Kategori
Kesehatan

Gandeng PMI Jember, RS dr Soebandi Tangani Penderita Covid-19 dengan Terapi Plasma Konvalesen

Direktur RSD dr Soebandi Jember, dr Hendro Sulistyo dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember EA Zainal Marzuki, usai penandatanganan kerjasama, di RM Lestari, Jember, Kamis (07/01/2021)

Jember.LONTARNEWS.COM. Penderita Covid-19 di Kabupaten Jember dan sekitarnya kini tak perlu lagi terlalu cemas dengan penyakit yang dideritanya. Pasalnya, PMI Kabupaten Jember dan Rumah Sakit Daerah dr Soebandi (RSDS) Jember menandatangani kerjasama pelayanan plasma konvalesen.

Terapi plasma konvalesen merupakan salah satu cara ampuh untuk menyembuhkan Covid-19. Plasma konvalesen berasal dari plasma sel darah mantan penderita Covid-19 yang sudah sembuh (penyintas)

Penandatanganan kerjasama pelayanan plasma konvalesen RSD dr Soebandi dengan PMI Jember ini untuk penanganan penderita Covid-19 dengan kondisi berat. “Kerjasama pelayanan plasma konvalesen ini menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang butuh keseriusan penanganan. Sebab itu, kita dan RSD dr Soebandi berkolaborasi untuk memproduksi plasma konvalesen,” ungkap EA Zainal Marzuki SH MH, Ketua PMI Kabupaten Jember, dalam acara penandatanganan kerjasama dengan RSD dr Soebandi, di RM Lestari, Jember, Kamis (07/01/2021)

Saat ini, kebutuhan plasma konvalesen kata Zaenal sangat besar, karena disadari manfaat plasma konvalesen cukup baik. “Kita berkoordinasi dengan pihak RSD dr Soebandi untuk bisa memenuhi plasma konvalesen di daerah jejaring PMI Jember. Kerjasama ini berkaitan dengan SDM dan peralatan produksi plasma konvalesen,” jelasnya.

Terkait dengan ketersediaan plasma konvalesen, Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Sulistyo, mengatakan, tidak semua mantan pasien Covid-19 itu bisa mendonorkan plasma. Kalaupun bersedia mendonorkan darahnya, terlebih dahulu mereka harus melalui seleksi donor.

“Karena jumlah calon pendonor plasma ini tidak sedikit, selain juga harus memenuhi kriteria,” katanya.(*).

 75 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Awali Tugas Pasca Cuti Kampanye, Bupati Faida Pimpin Rakor Penanganan Darurat Covid-19 di Pendopo Wahya Wibawagraha

Bupati Jember, dr. Faida. MMR, bersama Dandim 0824, Kapolres Jember dan Juru Bicara Satgas Covid-19 dalam rakor Penanganan Darurat Covid-19 di Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (06/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Mengawali tugas setelah cuti kampanye selama 72 hari, Bupati Jember sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, dr. Faida. MMR, langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) Penanganan Darurat Covid-19 di Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha. Rakor digelar bersama pemangku kepentingan lainnya seperti, Komandan Kodim 0824, Kapolres dan jajaran Satgas Covid19 (BPBD, Surveilans, Dinkes).

Pada kesempatan itu Bupati Faida minta jajarannya untuk menyiapkan berita acara pergantian Ketua Satgas Covid19 dari Kiai Muqit kepada dirinya. Termasuk didalamnya hasil capaian sehingga pertanggungan jawabnya jelas.

“Penanganan Darurat Covid19 ini gak ada urusan dengan Pilkada,” celetuk Bupati Faida di sela-sela kegiatannya memeriksa layar monitor perkembangan penangan Covid-19 di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (06/12/2020).

