mengawatirkan.

Karena itu, para pengelola hotel harus mampu menerapkan disiplin protokol kesehatan kepada para tamunya. Mengingat, mereka yang datang ke hotel tidak semuanya orang lokal, bahkan diantaranya ada yang dari lain daerah.

Yang lebih membahayakan lagi kalau tamu yang berkunjung ke hotel di Jember berasal dari daerah zona merah. “Makanya, agar Covid-19 tidak semakin meluas, semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya. (*).

 233 kali dilihat

Kategori
Wisata

Obyek Wisata Milik Pemkab Jember Tetap Akan Tutup Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Suasana di tempat wisata Pemandian Patemon, Tanggul, yang biasanya ramai dengan pengunjung, kini lengang. Bahkan kolam renang yang menjadi andalannya, terlihat kosong tak terisi air

Jember.LONTARNEWS.COM. Meski dari sisi kerugian ditutupnya tempat wisata, khususnya yang di bawah naungan Pemkab Jember, akan mengurangi sebagian pendapatan asli daerah (PAD), serta hilangnya kesempatan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari tempat wisata itu, namun pemerintah tidak berani melangkah lebih jauh untuk membuka tempat wisata. Pasalnya, tempat wisata berpotensi untuk membuat kerumunan orang.

Terlebih lagi kalau wisata tersebut bernuansa air, seperti kolam renang. Pengunjung yang datang ke tempat wisata air biasanya langsung ‘nyebur’ ke kolam tanpa berpikir, bahwa air akan menjadi media penularan virus corona yang sangat cepat.

Bayangkan saja, kalau diantara pengunjung yang mandi di kolam ada yang terpapar virus corona, potensi penularannya kepada pengunjung lain jelas cukup besar. Potensi terjadinya penularan ini utamanya kepada mereka yang sama-sama mandi di kolam.

“Ini yang menjadi salah satu pertimbangan, mengapa obyek wisata, khususnya yang di bawah Pemkab Jember, ditutup,” ujar Dedi Winarno, Kabid Pemasaran Produk Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Jember, Minggu (29/11/2020).

Munculnya pandemi virus corona ini, lanjut Deddi, belum bisa diprediksi sampai kapan akan berakhir. Karena itu semua pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau semua pihak bisa bersikap disiplin menggunakan masker, sering cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak, pandemi akan cepat berakhir. Sehingga tempat wisata bisa dibuka kembali, dan masyarakat juga bisa berjualan lagi,” imbuhnya.

Terkait dengan ditutupnya tempat wisata ini, salah satu warga yang tinggal di seputaran obyek wisata Patemon, Tanggul, Sunarko, sangat berharap, pemandian tradisional kebanggaan masyarakat Tanggul bisa segera dibuka kembali. Sehingga masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupannya dari Pemandian Patemon, bisa berjualan lagi.

“Kasihan, masyarakat disini (Pemandian Patemon) terpaksa banyak yang kehilangan penghasilan. Sejak ada pandemi Covid-19, mereka tidak bisa jualan, karena pemandian ditutup,” ungkapnya.

Sebab itu, demi kepentingan bersama, Sunarko, mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan disiplin protokol kesehatan. “Inshaa Allah kalau semuanya disiplin menjalankan protokol kesehatan, pandemi segera berakhir, dan kami juga bisa berjualan lagi,” imbuhnya.(*).

 319 kali dilihat

Kategori
Wisata

Tampilnya World Kids Carnival 2020 di Masa Pandemi Covid-19, Diharapkan Menjadi Embrio Kebangkitan Wisata Dunia

World Kids Carnival 2020

Jember.LONTARNEWS.COM. Tampilnya World Kids Carnival 2020 yang diprakarsai Jember Fashion Carnaval (JFC), diharapkan menjadi pemantik kebangkitan wisata dunia. Pagelaran WKC 2020, hasil kerjasama dengan NPO WKM (World Kids Museum) Jepang, merupakan acara virtual pertama di dunia.

