Kategori
Infrastruktur

Januari 2021 Bandara Notohadinegoro Kembali Layani Penerbangan Surabaya – Jember PP

Aktifitas di Bandara Notohadinegoro, Jember (foto istimewa)

Jember.LONTARNEWS.COM. Setelah sempat sepi dari penerbangan dalam beberapa bulan, bandara Notohadinegoro, Jember, kembali akan melayani penerbangan Surabaya-Jember PP. Kepastian akan dimulainya layanan penerbangan yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 ini, disampaikan Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember Edy Purnomo.

Bandara Notohadinegoro sendiri pada sepanjang tahun 2020 sebenarnya tetap beroperasi, namun karena jumlah penumpang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, terpaksa pihak maskapai membatalkan penerbangan. “Karena pandemi Covid-19 berdampak terhadap jumlah penumpang, maskapai membatalkan penerbangan,” ungkap Edy.

Penerbangan tetap akan dilayani maskapai Wings Air. Layanan rute penerbangan Jember – Surabaya dan Surabaya – Jember, menggunakan pesawat jenis ATR 72/600.

Mulai dibukanya kembali penerbangan Surabaya – Jember dan sebaliknya ini, cukup mendapat sambutan dari masyarakat pengguna jasa transportasi penerbangan. Ini terbukti, meski jadual penerbangan baru berlaku awal tahun 2021, namun pemesanan tiket untuk tujuan Surabaya sudah ada sejak pekan kedua Desember 2020.

Untuk penerbangan dari Surabaya ke Jember pukul 10.30 dan kembali ke Surabaya dari Jember pukul 11.40. “Untuk aktual keberangkatan Wings Air tetap mengacu kebijakan manajemen pusat. Sedangkan untuk jadwal penerbangan tidak ada perubahan, tetap seperti semula,” tambah Ricco Permana Hadi, Airport Manager Wing’s.

Mengenai dimulainya lagi penerbangan di Bandara Notohadinegoro pada awal 2021, Rico mengimbau, sesuai anjuran pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, semua calon penumpang pesawat udara diwajibkan menunjukan dokumen rapid test anti gen. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya untuk mencegah persebaran Covid-19.(*).

 156 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Yakinkan Kondisi Lapangan, Bersama Dandim 0824, Plt Bupati Jember Tinjau Lokasi Pelaksanaan TMMD ke 110

Plt. Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, saat meninjau lokasi yang akan menjadi tempat dilaksanakannya program TMMD ke 110, Sabtu (17/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, meninjau lokasi yang akan menjadi tempat dilaksanakannya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110. Lokasi tempat dilaksanakannya program TMMD yang dikunjungi Plt Bupati Jember bersama Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letkol Inf La Ode M Nurdin, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta Muspika Silo itu, berada di Desa Harjomulyo dan Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Peninjauan langsung lokasi tempat akan dilaksanakannya program TMMD ini dimaksudkan agar diketahui dengan pasti kondisi yang sebenarnya di lapangan. Dengan begitu, akan bisa didapat gambaran dan perencanaan pelaksanaan program agar bisa berjalan dengan baik seperti yang diharapkan.

“Agar nanti saat tiba pelaksanaan program TMMD ke-110 lebih mantap dalam pelaksanaannya,” kata Plt. Bupati Jember, Drs KH Muqit Arief, kepada sejumlah wartawan saat meninjau lokasi yang akan menjadi tempat dilaksanakannya program TMMD ke 110, Sabtu (17/10/2020).

Sepanjang peninjauan diketahui ada beberapa titik yang betul-betul perlu sentuhan pembangunan. Seperti jembatan yang menuju ke Desa Mulyorejo.

“Kalau tidak dibangun, warga kesulitan untuk melintas saat musim hujan. Di lokasi tersebut sudah pernah memakan korban dua mobil milik warga hanyut saat melintas,” ungkap Kiai Muqit, sapaan akrab KH Muqit Arief.

Selain jembatan, ada juga rumah kurang layak dihuni dan musholla yang juga butuh sentuhan renovasi. Musholla ini biasa dijadikan tempat untuk kegiatan belajar mengajar

Kiai Muqit mengapresiasi kekompakan masyarakat Mulyorejo dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Hal itu ditunjukan dengan pembangunan jalan batu dan jembatan hasil swadaya masyarakat.