Juru Bicara Satgas Covid-19, Gatot Triyono, yang hadir dalam rakor itu menjelaskan, dalam kegiatan ini, Bupati Faida juga memperhatikan sekaligus mempelajari dan mengevaluasi serta mempersiapkan langkah-langkah penanganannya. Terlihat, sejak pandemi dinyatakan masuk Kabupaten Jember pada akhir Maret lalu, setiap langkah penanganan Covid-19, Bupati Faida masih hafal.

“Layar 1 info kesehatan, layar 2 peta sebaran, layar 3 info pasar, 4 info santri dan 5 info bansos,” ungkap Gatot. 

Sesuai permintaan Bupati Faida, lanjut Gatot, Satgas Covid19 akan menyiapkan administrasi yang dibutuhkan. “Tadi Bupati menganalisa dan mengevaluasi khususnya perkembangan Covid-19 akhir-akhir ini,” ucap Gatot.

Hasil analisa dan evaluasi ini, akan menjadi masukan bagi Satgas Covid-19 untuk bekerja lebih baik lagi. (*).

 787 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Masifkan Penyemprotan Disinfektan untuk Cegah Meluasnya Penyebaran Covid-19

Pemkab Jember kian meningkatkan penyemprotan disinfektan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19

Jember.LONTARNEWS.COM. Pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19, terus gencar dilakukan. Kali ini, bersama PMI Jember, Pemerintah Kabupaten Jember melakukan penyemprotan disinfektan secara masif.

Penyemprotan disinfektan dilakukan dengan menggunakan mobil Gunner di sejumlah tempat. Seperti di depan kantor Pemkab Jember, Jalan Ahmad Yani menuju Kelurahan Kepatihan, Pasar Tanjung, Perum Tegal Besar, hingga area Pasar Sabtuan.

“Pemerintah tengah memasifkan penyemprotan disinfektan untuk mencegah munculnya virus korona,” tutur Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, Jumat (04/12/2020).

Kegiatan penyemprotan yang dilaksanakan setelah apel di depan kantor Pemkab Jember itu, untuk mencegah penyebaran agar tidak semakin meluas. “Penyemprotan juga dilakukan di seluruh kecamatan di Jember, yang dimulai dari titik-titik yang paling rawan,” terang Kiai Muqit, sapaan akrab Plt. Bupati Jember.

Penyemprotan itu diharapkan bisa memberikan sumbangsih yang berarti dalam memutus penularan Covid-19. Selain tindakan tersebut, protokol kesehatan harus selalu digelorakan di berbagai lingkungan dan kegiatan.

Lembaga dan elemen masyarakat Jember diharapkan juga ikut bergotong royong menjaga Jember agar tetap kondusif. “Harus cuci tangan, menggunakan masker, dan jaga jarak. PMI ikut ambil bagian dalam upaya ini,” ucapnya.

Ketua PMI Jember, E.A Zaenal Marzuki, menyampaikan, penyemprotan kali ini menggunakan dua unit Gunner di sejumlah ruas jalan yang ada di Jember. “Dan, satu truk lainnya akan menyemprot kawasan perumahan, termasuk sprayer untuk menyemprot perkantoran,” terangnya.

Penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan mulai dari kecamatan yang masuk zona merah, zona oranye, dan kuning. “Kita berharap dengan kegiatan ini, Jember bisa zona hijau,” ujar Zaenal. (*).

 555 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Kesehatan

Tepis Stigma Berobat ke Rumah Sakit Di-Covid-kan

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Jember, Gatot Triyono

Jember.LONTARNEWS.COM. Plt Kadis Kominfo Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyarankan masyarakat untuk segera berobat ke klinik kesehatan, puskemas atau rumah sakit saat merasakan ada gangguan kesehatan pada dirinya. Agar keluhan kesehatan yang dirasakan bisa segera diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

Sehingga dengan begitu bisa segera diatasi keluhan kesehatan yang dialami tersebut. “Kami imbau, kalau mempunyai gejala ringan harus segera menuju ke fasiltas kesehatan terdekat agar benar-benar diketahui apa yang diderita,” pinta Gatot Triyono, saat press conference lewat zoom meeting dengan awak media, Rabu (02/12/2020).

