Kategori
Berita

Tak Ada BBM untuk Operasional, Puluhan Truk Pengakut Sampah Diparkir Depan Kantor Pemkab Jember

Para sopir truk pengangkut sampah terpaksa memarkir kendaraannya di depan kantor Pemkab Jember karena tidak ada bahan bakar untuk operasional.

Jember.LONTARNEWS.COM. Puluhan armada pengangkut sampah terparkir di depan Kantor Pemkab Jember. Para sopir truk pengangkut sampah ini sengaja memarkir kendaraannya, karena tidak memiliki bensin/BBM (bahan bakar minyak) untuk menjalankan tugasnya mengangkut sampah.

“Sejak dua bulan ini belum ada anggaran untuk BBM, sebelumnya kami mengoperasionalkan truk ini menggunakan dana TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai, red). Namun karena sekarang uangnya habis, ya sudah, truk diparkir dan tidak beroperasi,” ujar Sunidar koordinator sopir truk pengangkut sampah, Senin (04/01/2020).

Mandeknya kegiatan pengangkutan sampah oleh para sopir ini juga disertai pemberitahuan lewat tulisan yang dipasang pada bagian depan truk. Tulisan dimaksud yakni, “Mohon Maaf Kami Tidak Operasional, Truk Sampah Ini Butuh BBM”.
Sampai kapan aksi mogok kerja para sopir truk pengakut sampah ini akan dilakukan, Sunidar belum bisa memberi kepastian. Namun diisyaratkan, jika ada BBM operasional, dia memastikan tugas mengangkut sampah akan kembali dilakukan sebagaimana biasa.

“Sampai kapan kita juga tidak tahu, yang jelas sampai ada keputusan, dan karena kita sudah tidak mampu lagi nalangi dana operasional, karena bayaran juga belum, yang jelas kita nunggu keputusan pimpinan dulu,” papar Sunidar.

Di lain pihak, petugas kebersihan yang biasa membersihkan alun-alun Jember, Slamet, mengaku, meski truk pengangkut sampah tidak beroperasi, namun dirinya tetap melakukan aktivitasnya menyapu dan membersihkan jalanan. Sampah-sampah itu hanya akan dikumpulkan saja.

“Kita prihatin saja mas, karena memang truk butuh BBM. Tapi kalau untuk menyapu, kami tetap menjalankan, walau sampahnya hanya kita kumpulkan saja dan tidak terangkut. Sebenarnya saat ini juga waktunya memotong rumput alun-alun, tapi mesin pemotong juga tidak bisa dioperasionalkan, karena tidak ada anggaran,” imbuh Slamet.(*).

 81 kali dilihat

Kategori
Berita

Soal Ambrolnya Tebing Jembatan Patemon yang Mengakibatkan Orang Terperosok ke Sungai, Warga Minta Tidak Hanya Disurvei Tapi Dibangun

Pj Kepala Desa Patemon, Suryanto, saat meninjau tebing jembatan Desa Patemon, Tanggul, yang longsor dan saat ini diberi pagar pembatas, Sabtu (26/12/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Menyusul terjadinya peristiwa terperosoknya gadis berusia 16 tahun, Nafisa, di lubang tebing jembatan di Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Jember, pada hari Rabu (23/12/2020), warga setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atas jembatan itu. Pembangunan jembatan ini butuh kesegeraan untuk dilakukan, mengingat kondisinya sudah sedemikian parah dan sangat membahayakan.

“Jangan seperti yang sudah-sudah, hanya disurvei dan diukur sampai berkali-kali, tapi tindaklanjutnya tidak pernah ada,” tukas Gatot Budiono, warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Sabtu (27/12/2020).

Perbaikan dan pembangunan jembatan yang merupakan jalur utama menuju tempat wisata Pemandian Patemon dan Desa Kramat Sukoharjo ini, lanjut Gatot, butuh kesegeran. Karena jika tidak, keadaannya dipastikan akan semakin parah, apalagi saat ini musim hujan.

Saat ini saja, tebing jembatan yang mengalami longsor, kondisinya sudah sampai aspal jalan. “Sebaiknya jangan menunggu kondisinya semakin parah sampai tidak bisa dilalui kendaraan,” sergah pria yang kesehariannya berprofesi sebagai advokat itu.