“Saya berharap kekompakan ini terus dijaga sampai tiba nanti pelaksanaan TMMD ke-110, agar masyarakat dan TNI benar-benar terasa manunggalnya,” harapnya.

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letkol Inf La Ode M Nurdin, menyatakan, dari peninjauan lokasi yang dilakukan, pelaksanaan program TMMD ke-110 tahun ini tepat sasaran. Ini setelah melihat situasi dan kondisi yang memang benar-benar sangat membutuhkan bantuan pembangunan.

“Semoga nanti kalau sudah tiba saatnya pembangunan, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan sinergitas antara TNI dan masyarakat dapat terjalin,” tambahnya. (*).

 452 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Jalan Tembus Program TMMD, Bisa Pangkas Waktu Tempuh dari 2 Jam Menjadi 15 Menit

Rapat koordinasi lanjutan antara Pemkab Jember dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember untuk persiapan oelaksanaan program TMMD ke 110, di aula bawah Pemkab Jember, Kamis (15/10/2020)

Jember.LONTARNEWS.COM. Target pembuatan jalan tembus yang dicanangkan dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 di Kabupaten Jember, sangat diharapkan oleh nasyarakat, utamanya Desa Mulyorejo. Karena ketersediaan jalan ini, dipastikan akan menjadi pembangkit geliat perekonomian masyarakat, maupun aktifitas lainnya.

Seperti jarak tempuh perjalanan masyarakat Desa Mulyorejo menuju Harjomulyo, Kecamatan Silo. Kalau rencana pembuatan jalan tembus itu bisa terealisasi, maka jarak tempuh masyarakat Mulyorejo yang hendak ke Harjomulyo atau sebaliknya, tidak lagi membutuhkan waktu sampai 2 jam, tapi cukup 15 menit saja.

Dua desa, Mulyorejo dan Harjomulyo, Kecamatan Silo tersebut, menurut Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menjadi lokasi penyelenggaraan program TMMD ke-110. Kedua desa tersebut memang sangat memerlukan sentuhan program pembangunan pemerintah.

“Mulyorejo ini merupakan desa di Jember yang akan menjadi sasaran pembangunan jalan tembus baru,” terang Plt Bupati, dalam rapat koordinasi lanjutan antara Pemkab Jember dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember, di aula bawah Pemkab Jember, Kamis (15/10/2020).

Pemerintah Kabupaten Jember sendiri melalui beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, akan memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan program dari Mabes TNI itu. Dari pihak camat dan kepala desa setempat diharapkan menyiapkan warganya agar ikut menyukseskan program tersebut.

“Jadi nanti benar-benar terasa manunggalnya antara TNI dan masyarakat,” ungkap Kiai Muqit, sapaan akrab KH. A. Muqit Arief.

Program TMMD ke-110 ini, tambah Komandan Kodim (Dandim) Letkol Inf La Ode M Nurdin, dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tahun 2021. “Ini merupakan program TNI dengan masyarakat yang akan kita laksanakan pada bulan Februari 2021. Kami bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun desa tersebut,” kata Dandim.

Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan guna mewujudkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. “Kami membantu meringankan beban masyarakat dan membantu meningkatkan roda perputaran ekonomi masyarakat,” imbuhnya.(*)

 416 kali dilihat

Kategori
Infrastruktur

Program Listrik Gratis, Plt Bupati Jember: “Wujud Nyata PLN Membantu Masyarakat”

Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, menyalakan Miniature Circuit Breaker (MCB) di KWH (Kilo Watt Hour) Meter, menandai pemasangan listrik gratis 1300 Watt di gedung MI Misbahul Ulum di Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kamis (15/20/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Plt Bupati Jember Drs KH A Muqit Arief menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN di hari ulang tahunnya yang ke 75. Ucapan terima kasih itu disampaikan, karena di hari bersejarah dengan tema ‘Menerangi Indonesia Mencerdaskan Bangsa’ ini, PLN telah memberikan pemasangan listrik gratis pada madrasah ibtidaiyah dan rumah warga tidak mampu.

Pemasangan listrik gratis 1300 Watt di gedung MI Misbahul Ulum di Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk ini, ditandai dengan menyalakan Miniature Circuit Breaker (MCB) di KWH (Kilo Watt Hour) Meter di Gedung kelas Madrasah Ibtidaiyah, yang berada sebelah barat sekitar 50 meter gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Misbahul Ulum, Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk. “Program ini wujud nyata PLN membantu masyarakat dalan HUT ke 75 ” ungkap Kiai Muqit, sapaan akrab Plt Bupati Jember didampingi Manager UP3 PLN Jember, Hamzah usai peresmian pemasangan listrik gratis di Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kamis (15/20/2020).