Ajakan ini perlu disampaikan, karena belakangan ini beredar anggapan, orang yang berobat ke fasilitas kesehatan meski hanya menderita sakit tertentu, tapi oleh pihak rumah sakit langsung dicovidkan (dianggap tertular covid,red). Stigma buruk yang seperti ini, menurut Gatot, jauh dari benar dan tidak bisa diterima.

“Ada sebagian masyarakat yang memprovokasi bahwa sedikit-sedikit kalau masuk rumah sakit, sakitnya batuk nanti di-covid-kan, mau melahirkan di-covid-kan. Ini yang menjadi stigma buruk di masyarakat luas,” ucap Gatot Triyono, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember itu.

Diakui, sejak merebaknya Covid-19 di Indonesia pada akhir Maret 2020 lalu, ada perubahan perilaku masyarakat dalam hal perawatan kesehatan. Orang menjadi semakin enggan dan takut untuk berobat ke rumah sakit saat mengalami keluhan kesehatan

Padahal sebelumnya, ketika merasakan tidak enak badan sedikit saja, orang segera berobat ke klinik kesehatan, puskesmas atau rumah sakit. Tapi sekarang kecenderungan itu sudah berubah, orang menjadi takut datang ke fasilitas kesehatan meski kesehatannya terganggu.

Alasan pertama, mereka takut dan dibayangi oleh stigma di-covid-kan serta enggan menjalani isolasi selama 14 hari, baik mandiri maupun isolasi di rumah sakit. Karena selama masa isolasi, mereka tidak bisa beraktifitas lain apalagi bekerja.

Keengganan menjalani isolasi ini, utamanya bagi yang tergolong kurang mampu. Karena bagi mereka bekerja hari ini habis hari ini.

Kedua, biaya perawatan pasien Covid-19 mahal. Masyarakat, terutama golongan miskin, apalagi tidak punya jaminan kesehatan, seperti BPJS misalnya, akan berpikir berkali-kali jika harus berobat puskesmas atau rumah sakit. Ketiga, menyandang status positif Covid-19 dianggap aib dan menyulitkan yang bersangkutan untuk bersosialisasi. (*).

 535 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Jember Kembali Menjadi Zona Merah

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, menyampaikan rilis perkembangan Covid-19 Kabupaten Jember melalui zoom meeting, Selasa (01/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Jember kembali menegaskan agar masyarakat lebih disiplin melakukan pencegahan penularan virus korona. Ini karena tren peningkatan kasus positif Covid-19 mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Memasuki bulan desember ini, kasus terkonfirmasi positif tercatat sebanyak 2482, pasien sembuh 1830, dan pasien meninggal 117 orang. Melihat terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif ini, menjadikan Satgas Covid-19 menyiapkan beberapa tempat alternatif untuk menampung pasien yang positif.

“Selain rumah sakit, kami sudah melakukan negosiasi dengan beberapa hotel untuk dijadikan tempat pasien yang terpapar Covid-19,” terang Gatot Triyono, Juru Bicara Satgas Covid-19, dalam penyampaian rilis perkembangan Covid-19 Kabupaten Jember melalui zoom meeting, Selasa (01/12/2020).

Penyampaian kondisi terakhir Jember terkait pandemi Covid-19 melalui siaran pers ini dimaksudkan, agar masyarakat Jember mengetahui perkembangan Covid-19. Selain juga bertujuan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat, supaya lebih disiplin menjalan protokol kesehatan.

“Kami menggunakan zoom meeting karena menjaga kedisiplinan protokol kesehatan dengan teman-teman awak media. Agar kita sama-sama selamat,” ungkap Gatot, yang juga Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Jember itu.

Oleh karenanya, demi kepentingan dan keselamatan bersama, diserukan kepada seluruh masyarakat agar lebih disiplin melakukan pencegahan penularan virus korona. “Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah salah satu disiplin terhadap protokol kesehatan. Itu yang saat ini bisa dilakukan oleh masyarakat,” imbuhnya. (*).