Menanggapi harapan masyarakat ini, Pj Kepala Desa Patemon, Suryanto, mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Baik dengan pihak kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

“Kita akan segera ajukan ke dinas terkait, paling tidak akan koordinasi dengan muspika. Mungkin nanti ke pemerintah kabupaten atau propinsi,” ujar Suryanto, saat ditemui di lokasi terjadinya longsor, Sabtu (26/12/2020).

Koordinasi ini harus dilakukan, karena pemerintah desa Patemon tidak memiliki kemampuan untuk membangun jembatan itu. “Anggarannya terlalu besar. Yang kedua, anggaran yang kemarin sudah diploting untuk pembangunan yang lain,” tandasnya.

Pengajuan perbaikan atas jembatan yang sudah tidak layak karena terlalu sempit dan kondisi juga membahayakan ini, menurut Suryanto, sebenarnya sudah sering dilakukan. Namun sejauh ini tidak pernah ada tindaklanjutnya.

“Tapi mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi. Harapan kami semuanya bisa terlibat, karena ini tanggung jawab bersama,” tambahnya. (*).

 537 kali dilihat

Kategori
Berita

Tebing Jembatan Ambrol, Jalur Wisata Pemandian Patemon Memakan Korban

Agar para pengguna jalan bisa melihat dan lebih hati-hati, lubang yang ada di atas tebing jembatan Patemon oleh warga setempat dilebarkan

Jember.LONTARNEWS.COM. Tebing jembatan di Dusun Krajan Desa Patemon, Tanggul yang longsor sejak lebih dari sebulan longsor lalu, memakan korban. Seorang gadis, Nafisa (16 tahun) warga setempat, terperosok masuk lubang yang ada di atas tebing tersebut.

Beruntung saat gadis tersebut terperosok masuk lubang, tidak ada batu tebing yang menyertai. Anak tersebut hanya luka sedikit pada bagian kaki dan merasakan sakit pada bagian punggungnya.

Hermin, pemilik warung yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan, kejadian tersebut bermula dari seorang anak pembeli ayam geprek di warung Inyong. Anak sekira usia 3 tahun tersebut lari menuju ke arah lubang yang ada di atas tebing longsor itu.

Melihat itu, ibu dari anak tersebut langsung berteriak. Mendengar teriakan ibu pembeli ayam geprek, Nafisa yang memang bekerja di Warung Inyong, berusaha mengejar anak itu. “Setelah sampai di atas tebing itu, Nafisa tiba-tiba terperosok masuk lubang,” ujar Hermin, pemilik warung di sekitar TKP, Rabu (23/12/2020).

Tak urung, perisitiwa inipun mengundang warga setempat berlarian menuju TKP untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Termasuk perangkat desa dan babinsa setempat yang oleh warga dihubungi seketika itu juga mendatangi TKP.

Teguh Hidayat, Babinsa Patemon, Tanggul, berharap warga yang ada di sekitar TKP bisa ikut mengamankan dengan memberi tahu akan kondisi tebing yang berlubang tersebut. “Utamanya kepada pengguna jalan sebaiknya hati-hati saat melewati jalur ini,” ujar Teguh saat ditemui di TKP.

Sementara warga setempat, Gatot Budiono SH, meminta kepada pihak pemerintah untuk segera melakukan upaya perbaikan atas kondisi tebing jembatan yang sangat membahayakan itu. “Saya warga sini (Patemon,red), tahu persis keadaan jembatan ini. Demi keselamatan warga dan pengguna jalan, tolong segera diperbaiki jembatan ini,” pinta Gatot.

Kesegeraan atas perbaikan tebing dan jembatan ini, lanjut Gatot, sudah cukup mendesak, mengingat kondisinya sudah parah. “Jembatan ini sudah berkali-kali disurvei, tapi tindaklanjutnya tidak pernah ada. Jangan hanya diukur-ukur terus, tapi perbaikan gak pernah ada,” tegas Gatot Budiono, yang juga advokat itu.(*).

