Kategori
Ekonomi

103.963 Pelaku Usaha di Jember Diusulkan Ikut Program Banpres UMKM

Dinas Koperasi dan UMKM, Kabupaten Jember

Jember.LONTARNEWS.COM. Tidak kurang dari 103.963 pelaku usaha telah diusulkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, untuk menerima program Banpres Produktif UMKM atau BPUM. Program yang digulirkan pusat ini bertujuan memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk tetap bertahan di masa pandemi.

“Data per akhir Oktober, Diskop telah mengusulkan 103.963 pemohon. Pelaku usaha dapat mendaftar secara langsung (on-site) ke Dinkop atau online. Gelombang pertama terbagi menjadi 22 tahap dengan total pemohon 80.064 sampai akhir 16 September 2020,” ujar Dedy M Nurahmadi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Jember, Kamis (5/11/2020).

Untuk diketahui, program Banpres diperpanjang hingga akhir bulan Nopember 2020 mendatang. Gelombang kedua masih 3 tahap, pertama sebanyak 9.113, tahap kedua 745 serta tahap ketiga 14.041, total 23.899.

Tahap ketiga gelombang dua dikirimkan tanggal 3 November 2020. Sehingga total pelaku usaha yang diusulkan sebanyak 103.963 orang.

“Diskop hanya institusi pengusul. Sementara yang menetapkan UMKM dapat atau tidaknya banpres produktif adalah Kementrian Koperasi dan UMKM RI. Kemudian untuk pencairan dilakukan secara bertahap sampai bulan desember melalui bank yang ditunjuk,” terang Deddi.

Untuk pihak lain yang ditunjuk sebagai pengusul Banpres UMKM atau BPUM oleh Pemerintah Pusat, selain diskop adalah koperasi yang sudah berbadan hukum, kementrian/lembaga dan perbankan atau lembaga pembiayaan yang terdaftar di Otorita Jasa Keuangan (OJK). Formulir permohonan dapat diunduh di situs resmi Kementrian Koperasi Republik Indonesia.

Nominal yang akan diterima pemohon sebesar Rp 2.400.000. Pada form pengusulan yang wajib diisi adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Alamat tempat tinggal sesuai KTP, Bidang Usaha dan Nomor Telepon.

Dalam pengajuan juga dilampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah. Sampai akhir bulan Oktober, Dinkop telah menerima 7.352 SKU.(*).

 262 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Ekonomi

Vian: “UMKM Tidak Hanya Harus Bertahan, Tapi Juga Mesti Berkembang”

Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian), saat menjadi narasumber dalam acara UMKM Go Online with Tokopedia, di Hotel Dafam, Jember, Sabtu (29/08/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Kemampuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dalam menghadapi terpaan krisis ekonomi, sudah seharusnyalah tidak hanya dipertahankan, tapi harus dikembangkan. Sebab selain kemampuannya menyelamatkan ekonomo nasional, UMKM juga menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan.

“UMKM tidak hanya harus bertahan, tapi juga mesti berkembang. Kuncinya, jangan pantang menyerah. Tahun 1998, usaha saya minus. Tapi berkat inovasi, kreasi, akhirnya bisa eksis,” ungkap Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian), saat menjadi narasumber dalam acara UMKM Go Online with Tokopedia, di Hotel Dafam, Sabtu (29/08/2020).

Berangkat dari pengalaman UMKM yang mampu bertahan dalam menghadapi beberapa kali krisis ekonomi, Vian, akan membangkitkan usaha kerakyatan itu agar terus berkembang. Ia akan menghidupkan UMKM di Kabupaten Jember lebih modern dan mudah dalam kepengurusan perijinannya.

Pengembangan UMKM di Jember menurut Vian, sangat perlu dilakukan untuk menopang oerekonomian rakyat. Terlebih di Jember sendiri, ada tidak kurang dari 647 ribu UMKM.

“Ini cukup besar dan hampir 10 persen UMKM di Jawa Timur. Kita harus mensupport UMKM Jember, agar UMKM terus berkembang,” tegas Vian.