 593 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Antisipasi Meluasnya Penyebaran dan Penularan Covid-19, 650 Pegawai Pemkab Jember Dilakukan Swab

Menyusul terjadinya klaster perkantoran, pegawai di Pemkab Jember dilakukan swab Covid-19, di aula PB Sudirman, Selasa (01/12/2920)

Jember.LONTARNEWS.COM. Tidak kurang dari 650 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, menjalani test swab Covid-19. Pegawai yang dijadual menjalani test swab ini, berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang beresiko dan berpotensi tertular virus corona.

“Berdasarkan kebijakan satgas, opd-opd yang dinasnya beresiko dan berpotensi tertular, seluruh pegawainya dilakukan swab,” jelas Gatot Triyono, Juru Bicara Gugus Tugas Covif-19 Kabupaten Jember, dalam kegiatan test swab ASN di aula PB Sudirman, Selasa, (1/12/2020).

Test swab yang dilakukan terhadap pegawai di lingkungan Pemkab Jember ini sebagai upaya penanganan penyebaran Covid-19 klaster perkantoran, khususnya milik pemerintah daerah. Upaya penanganan sekaligus pencegahan ini dilakukan, mengingat dalam dua pekan terakhir, trend kenaikan terkonfirmasi Covid-19 di Jember cukup signifikan.

Data Covid-19 di Jember menunjukkan adanya klaster Universitas Jember (Unej), klaster perumahan serta klaster perkantoran yang bertambah. Bahkan berdasarkan data terbaru per tanggal 1 Desember 2020, tercatat pasien positif baru 41 orang.

Sehingga total jumlah pasien positif sebanyak 2.482 orang. Sedang yang masih dirawat 535 orang (21,56%), dan sembuh baru 34 orang, sehingga total kesembuhan menjadi 1.830 (73,73%).

“Total ASN yang meninggal karena Covid-19 ada tiga orang di tiga dinas yang berbeda. Satu orang di bagian Badan Kepegawaian Daerah (BKD), satu orang di Inspektorat dan satu lagi di Bagian Pembangunan,” paparnya.

Disampaikan, bagi ASN yang usianya di atas 50 tahun, diminta untuk bekerja dari rumah (work from home). Terlebih Plt Bupati Jember suda mengibstruksikan, agar setiap kantor OPD menerapkan protokol covid secara ketat dan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala.

Berikutnya, diinstruksikan juga agar segera melaporkan ke Satgas Covid-19 jika ada karyawan di lingkungannya yang terpapar Covid-19 . Bagi karyawan yang terpapar Covid-19 harus bekerja dari rumah (work from home-WFH), dan diijinkan kembali ke kantor sampai diketahui hasil pemeriksaan kesehatannya.

Keempat, diinstruksikan karyawan kontak erat agar isolasi mandiri dan melaporkan pada Satgas. Kelima, perkantoran yang ada pelayanan umum, seperti Dispenduk, PTSP yang tidak bisa melakukan WFH agar berkoordinasi dengan Satgas dan memperketat pelaksanaan pelayanan tersebut. 

Diingatkan, segala upaya pencegahan, penanganan pandemi Covid-19, akan dapat berjalan seperti yang diharapkan, jika seluruh masyarakat bisa menegakkan disiplin 3M. Sedang bagi petugas akan melaksanakan 3T (testing, tracing dan treatment).(*).

 594 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Satgas Covid-19 Apresiasi Bantuan DPD PPNI Jember untuk Tingkatkan Imun OTG

Bantuan suplemen untuk OTG di RS Jember Klinik diterimakan kepada Kepala Divisi Perawatan Rumah Sakit Jember Klinik, Endang.