Pagelaran WKC 2020 yang digelar secara virtual pada hari Minggu (22/11/2020) itu diikuti 13 negara dari 5 benua. “Memang saat ini, dunia termasuk Indonesia, belum aman dari pendemi covid-19. Namun dengan digelarnya event bertaraf internasional ini, menjadi pertanda awal akan kebangkitan wisata dunia, dari Jember melalui WKC yang digagas JFC ini, kami berharap sektor pariwisata kembali tumbuh setelah 7 bulan lamanya sangat terpuruk,” ujar Plt. Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief.

Pemerintah Kabupaten Jember sangat mendukung acara itu, bahkan berharap bisa menjadi embrio kebangkitan wisata dunia. Dukungan itu diberikan, karena dalam pelaksanaannya, pagelaran bertaraf internasional ini ternyata menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Plt. Bupati Jember juga mengakui, JFC sebagai pencetus karnaval fashion, keberadaannya sudah diakui dunia. Bahkan sejak berdiri, JFC terbukti turut mengentas pengangguran lokal lewat sektor ekonomi kreatif.

“Selama ini orang mengenal JFC sebagai pencetus karnaval fashion, dan kini kehebatan karnaval ini telah diakui dunia internasional. Namun siapa sangka JFC berhasil mengikis pengangguran lokal lewat sektor ekonomi kreatif,” ungkap Kiai Muqit, panggilan Plt Bupati Jember, KH. A. Muqit Arief.

Bukti dari sumbangsih yang diberikan JFC dalam menciptakan peluang kerja, menurut Kiai Muqit, bisa dilihat dari banyaknya anak-anak muda Jember yang sukses di bidang tata rias, event organizer (EO), sekolah modeling, fotografer, desainer, penjahit baju dan kostum. Anak-anak muda yang saat ini sukses itu, banyak yang pernah menimba ilmu di JFC.

Penyelenggaraan WKC itu sendiri, lanjut Budi Setiawan, Presiden JFC, dimaksudkan untuk menyemangati masyarakat dunia agar tetap mampu berkarya di masa pandemi dengan protokol kesehatan yang benar. Sebab itu, digelarlah acara melalui event karnaval anak anak yang mengangkat tema persaudaraan seluruh bangsa di dunia.

Tujuan WKC kata dia, adalah menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih menyatu dalam berbagi karya dan menyuarakan pesan perdamaian antar anak-anak bangsa. “Juga untuk membangun organisasi anak internasional yang berperan dalam kegiatan exhibition dan event anak-anak dunia. Anak-anak adalah penerus masa depan,” imbuh Iwan, sapaan Budi Setiawan.(*).

 362 kali dilihat

Kategori
Wisata

Pemkab Jember Bebaskan Pajak Reklame dan Baliho, Karena Kontribusi JFC Terhadap PAD

Jember.LONTARNEWS.COM. Sebagai bentuk dukungan terhadap pagelaran yang dihelat Jember Fashion Carnaval (JFC), “World Kids Carnival (WKC)”, Pemkab Jember membebaskan pajak reklame karnaval modern kelas dunia yang digelar di Kabupaten Jember Jawa Timur ini. Pembebasan pajak ini hanya untuk reklame dan baliho saja, karena anggaran Perkada difokuskan penanganan pandemi Covid-19.

Pembebasan pajak reklame dan baliho untuk penyelenggaraan JFC 2020 ini menyusul pernyataan
Plt Bupati Jember Drs KH Muqit Arif usai menerima audensi Menagemen JFC, pada Selasa (3/11/2020). Kebijakan Pemkab Jember yang disampaikan Plt Bupati Jember ini, selanjutnya ditindaklanjuti Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Kepala Dispenda Pemkab Jember, Ruslan Abdul Gani, menjelaskan, bahwa pemkab akan membebaskan seluruh biaya pajak reklame dan baliho selama penyelenggaraan. Kebijakan itu diberikan, mengingat JFC telah berkontribusi besar bagi pendapatan daerah, seperti hotel, oariwisata dan sebagainya.

“Sesui Perda No. 3 tahun 2011, bahwa yang bukan reklame di lembaga masyarakat, kalau tidak bersifat profit oriented bisa diberi pembebasan,” terang Ruslan Abdul Gani, Rabu (4/11/2020).