Tidak hanya cukup berkembang, dia akan mendorong 1000 UMKM di Jember go nasional, bahkan internasional. Ini dilakukan agar UMKM tidak hanya sebatas usaha biasa, tapi mampu menjadi penopang perekonomian di Kabupaten Jember, bahkan juga nasional.

Salah satu langkah yang akan ditempuh dalam mendorong berkembangnya UMKM, yakni akan menggandeng e-commerce seperti Tokopedia untuk membantu memasarkan produk UMKM Jember. “Tokopedia memiliki akses cepat untuk memasarkan produk lokal, dan memiliki jaringan nasional,” tuturnya.

Vian mengaku juga akan menggandeng perbankan untuk membantu permodalan UMKM di Jember. “Kita juga berharap agar proses perijinan UMKM mudah dan transparan, untuk meminimalisir pungli,” tegasnya.

“Saya juga akan menggalakkan gerakkan untuk cinta produk lokal. Sehingga bisa membantu UMKM dan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Jember,” tambah Vian yang juga bakal calon wakil bupati Jember mendampingi dr. Faida. MMR pada pemilukada bulan Desember mendatang.(**den).

 216 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Ekonomi

Pelantikan Pengawas PDAM dan PDP, Harus Dijadikan Momen untuk Bekerja Keras dan Tidak Hanya Formalitas Belaka

Dewan Pengawas PDAM dan PDP Kahyangan Fiambil Sumpahnya dalam Acara Pelantikan, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (17/07/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berharap, dewan pengawas (Dewas) dari dua perusahaan daerah yang baru dilantik benar-benar menjalankan tugas pengawasan dengan baik. Sehingga keberadaannya pada dua perusahaan itu bisa menambah energi dan sesuatu yang produktif.

“Bisa menjadikan hal-hal yang kurang baik bisa menjadi lebih baik,” tutur Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara pelantikan Dewan Pengawas PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Jember dan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) di Pendopo Wahya Wibawagraha, Jumat (17/07/2020).
.
Dikatakan wabup, pelantikan sudah semestinya tidak hanya formalitas belaka, melainkan harus dijadikan momen untuk bekerja keras. Mengabdi bagi kepentingan masyarakat dan Kabupaten Jember.

Pengawasan, lanjutnya, merupakan sebuah kewajiban agar dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama. Keberadaan pengawas bukan dalam pengertian pasif, tapi bergerak aktif, memonitor dari jajaran direksi hingga staf.

Apabila ditemukan sesuatu yang tidak produktif, hendaknya diberikan saran dan dilaporkan kepada bupati untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Mengingat, kedua perusahaan daerah ini sangat diinginkan menjadi perusahaan yang sehat dan mendatangkan profit.

Ketua Dewas PDP Kahyangan, Ir. Arif Wicaksono, MM, menyatakan, dalam kinerjanya akan melakukan pengawasan perusahaan, pengawasan kerja direksi dan mengevaluasi. “Saya optimis PDP menjadi lebih baik lagi. Segala prioritas kami akan membuat suatu peningkatan kompetensinya pada level struktur organisasi di PDP,” ujarnya.

Bekerjasama dengan direksi atas petunjuk pemegang saham akan jadi skala prioritas. “Bila SDM tidak kita bangun dengan baik, tentunya perusahaan di dalam tuntutan dinamika bisnis banyak kendala,” ulasnya.(*).

 440 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Ekonomi

Agar Ekonomi Rakyat Terus Bergairah, Seluruh Pasar di Jember Akan Dijadikan Pasar Tangguh

Bupati Jember dr. Faida. MMR, meninjau kios pedagang usai apel akbar launching Pasar Tanjung sebagai Pasar Tangguh Covid-19, Selasa (9/6/2020).