 1,311 kali dilihat

Kategori
Berita

Wabup Jember, Pengembalian SOTK 2016 Agar Tidak Ada Beban PR Bagi Bupati Jember Setelah Pilbup

Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, saat memberikan pengarahan kepada para pendukungnya di depan kantor Pemkab Jember, Selasa (22/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Kian memanasnya situasi politik di Jember menyusul terus mengalirnya dukungan masyarakat kepada Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, yang dinilai telah dipojokkan karena melakukan pengembalian SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) tahun 2016, memaksa Kiai Muqit harus turun sendiri menghadapi massa yang memberikan dukungan moril kepada dirinya. Kepada ribuan massa yang menggelar aksi dukungan di depan kantor Pemkab Jember, Kiai Muqit (sapaan KH Muqit Arief), menyeru agar semuanya bersikap tenang dan sabar.

“Kalau penjenengan sayang kepada saya, kalau penjenengan cinta kepada saya, maka ikutilah ketetapan yang saya ambil. Jadi oleh karena itulah, mari tretan sedejeh (saudara semua, red), dengan kepala dingin, dengan penuh kesabaran, inshaa Allah segala sesuatunya akan selesai pada saatnya. Kami mohon kesabaran kepada semuanya,” imbau Wabup Muqit Arief, Selasa (22/12/2020).

Dengan sangat bijak, Kiai Muqit menyatakan, bahwa dirinya memahami apa yang dirasakan para peserta aksi. Namun begitu Kiai Muqit tetap merasa perlu untuk menyampaikan persoalan yang tengah terjadi.

“Kami paham perasaan panjenengan semuanya, kami sangat paham. Tapi inshaa Allah yang terpenting bukan persoalan macem-macem, tapi Jember ke depan menjadi lebih baik,” tandasnya.

Pengembalian SOTK tahun 2016, lanjutnya, semata-mata untuk kepentingan Jember dalam artian luas dan tidak ada niatan lain. “Saya mengembalikan SOTK itu tidak ada niatan lain, selain perintah dari menteri dalam negeri. Saya berpikir, siapapun yang menjadi bupati Jember setelah pilbup, tidak ada lagi beban, tidak ada PR (pekerjaan rumah) yang akan dilaksanakan,” paparnya (*).

 187 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Berita

Kembali Tolak Penambangan Pasir Besi, Warga Paseban Jember Bongkar Pos Keamanan Penambang

Warga beramai-ramai mengusung bangunan posko yang dibongkar dari tempat asalnya menuju kantor desa Paseban.

Jember.LONTARNEWS.COM. Warga Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, kembali bergolak. Protes warga di pesisir laut selatan ini dipicu atas munculnya bangunan pos keamanan yang diduga milik penambang pasir besi.

Tak urung, pos keamanan itupun jadi sasaran warga. Mereka beramai-ramai memindah pos tersebut dari tempat asalnya ke balai desa Paseban.

Pemicu lain yang mengundang rasa curiga warga akan dilakukannya penambangan pasir besi di kawasan itu, yakni beredarnya foto surat izin untuk menambang pasir besi di pesisir Paseban oleh PT Agtika Dwi Sejahtera. “Investor harus punya ijin dan nuwun sewu ke muspika. Selama ini dari investor tidak pernah ada izin ke muspika maupun ke desa, sehingga apa yang dilakukan mereka ini sepertinya liar,” ujar Bambang Erwin Setono, Camat Kencong, kepada awak media, Jumat (18/12/2020).

Diakui, selain soal surat izin yang beredar, kecurigaan warga juga dipicu oleh adanya posko di Paseban yang diduga milik investor. “Tadi malam dijaga posko itu dan diambil alih oleh warga dikembalikan ke desa. Hasil rapat semalam, pagi ini posko itu harus ditarik ke desa,” terang Bambang.

Mengenai surat ijin, Bambang menyatakan, kalau memang dari atasan, muspika akan mendukung. Sebab ijin ini sifatnya top down, bukan buttom up.

“Jadi investor ini sepihak. Tidak melihat arus di bawah ini bagaimana, menganggap warga Paseban menerima dengan izin tersebut,” ucapnya.

Sementara dalam aksi protes yang dilakukan, selain membongkar pos keamanan milik investor dan mengarak menuju kantor desa Paseban sejauh lebih dari 4 kilometer, sepanjan jalan peserta aksi juga meneriakkan yel-yel. “Tolak Tambang Pasir Besi”.