Jember.LONTARNEWS.COM. Aksi kemanusiaan digelar Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Jember. Guna membantu meningkatkan imun para perawat kesehatan yang menjalani perawatan khusus karena dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG), DPD PPNI Jember memberikan bantuan suplemen berupa minuman susu.

Bantuan ini diberikan kepada para OTG yang dirawat khusus di beberapa rumah sakit. Tim PPNI mendatangi di tiap rumah sakit untuk memberikan susu sehat.

Total bantuan diberikan kepada 111 pasien OTG di 10 rumah sakit dan 1 rumah dinas yang dijadikan isolasi mandiri. Setiap orang menerima 10 botol susu sehat yang cukup untuk konsumsi 10 hari ke depan.

“Kami mendistribusikan bantuan suplemen berupa susu sehat kepada para OTG di beberapa rumah sakit yang menjadi tempat isolasi,” ucap Asrah Joyo Widono, Ketua DPD PPNI Jember, saat membagikan bantuan di Rumah Sakit Jember Klinik, Selasa, (01/12/2020).

PPNI juga berterimakasih kepada pihak rumah sakit yang telah memberi ruang bagi para OTG untuk menjalani perawatan khusus. Isolasi tidak dilakukan di rumah masing-masing, sebab sangat berbahaya, karena bisa menular kepada anggota keluarga.

Selain bantuan susu untuk meningkatkan imun, dalam kegiatan ini PPNI juga memberikan motivasi kepada para OTG yang dirawat khusus itu. “Kami tetap memberikan motivasi kepada mereka agar menjaga pola hidup sehat dengan menerapkan 3M,” tandasnya.

Kepala Divisi Perawatan Rumah Sakit Jember Klinik, Endang menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada PPNI yang telah memberikan bantuan suplemen kepada para OTG. “Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi yang dirawat disini,” kata Endang.

Suplemen ini menurut Endang, sangat dibutuhkan untuk proses penyembuhan mereka agar imunnya lebih kuat. RS Jember Klinik sendiri, berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para OTG.

“Selain bisa dipantau maksimal, terapi yang agresif pun diberikan oleh pihak menejemen rumah sakit,” aku Endang.

Atas digelarnya kegiatan kemanusiaan ini, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Gatot Triyono, memberikan apresiasinya kepada DPD PPNI Jember. Menurutnya, bantuan itu bisa membantu pemerintah dalam menangani para pasien Covid-19.

“Apalagi, pasien ini merupakan perawat. Kalau mereka cepat sembuh, maka bisa membantu petugas lain dalam menangani pasien positif lainnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, para OTG yang mendapat bantuan tersebut adalah tenaga kesehatan (perawat) yang tergabung dalam PPNI Jember. Selama pandemi Covid-19 di Jember tercatat sudah ada sekitar 80 perawat yang terkonfirmasi positif. (*).

 243 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Bayi Stunting di Jember Turun dari 30 Persen Menjadi 11,8 Persen

Asisten Pemerintahan Pemkab Jember, Hadi Mulyono, menerima cinderamata dari, Sri Rahayu, Global Alliance Improve for Nutrition (GAIN) Kabupaten Jember, dalam acara Closing Ceremony Pelaksanaan Program Baduta 2.0 di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Senin (30/11/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Upaya kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember untuk menurunkan angka stunting cukup membuahkan hasil. Itu dibuktikan, angka stunting di Kabupaten Jember yang sebelumnya mencapai 30 persen lebih, di tahun 2019 turun menjadi 11,8 persen.

Sukses yang berhasil diraih Jember ini, tidak lepas dari program baduta (bawah usia dua tahun) dari pemerintah Belanda yang dijalankan Pemkab Jember. Di tahun 2018 lalu, Kabupaten Jember menjadi sasaran dari program baduta tersebut.

Berkat program tersebut Kabupaten Jember berhasil menekan angka stunting. “Tentu hal ini sangatlah menggembirakan karena pemerintah daerah berhasil menekan angka stunting. Ini pula sesuai harapan pemerintah pusat untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas,” ucap Plt Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan, Hadi Mulyono, saat membuka acara Closing Ceremony Pelaksanaan Program Baduta 2.0 di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Senin (30/11/2020).