Listrik yang sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat, menurut Kiai Muqit, tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan produktif. Sebab itu diharapkan, ke depan PLN dapat meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Manager UP3 PLN Jember, Hamzah, menambahkan, bahwa pemasangan listrik gratis ini, bukan hanya dilakukan di MI Misbahul Ulum saja. Tetapi juga terhadap sekitar 80 pelanggan dilakukan pemasangan listrik oleh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jember – Unit Induk Distribusi (UID) Jawa timur.

“Dari 80 pelanggan diantaranya 60 Madrasah Ibtidaiyah dan 20 rumah tinggal golongan tidak mampu, 50 pelanggan semuanya di desa Suko termasuk di MI Misbahul Ulum dan untuk sisanya tersebar di kabupaten Jember.” paparnya.

Sementara mengenai biaya seperti penyambungan dan Sertifikat Layak Operasi, lanjut Hamzah, tetap berbayar di PLN. Hanya saja di HUT PLN ke 75 ini semuanya dibayarkan dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) PLN.

“Harapan kami, dengan masuknya listrik di madrasah ini dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, sehingga akan melahirkan generasi handal yang mampu membawa Jember lebih maju dan juga menjadi pemimpin yang berakhlak.”harapnya. (*)

 300 kali dilihat

Kategori
Infrastruktur

Tinjau Pengerjaan Eks Pertokoan Jompo, Plt Bupati Jember: “Jangan Ada Lagi Bangunan Permanen atau Semi Permanen di Atas Sungai Jompo”

Plt Bupati Jember, Drs KH Abdul Muqiet Arief, bersama rombongan meninjau pengerjaan proyek eks Ruko Jompo, Selasa, (13/10/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Sesuai rencana, komplek pertokoan Jompo yang longsor hingga memakan bahu jalan, akan dikembalikan pada fungsi semula yaitu sebagai jalan. Lebar bahu jalan dari sisi utara ke selatan, akan dibuat 25 meter.

Pengerjaan bekas komplek pertokoan Jompo yang dimulai sejak beberapa hari lalu itu, dilakukan tertutup. Aktifitas yang dilakukan di dalam lokasi bekas pertokoan itu, tidak terlihat dari luar, karena tertutup pagar seng.

“Perbaikannya ditangani oleh provinsi,” ucap Drs KH Abdul Muqiet Arief, Plt Bupati Jember, saat meninjau pengerjaan proyek eks Ruko Jompo, Selasa, (13/10/2020).

Kedatangan Plt Bupati Jember ke lokasi ini, dalam rangka untuk melihat perkembangan pengerjaan eks ruko Jompo. Pihak provinsi sendiri, menurut Plt Bupati, berharap kejadian di masa lalu itu tidak terulang lagi.

“Dalam pengertian jangan ada lagi bangunan permanen atau semi permanen di atas sungai Jompo ini,” terang Kiai Muqit (panggilan akrab KH Muqit Arief), saat meninjau kondisi eks Pasar Jompo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Provinsi Jatim, Made Mardika, mengatakan, bahwa pengerjaan proyek ini multiyears. Untuk pengerjaannya, tahun ini fokus pada pondasi. “Tahun ini kita mengerjakan pondasi,” ujar Mardika.

Pada tahun 2021 nanti, akan dilakukan pengerjaan dinding penahan tanah, beton-beton penahan dan jalan. Diharapkan, pada akhir bulan Mei tahun depan akan selesai.

Total anggaran proyek sebesar 15,9 miliar, dengan alokasi tahap awal tahun ini sebesar 6 miliar. Pemenang tender yakni PT. Rajendra Pratama Jaya, Jalan Trunojoyo, Jember. (*).

 442 kali dilihat

Kategori
Infrastruktur

Beri Kemudahan Perizinan Bagi REI, Bupati Jember Jamin Tidak Ada Pungutan Liar

Pelantikan pengurus Persatuan Perusahaan Realestat Jawa Timur Komisariat Jember dan Banyuwangi di Hotel Aston, Jember, Rabu (19/08/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Bupati Jember, dr. Faida, MMR, menyatakan, dalam hal perijinan, pihaknya menjamin tidak ada pungutan liar atau pungli. Apabila ada pungli, kepada pihak yang merasa dirugikan bupati meminta untuk melaporkannya.