President JFC, Budi Setyawan sebelumnya menjelaskan, bahwa pemasangan reklame dan baliho ini bertujuan untuk memberikan informasi terkaid adanya even kepada masyarakat. Mengingat gelaran JFC WKC kali ini diselenggarakan secara virtual.(*).

 283 kali dilihat

Kategori
Wisata

WKC 2020 Siap Digelar dengan Dukungan Pemkab Jember

Management JFC memberikan paparan di hadapan Plt Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief,Selasa (03/101/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Penyuka Jember Fashion Carnaval (JFC), tidak perlu khawatir, pagelaran seni dan budaya berlevel internasional tersebut tahun ini tidak tergelar. Ini karena, pihak manajemen, menegaskan, untuk tahun ini JFC akan menampilkan World Kids Carnival (WKC). Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief, menyatakan sangat atas keberadaan JFC yang sudah mendunia itu. Karena meski dalam bayang-bayang pandemi Covid-19, JFC ternyata juga masih tetap produktif.

Itu dibuktikan, tahun ini JFC akan menggelar WKC 2020. “Mungkin ini akan menjadi karnaval terbesar di dunia, karena melibatkan lima benua serta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku,” ungkap Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, usai menerima kunjungan Presiden JFC, Budi Setiawan, di Kantor Pemkab Jember, Selasa (03/101/2020).

Pemerintah Kabupaten Jember, tegas Kiai Muqit, sapaan KH Muqit Arief, sangat mendukung kegiatan itu. Sebagai bentuk dukungan pada pihak JFC, salah satunya pemerintah membebaskan biaya pajak.

Untuk diketahui, WKC 2020 merupakan karnaval anak-anak dari masing-masing benua yang digelar secara bergantian. Pelaksanaannya disiarkan langsung secara virtual, yang kemudian didokumentasikan dalam format video.

Setiap peserta WKC 2020 terdiri dari talent kids, serta lokal host yang berfungsi sebagai penyaji cerita tentang latar belakang anak-anak. Kostum yang digunakan merupakan pesan perdamaian untuk dunia.

WKC sendiri digelar untuk memberikan kontribusi pada dunia guna menciptakan perdamaian dunia. Selain juga mendorong keberlangsungan harmonisasi global, serta simbol bangsa Indonesia tetap mampu memberikan karya bagi dunia pada masa pandemi.

Sementara Presiden JFC, Budi Setiawan, dalam penjelasannya mengatakan, untuk kegiatan tahun ini pihaknya tidak hanya focus pada suksesnya penyelenggaraan WKC, tapi juga akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan protocol Kesehatan Covid-19. “Tentu saja dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, karena pelaksanaan ini bertepatan dengan pandemi Covid-19,” kata Budi.

Target sukses penyelenggaraan WKC, kata dia, tidak lantas mengesampingkan ancaman penyebaran Covid-19. Sukses penyelenggaraan JFC, lanjutnya, harus pula diikuti sukses mengamankan penonton dari ancaman corona. Karena itu protokol kesehatan Covid-19, harus benar dijalankan dengan baik.

Penyelenggaraan WKC itu sendiri, tambah Budi, secara virtual akan digelar di lima benua. Hanya saja, untuk puncak pelaksanaannya pada tanggal 22 November 2020, akan digelar di Jember. “Jember sebagai perwakilan Indonesia,” tegasnya. (*)

 288 kali dilihat

Kategori
Wisata

Menghidupkan Perekonomian di Sektor Wisata, Perlu Perencanaan Langkah yang Diimplementasikan

Plt Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara peresmian wisata Puncak Badean di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Rabu (14/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Program Indonesia BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) yang realisasinya di Kabupaten Jember diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan potensi alam yang dikembangkan menjadi destinasi wisata, diharapkan mampu menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata. Pemanfaatan potensi alam yang dikembangkan menjadi destinasi wisata ini dilakukan di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari.