Mereka juga membentangkan poster bertuliskan, “Masyarakat Paseban Tolak Tambang”, #Save Paseban, #Paseban ku, Paseban Ora Didol. (*).

 267 kali dilihat

Kategori
Berita

Sertijab Danyonif Raider 509, Bupati Jember Apresiasi Letkol Wira Muharromah Atas Kesetiaannya Mendampingi Pemkab Jember

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara serah terima jabatan Komandan Batalyon Infanteri Raider 509 dari Letkol Inf Wira Muharromah kepada Danyonif Raider 509 yang baru Letkol Inf Syafrinaldi, di Mayonif Raider 509/BY/9/2/Kostrad, Jumat (11/12/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Bupati Jember memberikan apresiasi kepada Komandan Yonif (Danyonif) Raider 509 Letkol Inf Wira Muharromah atas kesetiaannya menemani dan mendampingi Pemkab Jember. Kerjasama dan partisipasi aktif yang diberikan Yonif Raider 509 dalam melaksanakan tugas kebencanaan bersama Pemerintah Kabupaten Jember dinilai sangat efektif.

Bupati Faida menegaskan, partisipasi dalam tindak darurat dan bencana yang dilaksanakan Yonif Raider 509 disaksikan masyarakat Jember. Bupati mengatakan, berkat kebaikan hati Danyonif Raider 509 menjadikan dirinya sebagai bupati pertama yang menyaksikan secara langsung sejumlah pasukan asal Jember yang bertugas di Papua.

“Tanpa saya tahu, tidak ada bupati lain yang datang melihat pasukan,” ucap Bupati Faida, dalam acara serah terima jabatan Komandan Batalyon Infanteri Raider 509 dari Letkol Inf Wira Muharromah kepada Danyonif Raider 509 yang baru Letkol Inf Syafrinaldi, di Mayonif Raider 509/BY/9/2/Kostrad, Jumat (11/12/2020).

Rasa persaudaraan Pemkab Jember dengan Raider 509 lanjut Bupati Faida, diharapkan dapat berlanjut, karena itu sangat baik untuk kemajuan Pemkab Jember. “Kepada Pak Wira, teriring do’a dan rasa bangga. Dan kami ucapkan selamat kepada Danyonif Raider 509 yang baru,” imbuhnya.

Sementara Letkol Inf Wira Muharomah dalam sambutannya secara singkat menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta maaf kepada semua pihak terkait, khususnya kepada Bupati Jember. Menurutnya, Bupati Jember sangat memperhatikan prajurit Yonif Raider 509.

Bupati tidak segan, bahkan mengunjungi prajurit saat tugas operasi. “Kami diperhatikan sebagai warga Jember,” ucapnya.

Letkol Inf Syafrinaldi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan meminta sejumlah pihak, khususnya Forkopimda Pemkab Jember, untuk tidak segan memberikan arahan dan pendampingan selama berdinas di 509 nanti “Kami mohon arahan,” tambahnya. (*).

 555 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Kategori
Berita

Sampai Oktober 2020, DP3AKB Kabupaten Jember Mencatat Terjadi 133 Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (11/11/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Berdasarkan data pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, sampai bulan Oktober lalu tercatat 133 kasus kekerasan yang menimpa anak di Jember. Kasus kekerasan pada anak ini meliputi kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikis, dan penelantaran.

Dari laporan yang diterima DP3AKB, dibanding tahun sebelumnya, kasus kekerasan terhadap anak pada tahun ini, mengalami peningkatan. Kenaikan itu terjadi dimungkinkan karena adanya keterbukaan informasi dan kemudahan sistem dalam melapor.

“Masyarakat semakin tahu, kemana harus melapor,” terang drg. Nur Cahyohadi, Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember.

Disampaikan, terhitung sejak Januari hingga Oktober kemarin, DPA3KB melalui unit Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) telah menangani kasus itu. Penanganan kasus tersebut mulai dari pendampingan visum sampai pendampingan hukum jika diperlukan.