“Untuk perizinan, di Jember ini tidak ada biaya-biaya lain, kecuali biaya resmi. Tidak ada biaya ekstra selama kepemimpinan saya,” tegas Bupati Faida, saat pelantikan pengurus Persatuan Perusahaan Realestat Jawa Timur Komisariat Jember dan Banyuwangi di Hotel Aston, Jember, Rabu (19/08/2020).

Pemerintah Kabupaten Jember menurut bupati, memberikan kemudahan perizinan bagi Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). Bahkan diharapkan perusahaan realestat Indonesia tetap bekerja dan tidak menghadapi kendala apa-apa.

Namun apabila merasa kesulitan dalam hal perizinan atau ada masalah lainnya, para pengembang perumahan diminta bisa menghubungi Komisariat REI di Jember, untuk dikomunikasikan dengan Pemkab Jember.

“Yang bisa dilakukan tetap dijalankan. Sekiranya ada yang perlu dibantu oleh pemerintah, dari kami siap bersinergi,” kata Bupati Faida.

Ketua DPD REI Jawa Timur, Soesilo Efendi, mengatakan selama ini REI telah bekerja sama secara baik dengan Pemkab Jember. “Jember ini jadi percontohan bagi kita, disorot dengan hal yang positif,” kata Soesilo.

Menurutnya, pascapandemi sudah ada geliat pertumbuhan properti. Ada 58 pengusaha realestat menjadi personel REI di Jember dan 15 personil di Banyuwangi. “Saya berharap tahun depan semakin banyak properti yang bisa direalisasikan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, selama tiga tahun sejak tahun 2017, Pemkab Jember dan REI Jember telah bekerja sama dalam program penyediaani rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mulai dari 1.001 rumah, 2.002 rumah, hingga 3.003 rumah.(*)

 419 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Perumahan Prajurit Diharapkan dapat Menjadi Komplek Percontohan

Seorang prajurit menerima kunci rumah dalam acara Penyerahan Kunci Realisasi dan Akad Kredit Massal KPRS FLPP Brigif 9/Raider Dharaka Yudha di Perumahan New Rengganis Residence 2, Cluster Dharaka Residence, Rabu (01/07/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. Bupati Jember, dr. Faida, MMR, berharap, komplek perumahan prajurit diharapkan dapat menjadi komplek percontohan. Komplek Perumahan Rengganis Residence, Cluster Dharaka Residence, yang baru dibangun ini haruslah menjadi komplek hijau.

“Menjadi contoh pengelolaan sampah,” tutur Bupati Jember, dr. Faida, MMR, dalam acara Penyerahan Kunci Realisasi dan Akad Kredit Massal KPRS FLPP Brigif 9/Raider Dharaka Yudha di Perumahan New Rengganis Residence 2, Cluster Dharaka Residence, Rabu (01/07/2020).
.
Bupati berjanji, perumahan prajurit yang saat ini dalam proses pembangunan, jika sudah selesai dan dihuni, penerangan jalannya akan dibantu. “Jika komplek ini sudah dihuni, maka akan dibantu penerangan jalan umumnya, sehingga bisa menjadi komplek yang nyaman dihuni,” ucapnya.

Bupati juga sangat mengapresiasi atas kepemilikan rumah di kalangan prajurit Brigif 9 Kostrad. Kepemilikan rumah bagi prajurit baru ini, kata bupati, menjadi misi besar ke depan. “Prajurit yang bujang memiliki kesadaran untuk berinvestasi rumah, itu yang luar biasa,” katanya.

Cluster Dharaka Residence menjadi klaster perumahan bagi prajurit TNI dengan memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPRS FLPP) yang disediakan pemerintah melalui BRI. Pengadaan rumah untuk prajurit ini lanjut bupati, merupakan hal yang luar biasa.

Karena itu menunjukkan, pimpinan TNI mampu menggerakkan anggotanya untuk memiliki rumah. Dan kepemilikan rumah ini, kata bupati, membawa visi besar kepada anak muda. Sebab, ada prajurit yang baru lulus pendidikan satu hingga dua tahun sudah punya rumah.