Jember. LONTARNEWS.COM – Tetap mempertahankan keberlangsungan aktifitas pasar tradisional merupakan sebuah keniscayaan yang mesti dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Mengingat, pasar merupakan sentra perputaran sekaligus nadi perekonomian rakyat

Hanya saja butuh penataan menyeluruh, agar pasar bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menghadapi perubahan keadaan (new normal) di tengah pandemi Covid-19. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mewujudkan Pasar Tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19, menata kios pedagang, penataan lorong bagi pengunjung pasar, dan lalu lintas di sekitar pasar serta aturan-aturan jam operasional.

“Untuk menjadikan pasar Tanjung sebagai Pasar Tangguh, perlu dilakukan penataan di pasar mulai dari kios pedagang, lorong bagi pengunjung pasar, dan lalu lintas di sekitar pasar serta aturan-aturan jam operasional maupun imbauan unuk para pedagang,” ujar Bupati Jember dr. Faida. MMR, dalam acara launching Pasar Tanjung sebagai Pasar Tangguh Covid-19, Selasa (9/6/2020).

Launching pasar Tanjung sebagai Pasar Tangguh, kata bupati, merupakan langkah awal penataan seluruh pasar di Kabupaten Jember. Selanjutnya, akan dilakukan penataan yang sama terhadap semua pasar yang ada di Kabupaten Jember

“Ini adalah awal penataan pasar tangguh, dengan diawali di pasar induk pasar Tanjung, tentu masih belum sempurna, dan akan terus disempurnakan, sehingga benar-benar sesuai dengan protokol kesehatan, dan nanti akan dilanjutkan ke pasar-pasar di kecamatan termasuk pasar yang dikelola pemerintah desa,”jelasnya.

Dikatakan, launching pasar tangguh untuk menghadapi tatanan baru (new normal) di masa pandemi Covid-19, dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Mulai dari jajaran kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP, Mantri pasar, pedagang pasar hingga petugas kebersihan.

“Saya berharap masyarakat bisa meningkatkan kesadaran dan disiplin, supaya  pasar ini tidak menjadi klaster baru terjangkitnya Covid-19 di Kabupaten Jember,” harap Bupati Faida.(*).

 292 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Ekonomi

Pastikan Geliat Ekonomi Masyarakat Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Corona, Bupati Jember Tinjau Pasar Tradisional

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, saat meninjau Pasar Tanjung, Jember, Sabtu malam (06/06/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Keinginan Bupati Jember, dr. Faida. MMR, untuk segera melihat pasar tradisional tetap buka di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19), ditunjukkan dengan melakukan kunjungan ke beberapa pasar. Kunjungan ini dilakukab, guna melihat langsung kesiapan dari pasar tradisional untuk beroperasi kembali setelah dilakukan penataan.

Sejumlah protokol kesehatan pun telah dibuat, untuk memastikan aktfitas ekonomi masyarakat berjalan dalam tatanan baru pada masa pandemi Covid-19. “Menyiapkan pasar tradisional agar pada masa pandemi bisa tetep operasi. Pasar ditata lebih baik, jam dagangnya jelas. Pembeli juga bisa lebih mudah mencari penjual,” terang Bupati Jember, dr. Faida, MMR, saat meninjau Pasar Tanjung, Jember, Sabtu malam (06/06/2020).

Selain Pasar Tanjung, bupati sejak siang hari juga memantau sejumlah pasar lainnya. Pada semua pasar tradisional itu, juga dilakukan penataan. Mulai dari kerapihannya, jarak antar-pedagang yang teratur, termasuk juga tenda dan lampu yang disiapkan Pemkab Jember.

Seperti terlihat di Jalan Dr. Wahidin. Jika selama ini pedagang, pembeli dan pengguna jalan berebut akses, tapi kali ini tidak lagi.

Jalan ini diatur untuk waktu berbelanja dan bongkar muat barang dagangan. “Jika jam belanja, area pun untuk belanja, lalu lintas dialihkan,” paparnya.

Selain penataan, pemerintah juga memastikan keamanan di area pasar dengan melakukan rapid test kepada pedagang. Bagi pedagang yang hasil rapid testnya negatif, boleh berdagang.