Peresmian wisata Puncak Badean ini digelar melalui program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan tajuk Indonesia BISA. “Menghidupkan kembali perekonomian di sektor pariwisata bukan hal yang mudah. Namun demikian, langkah-langkah untuk menggerakan kembali sektor pariwisata memang harus diimplementasikan,” ujar Plt Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam sambutannya pada peresmian wisata Puncak Badean di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Rabu (14/10/2020).

Menurut Kiai Muqit, sapaan KH Muqit Arief, sumber daya manusia yang mumpuni di suatu desa akan mampu mewujudkan kebijakannya, lewat terobosan besar yang dimiliki. Sebagaimana dibuktikan Kepala Desa Badean, dengan ide cemerlangnya yang menjadikan Puncak Badean sebagai destinasi wisata.

Kiai Muqit berharap, program BISA dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Jember. “Tentunya, harus tetap sesuai dengan prinsip protokol kesehatan,” imbuhnya.

Acara peresmian wisata Puncak Badean itu sendiri dihadiri Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hasan Abud, serta anggota DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi. Pada kesempatan itu Hasan Abud menyebutkan, para pedagang, pelaku seni pertunjukan, seni musik, dan pusat belanja oleh-oleh akan mengungkit kemajuan wisata.

Bahkan juga akan menopang pendapatan ekonomi masyarakat sekitar serta pendapatan asli daerah (PAD). “Nanti kalau sudah maju, juga akan dibangun home stay,” tambahnya. (*).

 377 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Wisata

Bangun Konektifitas Transportasi untuk Kembangkan Wisata di Tiga Kabupaten

Kepala Dinas Perhubungan, Pemkab Jember, Hadi Mulyono

Jember.LONTARNEWS.COM. Rintisan pengembangan transportasi pariwisata telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui Dinas Perhubungan, Pemkab Jember telah merintis pengembangan transportasi pariwisata antarkabupaten.

Pengembangan wisata dengan mewujudkan konektifitas tersebut, kata Hadi Mulyono, Kepala Dinas Perhubungan, Pemkab Jember, sudah dimulai sejak 2016. Dalam hal ini dishub menyediakan angkutan perintis yang menuju obyek wisata Payangan di Kecamatan Ambulu dan Bande Alit di Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.

“Beberapa langkah sudah kami jalankan,” terang Hadi Mulyono usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Badan Koordiansi Wilayah (Bakorwil) V Jember, Kamis (01/10/2020).

Ke depan, untuk pariwisata akan dilakukan pengembangan di wilayah selatan Jember yang dihubungkan dengan Kabupaten Lumajang. Rencana itu telah dikomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Perhubungan setempat.

Pemkab Jember juga telah mengajukan program ke Kementerian Perhubungan untuk mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Program yang diajukan yaitu konektifitas transportasi dari Jember menuju wisata Ijen di Kabupaten Bondowoso.

Jalur yang dihubungkan yakni antar simpul transportasi di Jember. Mulai dari Terminal Tawangalun, Bandara Notohadinegoro, Stasiun Jember, Stasiun Bondowoso, dan langsung ke Ijen. Jalur konektifitas Jember – Ijen itu diharapkan mampu membangkitkan ekonomi di sepanjang jalur yang dilalui wisatawan.

“Hal itu senafas dengan keinginan Bakorwil V. Ke depan, kami siapkan lebih mateng lagi. Terutama menginventarisir obyek-obyek wisata sepanjang jalur yang kami usulkan itu,” urainya.

Potensi pengembangan ekonomi itu sangat terbuka. Sebab, di Jember banyak hotel dan pusat perbelanjaan yang bisa dinikmati oleh wisatawan. (*)

 611 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Kategori
Wisata

Destinasi Wisata Segera Dibuka, Pengunjung Luar Kota Dibatasi, Utamanya dari Zona Merah

Bupati Jember. dr. Faida. MMR, saat acara konferensi video bersama pelaku usaha wisata Kabupaten Jember, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (03/07/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Destinasi wisata akan kembali membuka layanannya untuk masyarakat yang membutuhkan tempat rekreasi dan hiburan. Ini setelah Bupati Jember, dr. Faida, MMR, menyampaikan kepastian bisa dibukanya kembali tempat wisata di Jember.