Sementara Pangdivif 2 Kostrad Mayor Jendral TNI Tri Yuniarto yang hadir pada acara itu menjelaskan, bahwa pembangunan perumahan itu secara tidak langsung menggerakkan perekonomian di Jember. Bergeraknya ekonomi itu bisa dilihat dari 700 pekerja lokal yang terlibat dalam pembangunan itu.

“Kembali menggerakkan perekonomian di Kabupaten Jember, khususnya pada saat terjadinya wabah Covid-19,” katanya.

Bagi prajurit, lanjutnya, memiliki rumah pribadi walau masih kredit, dapat meningkatkan kesejahteraan. “Sehingga ke depan mereka bisa lebih berkonsentrasi, kinerja lebih baik lagi dalam mengabdi kepada negara dan bangsa,” tegasnya. (*).

 493 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Percepatan Pembangunan Ekonomi 4 Kawasan, Bakal Ada Exit Tol Jember

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief dan Sekdakab Jember, Ir Mirfano, saat rapat koordinasi secara daring dengan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Selasa (23/06/2020).

Jember.LONTARNEWS.COM. – Rencana percepatan pembangunan ekonomi empat kawasan di Jawa Timur, didalamnya juga memasukkan lintas selatan sebagai daerah yang perlu dikembangkan. Sebagaimana tertera dalam Perpres nomor 80 tahun 2019, bahwa percepatan pembangunan ekonomi empat kawasan di Jawa Timur, meliputi Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan (Gerbangkertosusilo), Kawasan Bromo – Tengger – Semeru (BTS), Kawasan Selingkar Wilis, dan Kawasan Lintas Selatan.

Pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur ini, menurut Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief, perlu adanya partisipasi dari semua pihak untuk ikut mengawasi. “Pembangunan yang dilakukan di Jawa Timur sudah ada di perpres tersebut, yang akan menekankan pembangunan kawasan dan tentu harus ada pengawasan yang tetap ditegakkan,” kata Wabup Muqit Arief, usai rapat koordinasi secara daring dengan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Selasa (23/06/2020).

Semua wilayah dalam kawasan itu harus berkolaborasi dan bersinergi untuk percepatan pembangunan di Jawa Timur, yang anggarannya berasal dari pemerintah pusat, provinsi, serta pemerintah daerah masing-masing. “Semua itu sudah direncanakan sedemikian rupa, sehingga nanti masing-masing daerah itu harus berintegrasi satu sama lain atau menjadi kesatuan. Maka, pembangunan dijalankan tidak secara parsial atau sebagian-sebagian,” katanya. 

Khusus untuk kawasan lintas selatan yang pembangunannya melibatkan Pemerintah Kabupaten Jember, akan dibuat exit tol dari Probolinggo-Lumajang dan dari Lumajang-Jember. “Istilahnya akan ada lingkar tol,” ungkap Wabup Muqit. (*).

 2,714 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Tak Perlu ke Jakarta, Cukup di RSD dr Soebandi Pemeriksaan ODP dan PDP Sudah Bisa Diketahui Hasil Finalnya

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember, kini memiliki alat pemeriksaan Covid-19. Alat konversi cartridge dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu, untuk melengkapi tes cepat molekuler atau TCM yang dimiliki RSD dr Soebandi.

“Sebetulnya RSD Soebandi sudah memiliki alat tes cepat molekuler atau TCM. Cuma, hanya membutuhkan alat konversi yakni cartridge. Alhamdulillah, mulai senin lalu sudah mendapat kiriman cartridge dari Kementerian Kesehatan Jakarta,” ujar Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Jumat (22/05/2020).

Untuk mengoperasionalkan alat ini, Kemenkes memberikan pelatihan secara daring kepada petugas medis di RSD dr Soebandi. “Sampai akhirnya bisa melakukan pemeriksaan Covid-19 ini,” tuturnya.

Gatot menjelaskan, alat ini ditempatkan di ruang Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSD Soebandi, yang telah memenuhi standar bio safety level 2. Sejak siap dioperasikan, sudah ada ODP dan PDP yang melakukan pemeriksaan menggunakan alat ini.

Bahkan RS Soebandi akhirnya ditunjuk sebagai laboratorium rujukan untuk wilayah eks Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Jadi, rumah sakit di enam kabupaten/kota itu bisa langsung merujuk pemeriksaan covid-19 di RS Soebandi Jember. “Tidak perlu ke Jakarta, dan hasil final pemeriksaan sudah dapat diketahui dari pemeriksaan tersebut,” terang Gatot.