Saat ini, lanjut bupati, pemerintah berusaha melengkapi alat pelindung diri untuk pedagang pasar tradisional. Salah satunya face shield, masker, sarana cuci tangan.

“Agar ekonomi masyarakat berjalan dengan tatanan baru dan tidak tertular Covid-19. New normal tidak persis kembali normal, tetapi dengan perlindungan diri yang lebih baik, penataan lebih baik,” jelasnya.

Dikatakan, penataan itu tidak akan berhasil apabila tidak ada kerja sama yang baik dari semua tim gugus tugas Covid-19. Begitu pula dengan para pedagang, harus mau mengikuti ajakan pemerintah.

Dengan kerja sama itu untuk menghasilkan kebaikan bersama. “Lorong pasar yang sebelumnya kotor dan kumuh, saat ini banyak kemajuan. Bisa lebih bersih dan rapi,” tutur Bupati Faida, seraya menambahkan, penataan pasar ini memakai anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk Covid-19. (*).

 296 kali dilihat

Kategori
Ekonomi

BP PDP Kahyangan: “Kesepakatan Ini Tidak Dilakukan Diam-diam, Karena Saat Penandatanganan MoU Sudah Diberitakan di Banyak Media”

Ketua Badan Pengawas (BP) PDP Kahyangan, Jember, Ir Mirfano, menunjukkan kliping pemberitaan sejumlah media massa yang memberitakan peristiwa tersebut.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Ketua Badan Pengawas (BP) PDP Kahyangan, Jember, Ir Mirfano, menolak tudingan sejumlah pihak yang menyebut penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PTPN XI, dilakukan secara diam-diam. Penandatanganan MoU oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dengan Direktur Utama PTPN XI, M. Cholidi, menurut Mirfano, dilakukan di Pendopo Wahya Wibawagraha, pada 11 Oktober 2017.

“Kesepakatan ini tidak dilakukan diam-diam, karena pada saat penandatangan nota kesepahaman juga sudah diberitakan di banyak media,” kata Mirfano saat ditanya wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/05/2020).

Mirfano juga menunjukkan kliping pemberitaan sejumlah media massa yang memberitakan peristiwa tersebut. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PTPN XI itu, lanjut dia, untuk kerjasama penyelamatan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan.

Mirfano yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Jember itu menjelaskan, kesepakatan yang telah dibuat itu selanjutnya ditindaklanjuti perusahaan di bawah PTPN XI yakni PG Semboro Jember dan PG Panji Situbondo serta PDP Kahyangan yang merupakan perusahaan milik Pemkab Jember. Kerja sama perusahaan tersebut untuk memanfaatkan lahan tidur milik PDP Kahyangan guna ditanami tanaman tebu yang dikelola PG Semboro dan PG Panji.

“Sebenarnya bisa langsung Dirut PDP Kahyangan dengan administrator pabrik gula. Tapi Dirut PTPN XI menghendaki adanya MoU dengan bupati, antara pemilik koorporat,” terang Mirfano didampingi dua anggota Badan Pengawas, Hendroyono dan Suwoto.

Kerja sama yang dijalin PDP Kahyangan dengan dua pabrik gula milik PTPN XI itu dengan jangka waktu mulai Oktober 2017 sampai Mei 2021.

Lebih jauh Mirfano menjelaskan, besarnya biaya sewa yang telah diterima PDP Kahyangan dai PG Semboro dan PG Panji adalah sebesar Rp. 2,8 miliar. Penerimaan dilakukan secara bertahap.

Pada tahun 2017 penerimaan sebesar Rp. 160 juta. Kemudian pada tahun 2018 sebesar Rp. 1,27 miliar, dan terakhir tahun 2019 sebesar Rp. 1,616 miliar.

Penerimaan tersebut telah mampu membantu eksistensi perusahaan yang telah berdiri sejak 1969 tersebut, meski masih kecil dibanding kebutuhan operasional setiap bulan. (*).

