Sinkronisasi RPJMD, OPD Harus Pahami Keinginan Masyarakat

  • Whatsapp
Bupati Jember, dr. Faida. MMR bersama Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, pada acara Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Kamis (12/03/2020).
Bupati Jember, dr. Faida. MMR bersama Wakil Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, pada acara Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Kamis (12/03/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Dalam rangka memberikan keseimbangan kebutuhan dengan rencana pemerintah, perlu adanya sinkronisasi kemampuan daerah, tujuan RPJMD dan keinginan masyarakat itu sendiri. Dan agar persiapan program tahun 2021 ini bisa berjalan seperti yang diharapkan, perlu adanya pemahaman keinginan masyarakat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu yang diinginkan masyarakat adalah ketersediaan infrastruktu yang memadai. Selama ini, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan pengukuran jalan tetapi tak kunjung dibangun.

Pertanyaan masyarakat ini merupakan sebuah kewajaran, karena mereka belum tahu. Bahwa seluruh jalan di Jember memang perlu diukur untuk memperbaiki dan memasukkan ke peta jalan di kabupaten untuk di-SK-kan ulang.

“Ini menjadi tugas para OPD untuk memilah-milah mana yang menjadi prioritas, karena setiap kegiatan itu harus meningkatkan indeks-indeks yang akan dicapai,” ungkap bupati.

Selama ini banyak masyarakat yang menginginkan jalan-jalan di pelosok dibangun. Tetapi pemerintah tidak bisa melakukannya, karena jalan tersebut tidak termasuk dalam peta jalan kabupaten.

“Maka, dengan adanya pengukuran jalan, nantinya dapat dianggarkan dan dapat dibangun,” tandas Bupati Faida, dalam Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Kamis (12/03/2020).

Sinkronisasi tidak hanya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember. Keinginan masyarakat perlu tersambung dengan RPJM Provinsi Jatim dan RPJM nasional.

“Karena ini suatu sinergitas yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya,” ungkap bupati yang didampingi Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara itu.

Ditegaskan bupati, bahwa setiap OPD berkesinambungan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, sebuah masalah tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu OPD saja.

Misalnya, masalah perikanan, tidak bisa hanya diselesaikan oleh Dinas Perikanan saja. “Sebab, nelayan perlu KTP, KK. Di nelayan juga ada perizinan, permodalan, istri nelayan juga hamil, anak nelayan harus sekolah, lingkungan nelayan juga butuh rumah sehat. Ini menunjukkan bahwa setiap OPD saling berkesinambungan,” jelasnya.

Terkait pencapaian indeks program pembangunan, bupati menyatakan, terjadinya kegagalan pencapaian indeks adalah kegagalan bersama. Sebaliknya, keberhasilan pencapaian juga merupakan keberhasilan bersama.

Bupati mengungkapkan, bahwa indeks pencapaian kabupaten dicapai dengan bagus. Diantaranya angka kemiskinan turun, angka ekonomi meningkat, angka pengangguran turun signifikan, pencapaian produksi pertanian padi dan jagung meningkat, dan lain sebagainya.

Dalam kaitan kinerja antar OPD ini, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, juga menegaskan pentingnya sinergisitas Pemerintah Kabupaten Jember bersama OPD-nya dengan masyarakat. Diimbau agar seluruh OPD terus menyinkronkan botom up planning dan top up planning. 

“Tetap menjunjung tinggi dan memperhatikan keinginan masyarakat, agar yang kita lakukan nanti bisa sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (*)