Saat ini, Kemenkes menginstruksikan agar alat ini hanya untuk memeriksa orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Hal itu karena keterbatasan cartridge dari Kemenkes.

“Sementara ini hanya untuk memeriksa ODP dan PDP saja, karena sudah cukup banyak,” jelasnya. Sedang jika hanya untuk penapisan atau screening, cukup menggunakan rapid test.

Pemeriksaan dengan alat ini, lanjutnya, sudah bisa mendapatkan hasil final. Hasilnya akan dikirimkan ke rumah sakit yang merujuk, dan bisa segera untuk melakukan penanganan kepada pasien.

Tahapan pemeriksaan menggunakan alat TCM hampir sama dengan test PCR atau polymerase chain reaction. “Jadi diambil swabnya dua kali, di hari pertama dan kedua. Kemudian dimasukkan ke dalam viral tansport medium (VTM), dan VTM disimpan dalam ice box  dan bisa dikirimkan ke Soebandi untuk dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

Gatot mengatakan, rumah sakit dr Soebandi senantiasa memberikan pelayanan yang paripurna. Karena itu, hasil diagnosis Covid-19 dari alat tes ini tidak terlalu lama dapat diketahui.

Selama ini, untuk mengetahui hasilnya cukup lama. Bisa tiga minggu kedepan. “Tetapi, saat ini bisa menetapkan diagnosis melalui pemeriksaan ini cukup dengan 60 menit,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan yang cepat keluar itu diharapkan bisa langsung untuk mempercepat penanganan kepada pasien. “Penanganannya lebih cepat, sembuh lebih cepat, dan penularan serta penyebarannya segera berakhir,” harapnya.

Meski memiliki alat pemeriksaan ini, Gatot mendorong masyarakat agar tetap mematuhi anjuran kesehatan, seperti social distancing, phsycal distancing, memakai masker, cuci tangan, menjaga kesehatan. “Karena virus ini sangat berbahaya,” pungkasnya.(*)

 

 302 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Kategori
Infrastruktur

Jalan Sultan Agung Kembali Bisa Dilalui

Bupati Jember, dr. Faida, MMR, memimpin upacara persiapan pembukaan kembali Jalan Sultan Agung, Selasa (31/03/2020).

LONTARNEWS.COM. I. Jember – Setelah sempat ditutup untuk beberapa saat lamanya menyusul diperbaikinya kawasan Pertokoan Jompo, akibat longsor yang menghancurkan ruko dan jalan, akhirnya Jalan Sultan Agung dibuka kembali. “Alhamdulillah jalan utama yang paling besar di jember, jalan sultan agung dibuka kembali,” ucapan Bupati Jember, dr. Faida, MMR, ketika membuka kembali Jalan Sultan Agung, Selasa (31/03/2020).

Sebelumnya, Jalan Sultan Agung harus ditutup untuk penanganan amblesnya badan jalan dan robohnya Pertokoan Jompo pada 1 Maret 2020. Saat ini reruntuhan bangunan pertokoan sudah bisa diatasi.

Perbaikan sementara dinilai sudah cukup. Ke depan, perbaikan permanen dilakukan oleh tim jalan dari pemerintah pusat.

“Perbaikan saat ini dinyatakan sudah cukup, dan jalan akan dibuka kembali mulai hari ini separuh ruas, sehingga bisa digunakan operasional kembali,” ungkap bupati, seraya berharap jalan nasional itu segera kembali berfungsi seperti sedia kala.

Rekayasa lalu lintas yang sebelumnya diterapkan seiring penutupan Jalan Sultan Agung, jelas bupati, dikembalikan seperti sedia kala. Hanya saja, tidak bisa semua arus bisa kembali normal, karena Jalan Sultan Agung baru separuh ruas yang bisa digunakan.

Separuh ruas lagi, lanjutnya, akan difungsikan sebagai taman kota. Pembuatan taman itu setelah perbaikan permanen dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Karena memang untuk di pinggir sungai tidak layak untuk dibuat bangunan. Untuk perbaikan permanen, pusat yang akan melaksanakan,” jelasnya.

Sejak peritiwa ambruk dan ambrolnya jalan, semua pihak bisa bekerja sama dengan baik. Kerja sama yang baik itu terus terjalin hingg Sultan Agung kembali dibuka. (*)

 76 kali dilihat