 234 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Ekonomi

Inflasi Kabupaten Jember Terendah Kedua se Jawa Timur Setelah Madiun

Siaran pers inflasi Kabupaten Jember di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jember.

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Tingkat inflasi bulan Januari 2020 di Kabupaten Jember sebesar 0.38 persen. Inflasi di Jember ini terendah kedua se Jawa Timur setelah Madiun.

“Terendah kedua se-Jawa Timur setelah Kabupaten Madiun,” terang Candra Birawa, Kepala Seksi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember.

Penyumbang angka tertinggi karena adanya kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kenaikan itu terjadi diantaranya pada mata dagangan cabe merah, cabe rawit, dan minyak goreng.

Rendahnya angka inflasi di bulan Januari, menurut Candra, berhasil ditekan oleh beberapa komoditas yang mengalami deflasi. Diantaranya komoditas BBM.

Sedangkan untuk Tingkat Hunian Hotel di Kabupaten Jember bulan Desember 2019 sebesar 63,50 persen atau naik dibandingkan bulan yang sama di tahun 2018 yang sebesar 61.74 persen.

Sementara dari hasil Survei Biaya Hidup Kabupaten Jember tahun 2018 menurut 11 kelompok pengeluaran di Kabupaten Jember, rata-rata pengeluaran per bulan adalah Rp. 5.399.452. Jumlah itu menunjukkan, rata-rata pengeluaran konsumsi per rumah tangga per bulan tahun 2018 adalah Rp. 5.399.452 atau naik sebesar Rp. 1.918.528 dibanding Survei Biaya Hidup tahun 2012 yang sebesar Rp. 3.480.924.

“Ini menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Jember semakin bagus,” tandas Candra Birawa, melalui rilis BPS yang dikeluarkan pada Senin, 03 Januari 2020. (*)

Kategori
Ekonomi

Kadiskop UMKM Jember; Koperasi Harus Menjadi Pelopor Perekonomian Masyarakat

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kabupaten Jember, Dedi Nur Ahmadi, dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019, di KSU BMT Al Mawaddah, Jalan Ahmad Yani, Bangsalsari, Jember (28/1/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Koperasi harus mampu menjadi pelopor perekonomian dan memberi kemanfaatan kepada masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kabupaten Jember, Dedi Nur Ahmadi, dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019, di KSU BMT Al Mawaddah, Jalan Ahmad Yani, Bangsalsari, Jember (28/1/2020).

Ada beberapa hal yang menurut Dedi perlu dijelaskan dan diketahui anggota koperasi. “Pertama, harus ada kesungguhan dalam mengelola koperasi, kedua perlu ada peningkatan kualitas sumber daya pengelola, pengawas dan anggota koperasi,” terang Dedi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan koperasi ini, dinilai sangat penting. Sebab, ketika ada peningkatan pengetahuan tentang perkoperasian, maka akan ada kontribusi inovasi dari anggota koperasi kepada pengurus untuk mengembangkan usahanya.

“Saya yakin akan ada perkembangan. Mereka yang tadinya menyimpan uangnya kepada perbankan, akan menitipkannya kepada koperasi,” harapnya.

Ketika masyarakat sudah mengalihkan penyimpanan uangnya dari perbankan ke koperasi, denan sendirinya modal koperasi tersebut akan menjadi besar. Berkembangnya modal usaha ini, akan memaksa munculnya ide baru.

Karena kalau modal usaha tersebut hanya disimpan, maka tuntutan jasa kepada koperasi juga akan semakin besar. Karena itu, perlu dimunculkan ide-ide baru dalam wadah pengembangan usaha untuk meningkatkan sisa hasil usaha yang akan dibagikan kepada anggota.

“Mari bangkitkan perekonomian umat, utamanya di Kecamatan Bangsalsari ini. Jangan berikan kepada mereka peluang untuk melakukan kegiatan yang memberatkan umat,” ajaknya.