Penurunan angka stunting ini, kata Hadi Mulyono, merupakan salah satu capaian program Emodemo. Capaian itu diraih dalam dua tahun pelaksanaan emodemo, yang diinisiasi oleh GAIN bersama Dinas Kesehatan, Pemkab Jember

Disampaikan, bahwa untuk menghindari terjadinya stunting, utamanya di Kabupaten Jember, asupan gizi bagi anak di bawah umur dua tahun mutlak harus diberikan. Kebutuhan asupan gizi bagi baduta ini perlu diperhatikan, agar anak bisa tumbuh normal dan terhindar dari stunting

“Memang tidak mudah untuk merubah perilaku ibu atau pengasuh saat memberikan makanan kepada anak terutama usia di bawah dua tahun,” ungkap Hadi Mulyono, pada acara yang juga dihadiri Sri Rahayu dari Global Alliance Improve for Nutrition (GAIN) Kabupaten Jember itu.

Pada kesempatan tersebut, Sri Rahayu juga menambahkan, bahwa asupan gizi kepada anak dimulai saat memasuki 1000 hari pertama kelahiran (HPK). “Jadi pemberian gizi itu jangan sampai terlambat dan melampaui 1000 HPK agar anak tidak mudah terinfeksi virus. Selain itu perkembangan anak menjadi lamban atau tidak normal dan akan mengalami stunting atau kerdil,” imbuh Sri. (*).

 465 kali dilihat

Kategori
Kesehatan

Pemkab Jember Dukung Penuh Upaya Percepatan Vaksinasi Nasional

Gatot Triyono, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Plt Kadiskominfo, Kabupaten Jember, saat mengikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah dalam Strategi Komunikasi Publik Vaksin Covid-19 via daring di ruang rapat Pemkab Jember, Senin (30/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Pemerintah Kabupaten Jember mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam melakukan percepatan vaksinasi nasional. Mengingat penyebaran dan penularan Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan lonjakan yang sedemikian mengawatirkan.

Diyakini, pemberlakuan vaksinasi Covid -19 oleh pemerintah pusat ini, akan mempercepat terbebasnya Indonesia dari virus mematikan itu. “Kami bakal memberikan dukungan penuh kepada pemerintah pusat untuk melakukan vaksinasi ini, karena dengan vaksinasi ini akan mempercepat Indonesia steril dari virus Covid-19.” terang Gatot Triyono, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, usai mengikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah dalam Strategi Komunikasi Publik Vaksin Covid-19 via daring di ruang rapat Pemkab Jember, Senin (30/11/2020).

Hanya saja, untuk dukungan yang akan diberikan terhadap rencana vaksinasi Covid-19 ini, Pemkab dan Gugus Tugas Covid-19 Jember, masih menunggu petunjuk teknisnya. “Kita menunggu juknis dari pusat saja,” kata Gatot, yang juga Plt Kadis Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Jember itu.

Rencana pemberlakuan vaksin yang diperkenalkan Mendagri melalui video conference (vidcon) kepada kepala daerah seluruh Indonesia akan diberlakukan secara massal. Vaksinasi ini diharapkan mampu menekan angka penderita Covid-19.

Diharapkan pula, ketika vaksinasi massal ini diterapkan, tidak ada satupun orang luput dari vaksinasi tersebut. Oleh karenanya, seluruh kepala daerah diminta untuk mendukung rencana vaksinasi tersebut.

“Semua warga negara bakal divaksin, dan vaksin ini telah memenuhi standard WHO atau badan kesehatan dunia,” ungkap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rakor yang diikuti Menteri BUMN, Erick Thohir serta Menkominfo, Jhonny Gerrard Plate itu.(*).