“Harapan kami, anak-anak tidak masuk ke dalam kondisi yang berhadapan dengan hukum,” pungkas acara deklarasi sekolah ramah anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (11/11/2020).(*)

 384 kali dilihat

Kategori
Berita

Media Diharapkan Tetap Kedepankan Kesantunan dan Obyektifitas

Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, mengikuti siaran podcast yang dipandu Direktur Times Indonesia, Kiagus Firdaus, di Times Indonesia Biro Jember, Senin (05/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Di tengah semakin menghangatnya konstelasi politik menjelang pemilukada 2020, sudah semestinya media mengambil peran sebagai penyejuk suasana. Sebagai penyampai informasi, media harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, terlebih dalam menghadapi pemilukada di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Dengan berpikir obyektif, tetap menjaga kesantunan, menjaga persatuan dan persaudaraan, sehingga lakon politik dapat terlaksana dengan sejuk dan adem,” kata Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, saat peresmian kantor Times Indonesia Birokrasi Jember, Senin (05/10/2020).

Peresmian kantor yang terletak di Jalan Letjen Panjaitan itu berlangsung sederhana. Pada acara itu Plt. Bupati juga berkesempatan mengikuti Podcast Times Indonesia Biro Jember, untuk menyapa dan menyampaikan pesan kepada masyarakat.

“Selamat datang Time Indonesia di Jember. Selamat berkarya. Ini akan menjadi tambahan energi baru bagi masyarakat Jember,” ucap Kiai Muqit.

Plt bupati menilai, kehadiran media seperti ini menjadi penting, untuk bisa menyampaikan pesan pembangunan, pesan tentang kesuksesan pilkada. Bahkan juga pesan tentang corona virus 19 maupun yang lainnya.

Informasi, lanjutnya, menjadi hal yang dapat mewarnai kehidupan. “Siapa yang pegang informasi, dialah yang akan banyak memengaruhi perilaku publik, tidak terkecuali di Jember ini,” ujarnya.

Direktur Times Indonesia, Kia,  menjelaskan selama lima tahun Times Indonesia menjadi media online nasional. “Media times telah terverifikasi faktual maupun administrasi di Indonesia. Times Indonesia Biro Jember siap bekerja sama dengan Pemkab Jember,” katanya.

Kia menegaskan, di media yang mengusung positif thinking, inspiring, dan building ini, akan sulit menemukan bahasa negatif dalam beritanya. “Memuliakan yang ada di Jember, dengan potensi besar, maka kami siap membantu Jember untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten yang berprestasi di kancah Indonesia,” tuturnya.

Pembina Times Indonesia, Arum Sabil, menambahkan, Times Indonesia Biro Jember dapat membangun sinergi dengan Pemkab Jember. Times Indonesia hadir di Jember lanjut Arum, untuk memberi dukungan kepada anak muda yang bergerak di bidang jurnalistik.

“Sehingga, dengan sinergi dapat memberikan informasi yang mendidik dan positif di Kabupaten Jember,” imbuhnya.(*).

 407 kali dilihat

Kategori
Berita

Harapan Plt Bupati Jember di HUT TNI ke 75, Sinergi yang Berjalan Selama Ini Bisa Terus Ditingkatkan

Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam peringatan HUT TNI ke 75 yang dilaksanakan di Makodim 0824 secara virtual bersama Presiden Joko Widodo diikuti pejabat Forkopimda Kabupaten Jember, Senin (05/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berharap sinergitas yang telah terbangun antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan jajaran TNI, utamanya Kodim 0824, bisa semakin ditingkatkan. “Semoga sinergi yang berjalan selama ini dapat terus berjalan dan terus ditingkatkan,” harap Kiai Muqit (panggilan KH A Muqit Arief), dalam sambutannya pada peringatan HUT TNI ke 75 yang digelar secara virtual di Makodim 0824, Senin (05/10/2020).

Peringatan HUT TNI ke 75 yang dilaksanakan di Makodim 0824 secara virtual bersama Presiden Joko Widodo ini diikuti pejabat Forkopimda Kabupaten Jember. “Selamat ulang tahun Tentara Nasional Indonesia. Semoga, TNI yang profesional akan terus jaya dalam menjaga Indonesia,” ucap Plt Bupati Jember.

Dikatakan, kehadiran TNI di Kabupaten Jember sangat dirasakan oleh masyarakat di Jember sejak masa memperebutkan kemerdekaan Republik Indonesia. Peran TNI dalam membebaskan Jember dari penjajah Belanda sangatlah besar.