Dedi mengajak para pengelola koperasi untuk menyelamatkan masyarakat dari jerat utang kalangan rentenir. “Pada dasarnya mereka yang memberikan pinjaman dengan bunga di atas 10%, sama sekali tidak memberikan keuntungan. Mereka hanya mencari mangsa untuk dijadikan sasaran, demi mendapatkan keuntungan pribadi,” imbuhnya. (*).

Kategori
Ekonomi

Iklim Investasi di Jember Makin Bergairah, Meningkat Lebih dari 600 Persen

Penandatanganan prasasti oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR, menandai diresmikannya Jember Town Square di Kaliurang, Kecamatan Sumbersari, Jumat (06/12/2019).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan investasi di Jember, lebih dari 600 persen. Trend positif peningkatan investasi ini mengindikasikan, Jember merupakan daerah yang layak dan aman untuk investasi.

Bergairahnya iklim investasi di Jember, berkat adanya kerjasama dan peran dari semua pihak. ” Forkopimda menjaga, kita memudahkan dan mempercepat, dan ke depan kita terus perbaiki lagi,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara Soft Opening Jember Town Square di Kaliurang, Kecamatan Sumbersari.
Jumat (06/12/2019).

Pada kesempatan itu, bupati juga menegaskan akan berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, dengan menyiapkan aplikasi. Karena dengan aplikasi ini, para pemohon izin nantinya bisa memantau sejauh mana tahapan proses perizinan yang diajukan.

“Pelayanan ini akan terus ditingkatkan, karena izin adalah sebagai suatu dukungan bukan syarat,” jelas bupati.

Tentang Jember Town Square, bupati menyebut pihak manajemen memenuhi komitmen terhadap Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati bahkan mengaku bangga, karena Jember akhirnya mempunyai icon baru, yakni Jember Town Square, hunian bergaya apartemen yang pertama kali di Kabupaten Jember.

“Pemerintah Kabupaten Jember merasa senang bahwa keberadaan Jember Town Square telah komitmen dengan pemkab Jember menyediakan akses difabel, dan outlet outlet yang mengutamakan produk lokal,” ujarnya.(*).

Kategori
Ekonomi

Pantau Stabilitas Harga dan Ketersediaan Barang, Satgas Pangan Jember Rencanakan Sidak Pasar Tradisional

Foto: ilustrasi

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki akhir tahun atau hari besar (Hari Natal dan Tahun Baru), dilakukan pemantauan ketersediaan barang dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Kali ini pemantauan (inspeksi mendadak) dilakukan Tim Satgas Pangan Kabupaten Jember.

Tim ini terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan, Dinas ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog serta Biro Pusat Statistik. Sidak rencananya akan dilakukan ke beberapa pasar tradisional yang ada di Jember.

“Sidak ini merupakan agenda rutin tahunan Satgas Pangan Kabupaten Jember, terutama saat mendekati perayaan hari besar agama seperti lebaran dan natal.” ujar Ir.Muhammad Mui, Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember, Jumat (06/12/2019).

Sidak untuk memantau ketersediaan baran dan harga kebutuhan pokok ini, kata Mui, memang perlu dilakukan. Karena, ada kecenderungan saat mendekati hari besar, seperti lebaran atau natal dan tahun baru, harga sembako bergerak naik.

Nah, diantara tujuan dari dilakukannya oleh Satgas Pangan Jember, yakni berusaha menyetabilkan harga agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat. “Di bulan ini Satgas Pangan Kabupaten Jember akan turun ke pasar tradisional, seperti Pasar Tanjung, Kreongan, Wirolegi, Mangli dan Tegal Besar,”jelasnya.

Berdasarkan pantauan lontarnews.com di lapangan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru atau sejak awal bulan Desember ini, terjadi kenaikan harga pada mata dagangan daging ayam broiler (ayam potong). Harga ayam potong yang semula Rp 40.000 per kilogram, dalam setiap hari mengalami kenaikan Rp 1000 dari harga sebelumnya.

Terjadinya kenaikan harga pada daging ayam broiler ini, karena meningkatnya kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan daging ayam potong meningkat. (*).