Dalam konferensi video bersama pelaku usaha wisata di Kabupaten Jember, bupati menyampaikan, dibukanya kembali tempat-tempat wisata, jangan sampaikan memunculkan persoalan baru, yakni semakin menyebarnya virus corona. “Jangan sampai pembukaan wisata tangguh kita ini menjadi bencana bagi kita sendiri dan masyarakat,” pesan Bupati Faida, dalam konferensi video bersama pelaku usaha wisata Kabupaten Jember, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (03/07/2020).

Oleh karena itu, guna mengantisipasi munculnya kasus Covid-19, bupati meminta agar membatasi pengunjung dari luar kota. Terlebih pengunjung dari zona merah. Pembatasan bisa dilakukan secara bertahap, hingga situasi benar-benar aman untuk seluruh pengunjung.

Untuk hotel dan penginapan, bupati menekankan agar terus menerapkan transisi protokol kesehatan. Salah satunya dengan cara jangan pernah membiarkan orang keluar masuk hotel tanpa cuci tangan. “Cek suhu tubuh, karena itu terlalu besar risikonya,” katanya.

Terkait dengan kebutuhan alat pelindung diri (APD) maupun rapid test, bupati menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember siap membantu. Untuk hal ini, pengelola hotel dan penginapan diminta mengajukan ke gugus tugas Covid-19.

“Begitu destinasi wisata memulai, pastikan karyawan atau pengelola dan pengunjung terlindungi, serta lengkapi protokol kesehatan di tempat wisata. Perketat pengawasan penggunaan masker, cuci tangan, dan lain-lainnya,” pesan bupati. 

Pada kesempatan itu, bupati juga memaparkan peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Jamber. Persebaran ini perlu terus diamati oleh pelaku usaha pariwisata.

Bupati percaya, dunia kepariwisataan di Kabupaten Jember dikelola oleh orang-orang yang mempunyai kesadaran tinggi. Sebab itu, ubtuk menjaga keselamatan bersama, hanya tinggal berkolaborasi.(*).

 461 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Wisata

Berbekal Public Speaking, Gus dan Ning Jember Siap Bersaing di Ajang Pemilihan Raka Raki Jatim 2020

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Gus Haidar dan Ning Nina mewakili Kabupaten Jember mengikuti ajang pemilihan duta wisata Raka Raki Provinsi Jawa Timur 2020. Sebelum berangkat ke Pandaan di Pasuruan untuk menjalani karantina selama tiga hari, mereka dibekali public speaking, shoot foto, Bahasa Inggris, dan make up. 

“Tujuannya  untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mandiri. Utamanya public speaking, agar bisa menguasai panggung,” ungkap Dannie Allcholin, A. Md LLAJ. ST, M.Si, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Rabu (04/03/2020).

Selama masa karantina, mereka diberikan pembekalan berkaitan dengan pariwisata Jawa Timur. Materi lainnya yakni destinasi Jawa Timur, strategi promosi, termasuk public speaking dan segala yang berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan.

Raka Raki sebagai ajang pemilihan Duta Wisata Jawa Timur yang diselengarakan satu tahun sekali oleh Dinas Kebudayaan dan Paariwisata Jawa Timur, lanjut Dannie, penilaiannya berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Sekarang memakai kompetisi langsung (on the spot) sebagaimana standar pemilihan duta wisata. Seperti menjawab beberapa pertanyaan dari dewan juri yang harus dijawab cepat atau singkat,” paparnya.

Grand final Raka Raki akan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2020 di Graha Wilwatikta Pandaan, Pasuruan. “Mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan yang terbaik. Untuk itu kami meminta doa dan dukungannya,” harapnya.

Selain oleh juri, masyarakat juga bisa mendukung agar Gus dan Ning Jember bisa menjadi Raka Raki Favorit dengan memberikan dukungan like, comment, share dan subscribe video peserta di Official Youtube Channel Raka Raki Jawa Timur sebanyak-banyaknya.(*).