Hal lain yang bisa dilihat dari berartinya kehadiran TNI bagi masyarakat Jember, yakni program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). “Sangat dirasakan masyarakat sejak kemerdakaan hingga mengisi kemerdekaan saat ini,” tutur Kiai Muqit.

Satu lagi kegiatan lokal dari jajaran TNI di Jember yang cukup menjadi langkah produktif dalam membangun sinergi dengan masyarakat, yaitu One Weekend One Tahajud. “Kami bangga. Semoga sinergi yang berjalan selama ini dapat terus berjalan dan terus ditingkatkan,” harap Kiai Muqit.

Pengasuh pondok pesantren Al Falah Silo itu juga menilai, TNI tidak hanya beroperasi dalam perang. Tetapi juga beroperasi di luar perang, hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Sementara dalam rangka peringatan HUT TNI ke 75 tahun ini, Persit XXXVIII Jember juga melakukan kegiatan lain, yakni bhakti sosial pemberian sembako kepada tukang becak yang biasa mangkal di seputaran Kodim 0824. Aksi sosial yang dipimpin Ketua Persit Chandra Kirana Cabang XXXVIII Kodim 0824/Jember, Rari Sofiantine La Ode M Nurdin itu membagikan 30 bingkisan sembako kepada tukang becak dan warga tidak mampu.

Paket sembako berisi beras minyak goreng, telur, milagross dan masker. “Hari ini kita ikut berpartisipasi dalam rangka HUT TNI Ke-75. Kita membagikan sembako tiga puluh paket kepada tukang becak yang ada di wilayah sekitar Makodim,” imbuh istri Dandim 0824/Jember itu. (*).

 410 kali dilihat

Kategori
Berita

Memasuki Masa Cuti Sebagai Bupati Jember, dr. Faida Tetap Prioritaskan Keselamatan Rakyat

Bupati Jember, dr. Faida. MMR

Jember.LONTARNEWS.COM. Menjelang masa cuti sebagai Bupati Jember, tak lantas mengendorkan niat dr. Faida. MMR, untuk tetap menjalankan tugas melayani masyarakat. Memasuki masa cutinya, karena hendak maju sebagai calon bupati untuk periode kedua, Faida tetap berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat.

Dia mengaku, saat ini yang menjadi prioritas sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 adalah soal keselamatan. “Saya hampir tidak ada waktu untuk rapat-rapat pemenangan Pilkada. Saya betul-betul hanya fokus kepada tugas-tugas Pemerintahan dan sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19. Karna saya menyakini itu yang prioritas, itu yang utama, maka saya benar-benar fokus pada tugas-tugas tersebut,” jelasnya.

Fokus kepada keselamatan masyarakat dan jaring pengaman sosial serta pemulihan ekonomi di masa pandemi ini, sesuai amanat yang diberikan pemerintah pusat. “Kita sedang fokus kepada inpres no. 6 tahun 2020 tentang penegakam disiplin dan penindakan bagi yang melanggar. Ini yang kita gencarkan saar ini, roda pemerintahan akan tetap berjalan ada atau tidak ada pilkada,” ucap Faida.

Karena itu, Faida juga mengaku tidak terlalu merisaukan soal cuti sebagai Bupati Jember yang segera akan dijalaninya. “Bupati cuti itu sudah diatur dalam undang-undang. Ada wakil bupati yang tidak maju, dan insya Allah akan tetap berjalan dengan kepemimpinan wakil bupati,” ujarnya.

Begitu pula mengenai dinamika politik yang tengah berkembang di Jember saat ini. “Dinamika politik saya nikmati. Saya pikir memang harus terjadi di Jember dan harus bisa dilalui dengan baik,” tandasnya.

Sementara terkait dengan pendaftaran sebagai calon bupati, Faida mengaku tetap komitmen bersama rakyat. “Saya tidak akan mengecewakan para pendukung saya yang telah bersusah payah dan menunjukkan kesungguh-sungguhannya tanpa bermaksud mengabaikan keberadaan partai,”ungkap Faida.

“Saya mengambil sikap ada dukungan atau pun tidak ada dukungan dari partai politik, saya memilih mendaftar melalui jalur independen,” imbuhnya.(*).

 215 kali dilihat