 379 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Kesehatan

Seluruh OPD Diinstruksikan Tekan Cluster Perkantoran

Penambahan Kasus Positif
10 – 23 November 2020

Jember.LONTARNEWS.COM. Penyebaran dan penularan Covid-19, sudah tidak lagi hanya di tempat kerumunan atau kalangan masyarakat umum saja, tapi sudah merambah ke perkantoran. Terbaru, tiga orang pegawai pada Dinas Kesehatan, dinyatakan terkonfirmasi positif.

Tak pelak, atas kejadian yang sangat tidak menguntungkan ini, pihak Pemkab Jember terpaksa menutup kantor dinas kesehatan. Dan para pegawainya, diminta untuk bekerja dari rumah ( work from home).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Gatot Triyono menjelaskan, atas terjadinya perkembangan penyebaran dan penularan Covid-19 sejak beberapa pekan belakangan ini, Plt Bupati Jember sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Drs KH Abdul Muqit Arief, memberikan instruksi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menekan cluster perkantoran. Intsruksi tersebut berisikan perintah, pertama, setiap kantor OPD harus menerapkan protokol covid secara ketat dan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala.

Kedua, melaporkan ke Satgas Covid-19 jika ada karyawan di lingkungannya yang terpapar Covid-19. Ketiga, karyawan yang terpapar Covid-19 tersebut harus bekerja dari rumah (work from home/WFH), dan diijinkan kembali ke kantor sampai diketahui hasil pemeriksaan kesehatannya.

Keempat, memerintahkan karyawan kontak erat agar isolasi mandiri dan melaporkan pada Satgas. Kelima, perkantoran yang ada pelayanan umum, seperti Dispenduk, PTSP yang tidak bisa melakukan WFH untuk berkoordinasi dengan Satgas dan memperketat pelaksanaan pelayanan tersebut.

Mengenai kantor pelayanan umum, Gatot memastikan tetap berjalan. “Bagi yang WFH akan diijinkan masuk kembali setelah keluar hasil pemeriksaan,” terang Gatot Triyono, Jumat, (27/11/2020).

Oleh karena semakin meluasnya tingkat penyebaran Covid-19, Gatot meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Gunakan masker dengan baik, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Saat ini, disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan cara paling ampuh mencegah penularan Covid-19,” ungkap Gatot Triyono, yang juga Plt Kadis Komunikasi dan Informatika itu.

Penambahan Pasien Meninggal
01- 23 November 2020

Untuk diketahui, dikeluarkannya intsruksi oleh Plt Bupati Jember, agar seluruh OPD menekan cluster perkantoran, dipicu oleh melonjaknya penambahan pasien Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Penambahan pasien Covid-19 berbeda dari hari-hari sebelumnya, saat ini sudah di atas 50 orang.

Sesuai data yang ada, pada 16 November 2020, tercatat ada 60 orang terkonfirmasi positif terpapar virus corona. Padahal sehari sebelumnya hanya 21 orang yang terkonfirmasi positif.

Data ini pada satu hari berikutnya, 17 November 2020, sempat menunjukkan penurunan hingga 33. Tetapi pada 18 November, kembali terjadi penambahan sebanyak 60 orang

Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi pada 19 November. Sebab, penambahannya mencapai 107 orang, suatu jumlah yang sangat banyak sejak pandemi pada bulan Maret lalu.

Hari-hari berikutnya, penambahan terkonfirmasi positif berada di atas angka 50. Jumlah penambahan terkonfirmasi positif itu berbanding jauh dengan penambahan jumlah pasien sembuh, yang hanya berkisar belasan orang sembuh baru.

Sementara di sisi kematian, intensitasnya meningkat sejak tanggal 10 November. Kematian akibat Covid-19 bisa dibilang terjadi tiap hari.

Hanya empat hari terjadi kekosongan angka kematian, yakni 11, 16, 17, dan 18 November. Selebihnya hingga 23 November terdapat 2 hingga 4 angka kematian. (*).

 419 kali dilihat